alexametrics

Prediksi Agustus Masih Rawan, Ini Alasan Epidemiolog Minta PPKM Diperpanjang Lagi

Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio
Prediksi Agustus Masih Rawan, Ini Alasan Epidemiolog Minta PPKM Diperpanjang Lagi
Prediksi Agustus Masih Rawan, Ini Alasan Epidemiolog Minta PPKM Diperpanjang Lagi. Ilustrasi antrean pengendara mengular saat melintas di pos penyekatan PPKM di kawasan Lenteng Agung, Jaksel. (Suara.com/Arga)

"Seminggu ke depan masih bertahan dulu, kita beri waktu untuk relaksasi faskes dan penguatan 3T, 5M, dan vaksinasi," sambungnya.

Suara.com - Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menilai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat maupun Level berhasil membuat Indonesia terhindari dari skenario terburuk.

Meski begitu, angka kematian dan laju penularan di masyarakat masih tinggi, ia mengusulkan PPKM dilanjutkan minimal sepekan ke depan.

"Ini ada keberhasilannya menekan kasus, skenario terburuk tidak terjadi berhasil dihindari, karena tanpa PPKM sulit menghindari skenario terburuk, namun belum signifikan," kata Dicky saat dihubungi, Senin (9/8/2021).

"Seminggu ke depan masih bertahan dulu, kita beri waktu untuk relaksasi faskes dan penguatan 3T, 5M, dan vaksinasi," sambungnya.

Baca Juga: Puluhan TKA China Masuk Lagi di Tengah PPKM, Pengamat Sentil Begini

Dia memprediksi lonjakan kasus masih akan terus terjadi hingga akhir Agustus bahkan September jika kondisi masih tetap sama.

"Kita belum melewati puncak beban di fasilitas kesehatan dan kematian, jadi sampai akhir Agustus masih rawan," jelasnya.

Dicky menyoroti angka testing yang tidak pernah meningkat bahkan semakin berkurang jelang akhir PPKM, hal ini berbahaya karena penularan di masyarakat tidak terdeteksi.

"Tes positivity rate ini masih jauh sekali dari yang ditargetkan di bawah 10 persen, laju penularan masih sangat tinggi, sebagian besar klaster tidak terdeteksi," ucapnya.

Penularan yang tidak terdeteksi ini, lanjut Dicky, membuat angka kematian di lingkungan penduduk semakin tinggi tanpa terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga: Tunggu Evaluasi Pusat, Bima Arya Berharap Kota Bogor Bisa Turun ke PPKM Level 3

"Ini yang menempatkan kita lebih dari 17 bulan kita dalam level terburuk, dan ini sangat serius, itulah sebabnya di komponen akhir pandemi yaitu kasus kematian tinggi," katanya.

Komentar