Jerman Kirim Kapal Perangnya ke Laut Cina Selatan dan Pasifik

Arsito Hidayatullah, Deutsche Welle

Rabu, 04 Agustus 2021 | 17:34 WIB
Jerman Kirim Kapal Perangnya ke Laut Cina Selatan dan Pasifik
Ilustrasi. Kapal perang Jerman "Bayern". (Dok. DW/DPA/PictureAlliance)

Suara.com - Jerman hari Senin (2/8) mengirim kapal perang "Bayern" berlayar ke Asia-Pasifik. Kapal perang Bayern dijadwalkan akan berlabuh antara lain di Singapura, Australia, Jepang, Korea Selatan dan Cina.

Menteri Luar Negeri Heiko Maas mengatakan, pengiriman kapal perang "Bayern" merupakan tanda bahwa Jerman turut memikul tanggung jawab menjaga "ketertiban internasional". Kapal perang itu antara lain akan mengambil rute ke Laut Tengah, Terusan Suez lalu ke Luat Cina Selatan dan Samudra Pasifik.

Kapal perang sepanjang 160 meter itu berangkat dari pangkalannya di Wilhelmshaven dan berada dalam perjalanan selama enam bulan, dengan 232 pasukan angkatan laut. Heiko Maas mengatakan, kehadiran Angkatan laut Jerman di kawasan Asia-Pasifik selaras dengan politik negara-negara Barat lainnya, yang menegaskan kehadiran mereka di kawasan.

Kapal perang "Bayern" akan berlabuh di pelabuhan-pelabuhan "mitra Jerman", jelas Heiko Maas. Dia selanjutnya mengatakan, kawasan Indo-Pasifik adalah salah satu bagian dunia di mana tatanan internasional masa depan akan diputuskan dan oleh karena itu penting bagi Jerman untuk turut hadir di dalamnya.

"Kami bertujuan untuk terlibat dan bertanggung jawab untuk menjaga tatanan internasional berbasis aturan," kata Heiko Maas.

'Mempertahankan nilai-nilai'

Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer dalam pernyataannya mengatakan: "Pesannya jelas: Kami membela nilai dan kepentingan kami bersama dengan mitra dan sekutu kami."

"Bagi mitra kami di Indo-Pasifik, adalah kenyataan bahwa rute laut tidak lagi terbuka dan aman, dan klaim wilayah yang diterapkan oleh supremasi hukum adalah benar," tambahnya.

Di kawasan Indo-Pasifik, "keputusan penting tentang perdamaian, keamanan, dan kemakmuran akan dibuat," kata Annegret Kramp-Karrenbauer.

baca juga

Jepang ingin menjalin kerja sama

Pengiriman kapal perang Jerman diumumkan saat klaim teritorial Cina di Laut Cina Selatan makin agresif. AS dan Inggris sebelumnya sudah menolak tegas klaim semacam itu dan juga mengirim kapal perangnya berlayar di "wilayah perairan internasional" di kawasan Laut Cina Selatan.

Beberapa bulan lalu, pemerintah Jepang juga meminta Jerman untuk mengirim kapal perang ke Asia Timur, untuk meningkatkan dukungan internasional bagi kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Bulan Januari lalu, Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi mengadakan pembicaraan online dengan Annegret Kramp-Karrenbauer dan menyatakan minatnya agar kapal perang Jerman ikut serta dalam latihan bersama dengan unit-unit Pasukan Bela Diri Jepang.

Dalam perjalanan kembali ke Jerman, kapal perang Bayern akan berpartisipasi dalam misi NATO "Sea Guardian" di Mediterania, misi Uni Eropa "Atalanta" di lepas Tanduk Afrika, dan misi pengawasan maritim PBB di lepas pantai Korea Utara. Bayern dijadwalkan kembali ke Wilhelmshaven pada Februari 2022. [hp/pkp/dpa/afp]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Dia Sosok Petinggi Militer AS Diamuk Tentara di Kapal Perang USS Abraham Lincoln, 7 Tewas

Ini Dia Sosok Petinggi Militer AS Diamuk Tentara di Kapal Perang USS Abraham Lincoln, 7 Tewas

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:24 WIB

7 Tentara AS Tewas Bentrok Berdarah di Kapal Perang USS Abraham Lincoln

7 Tentara AS Tewas Bentrok Berdarah di Kapal Perang USS Abraham Lincoln

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:19 WIB

9.800 Orang Tewas karena Gelombang Panas Ekstrem di Jerman

9.800 Orang Tewas karena Gelombang Panas Ekstrem di Jerman

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:06 WIB

Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS

Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS

News | Senin, 27 Juli 2026 | 07:33 WIB

Teror di Berlin! Tabrakan Massal di Acara Pride, Kelompok Islam Dituding Jadi Pelaku

Teror di Berlin! Tabrakan Massal di Acara Pride, Kelompok Islam Dituding Jadi Pelaku

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 12:46 WIB

Laut China Selatan Jadi Rebutan, RI Diminta Tak Lupakan Potensi Ekonomi Natuna

Laut China Selatan Jadi Rebutan, RI Diminta Tak Lupakan Potensi Ekonomi Natuna

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:00 WIB

Anak 16 Tahun Mau Bakar Gereja, Diduga Diperintahkan ISIS

Anak 16 Tahun Mau Bakar Gereja, Diduga Diperintahkan ISIS

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:36 WIB

Prancis Nyaris Tak Tersentuh Selama 7 Dekade! Spanyol Bisa Ubah Sejarah Malam Ini?

Prancis Nyaris Tak Tersentuh Selama 7 Dekade! Spanyol Bisa Ubah Sejarah Malam Ini?

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 01:07 WIB

Review Afire: Masterpiece Christian Petzold yang Penuh Subteks dan Emosi

Review Afire: Masterpiece Christian Petzold yang Penuh Subteks dan Emosi

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:45 WIB

Jurgen Klopp Semakin Dekat Latih Timnas Jerman, Ini Sederet Prestasinya

Jurgen Klopp Semakin Dekat Latih Timnas Jerman, Ini Sederet Prestasinya

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:02 WIB

Terkini

Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah

Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal

Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:42 WIB

DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan

DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan

Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Pulihkan Psikologis Warga Gempa NTT, Polda Jateng Berangkatkan Tim Trauma Healing

Pulihkan Psikologis Warga Gempa NTT, Polda Jateng Berangkatkan Tim Trauma Healing

Jawa Tengah | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Thailand Diteror Penembakan Massal, Kanapa Ini Bisa Terjadi dan Apa Akar Masalahnya?

Thailand Diteror Penembakan Massal, Kanapa Ini Bisa Terjadi dan Apa Akar Masalahnya?

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

20 Tahun LPDB Koperasi, Rp22,13 Triliun Dana Bergulir Disalurkan ke Koperasi di 36 Provinsi

20 Tahun LPDB Koperasi, Rp22,13 Triliun Dana Bergulir Disalurkan ke Koperasi di 36 Provinsi

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Hakim Tolak Pengalihan Penahanan Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji

Hakim Tolak Pengalihan Penahanan Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Imigrasi Sumut Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pertegas Kedaulatan dan Integritas

Imigrasi Sumut Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pertegas Kedaulatan dan Integritas

Sumut | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?

Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:30 WIB

×