alexametrics

Langka, Bayi di Israel Lahir dalam Kondisi Mengandung

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Langka, Bayi di Israel Lahir dalam Kondisi Mengandung
Ilustrasi bayi baru lahir. (Shutterstock).

Bayi ini lahir dalam kondisi mengandung kembarannya.

Suara.com - Seorang bayi di Israel mengejutkan dokter karena lahir dalam kondisi mengandung janin yang seharusnya menjadi kembarannya di dalam perut.

Menyadur New York Post Senin (02/08), peristiwa langka yang terjadi di Assuta Medical Center di Ashdod ini disebut fetus in fetu dalam istilah medis.

"Kami terkejut mengetahui bahwa itu adalah embrio," ujar ahli neonatologi Omer Globus pada Times of Israel.

Dokter pertama kali menyadari ada sesuatu yang aneh saat melakukan USG akhir kehamilan pada ibu, dimana mereka melihat bahwa perut janin membesar.

Baca Juga: Nakes Positif Covid-19 Meninggal Usai Melahirkan, Bayinya pun Terinfeksi

Setelah bayi lahir, petugas medis melakukan rontgen dan tes lain pada bayi yang baru lahir dan memastikan bayi itu memang menyimpan 'roti lain di ovennya sendiri'.

Ilustrasi bayi (Unsplash/Liane)
Ilustrasi bayi (Unsplash/Liane)

Menurut Globus, bayi kedua bukanlah janin yang sepenuhnya terbentuk, melainkan embrio yang berkembang sebagian dengan beberapa tulang dan jantung.

Bayi tersebut menderita fetus in fetu yang berarti janin di dalam janin, suatu kondisi di mana bayi sehat mengembangkan kembaran abnormal di dalam perutnya.

Penyakit ini sangat langka, hanya mempengaruhi sekitar 1 dari 500.000 kelahiran.

Tidak jelas apa yang menyebabkan kelangkaan embrio. Namun, para ilmuwan percaya bahwa plus-satu prenatal adalah kembar parasit yang terbentuk ketika satu janin diserap oleh janin lain selama kehamilan kembar identik.

Baca Juga: Parah! Ibu Biarkan Putrinya yang Berusia 12 Tahun Diperkosa hingga Melahirkan

“Itu terjadi sebagai bagian dari proses perkembangan janin ketika ada rongga yang menutup selama perkembangan dan salah satu embrio memasuki ruang seperti itu,” jelas Globus.

"Janin di dalam berkembang sebagian tetapi tidak hidup dan tetap di sana." Untungnya, dokter berhasil mengeluarkan embrio, dan bayi perempuan yang baru lahir diharapkan pulih sepenuhnya.