Makin Panas, Wasekjen Demokrat: Arteria Keliru Besar Salahkan SBY!

Rabu, 04 Agustus 2021 | 18:28 WIB
Makin Panas, Wasekjen Demokrat: Arteria Keliru Besar Salahkan SBY!
Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan. (Dok. DPR)

Suara.com - Polemik pengecatan ulang  pesawat kepresidenan dari warna biru langit menjadi merah putih terus berlanjut usai Anggota DPR RI Fraksi PDIP Arteria Dahlan menanggapi kritikan yang disampaikan sejumlah kader Demokrat.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat, Irwan menanggapi balik pernyataan Arteria. Ia menilai Arteria telah keliru dengan menyalahkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal polemik pesawat kepresidenan. 

"Arteria ini keliru besar jika salahkan pak SBY. Harusnya kita semua sebagai anak bangsa berterima kasih karena pak SBY beli pesawat kepresidenan setelah 69 tahun tidak punya. Arteria enggak paham itu. Ajaran Soekarno untuk 'Jasmerah' pun dia lupa," kata Irwan kepada wartawan, Rabu (4/8/2021). 

Irwan justru menyinggung balik, bahwa PDIP pernah menolak keras pembelian pesawat kepresidenan. Ia juga mengungkit soal rencana menjual pesawat kepresidenan di awal kepemimpinan Presiden Joko Widodo pada 2014.

"Ini kok aneh bin lucu tiba-tiba bicara pesawat kepresidenan," tuturnya. 

Terkait subtansi, Irwan mengatakan, sebenarnya tak mempermasalahkan pesawat berwarna apa, hanya saja menurutnya perlu dijelaskan kepada publik. Satu hal juga terkait dengan momentum dirasa kurang pas mengingat pandemi covid belum berakhir. 

"Yang terpenting juga kan terkait momentumnya apalagi situasi begini, tangani pandemi saja masih kelimpungan cari pendanaan, coba yang masih bisa ditunda ya tunda aja," tuturnya. 

"Kalau alasannya tahun 2019 sudah dibahas anggarannya ya gampang kok cukup di realokasi atau refocusing program dan anggarannya," sambungnya. 

Sebelumnya, isu pesawat kepresidenan yang diubah warnanya dari biru langit putih menjadi merah putih menjadi sorotan sejumlah kader Partai Demokrat. Namun Anggota DPR RI Fraksi PDIP Arteria Dahlan meminta publik tak terhasut permainan politik 'post colour syndrome'. 

Baca Juga: Cerita Megawati Ngaku Dirinya Seperti Konsultan Bencana, Jokowi Ketawa Ngakak

"Jangan sampai publik terbawa permainan politik pihak-pihak yang merasakan 'post colour syndrome', yang merupakan pelesetan dari postpower syndrome. Atau sindrom pascakekuasan yang terjadi karena tak bisa melepaskan diri dari kekuasaan yang sudah hilang," kata Arteria kepada Suara.com, Rabu (4/8/2021). 

Menurut Arteria, tak ada yang salah dengan pengecatan pesawat kepresidenan menjadi warna merah putih. Ia mengatakan, justru yang harus dipermasalahkan ketika era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkuasa. 

"Yang harusnya dipermasalahkan itu dulu jamannya Pak SBY, kok pesannya warnaya biru, padahal memungkinkan untuk memesan warna merah putih. Tapi kan kami beradab dan berpikiran positif saja," tuturnya. 

"Warna bendera negara kita kan merah putih, bukan warna biru. Justru kita bertanya, kok dulu tak sejak awal pesawat itu diwarnai merah putih?," sambungnya.

Arteria kemudian memberikan sejumlah catatannya. Pertama, menurutnya, rencana pengecatan ulang pesawat kepresidenan sudah direncanakan sejak 2019 silam. Dan merupakan satu paket pengerjaan pengecatan dengan Heli Kepresidenan Super Puma yang lebih dulu dikerjakan. 

"Kalau terkait anggaran, kita ini kan negara hukum dan ada prosedur administrasi hukum yang telah dilalui dan bahkan disetujui oleh Partai Demokrat. Tentu saja anggaran untuk pengerjaan ini sudah dibahas dengan DPR, dan disetujui tahun 2019. Aneh saja kalau sekarang ada anggota DPR atau parpol di DPR yang mengkritiknya," kata dia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI