Bripda DP Diduga Tewas Dianiaya Senior di Asrama Polda Sulsel, Pihak Keluarga Tuntut Keadilan

Bella

Senin, 23 Februari 2026 | 11:06 WIB
Bripda DP Diduga Tewas Dianiaya Senior di Asrama Polda Sulsel, Pihak Keluarga Tuntut Keadilan
Ilustrasi jenazah [Suara.com]
baca 10 detik
  • Keluarga Bripda DP menuntut Propam Polda Sulsel mengusut tuntas kematian korban akibat dugaan penganiayaan di asrama pada Minggu (22/2/2026).
  • Korban ditemukan tak sadarkan diri di kamar Danton setelah salat Subuh, kemudian dinyatakan meninggal dengan temuan memar dan keluarnya darah dari mulut.
  • Polda Sulsel telah memeriksa enam orang terkait insiden tersebut dan berjanji akan menuntaskan kasus secara profesional dan transparan.

Suara.com - Kematian Bripda DP di lingkungan asrama kepolisian memicu desakan kuat dari keluarga agar proses penegakan disiplin dan hukum dilakukan secara transparan dan menyeluruh. Keluarga korban berharap Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) benar-benar mengungkap penyebab kematian serta menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab.

"Kami harap ini diproses. Meminta keadilan. Apabila ada penganiayaan, kami serahkan ke penyidik Polda untuk mengungkap tuntas siapa pelaku penganiaya," kata ayah korban Aipda H Jabir di ruang tunggu Biddokkes Polda Sulsel Rumah Sakit Bayangkara, Jalan Kumala Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu malam.

Informasi awal yang diterima keluarga menyebutkan Bripda DP diduga mengalami tindakan kekerasan oleh seniornya di asrama polisi yang berada di area Kantor Polda Sulsel, Minggu (22/2/2026), tak lama setelah salat subuh usai sahur. Hingga kini, penyebab pasti dugaan penganiayaan tersebut masih belum diketahui.

Ayah korban mengungkapkan, beberapa jam sebelum kejadian, ia dan istri masih sempat berkomunikasi dengan almarhum. Korban bahkan berencana menerima kiriman makanan khas Pinrang, bebek Palleko, untuk disantap bersama rekan-rekannya.

"Kemarin saya juga telepon untuk kasih naik motornya (diantarkan ke Polda). Dia juga chat ibunya, karena mau dibawakan Palleko dari Pinrang makan sama seniornya. Dia chat ibunya jam lima subuh, tapi saat di balas jam enam, sudah tidak ada jawaban," tuturnya bersedih.

Merasa ada kejanggalan, Jabir kemudian mencoba menghubungi anaknya berulang kali, namun tidak mendapat respons. Ia lalu mengontak rekan satu angkatan korban, namun mendapat jawaban bahwa semua masih tertidur.

"Sempat saya hubungi temannya, tapi temannya beralasan semua masih tidur, saya minta dikasih bangun. Ternyata, dia (korban) barusan tidak tidur di baraknya. Dia tidur di kamar Danton (komandan pleton) waktu kejadian, dibangunkan dia. Dia dapat di kamar Danton (sudah) tergeletak," ucapnya lirih.

Kabar duka diterima keluarga sekitar pukul 07.00 WITA. Saat itu, korban disebut telah dibawa ke RSUD Daya. Awalnya, keluarga diinformasikan korban sakit, namun ayahnya meragukan hal tersebut karena kondisi anaknya sebelumnya dinilai sehat.

Setibanya di RSUD Daya, Bripda DP telah dinyatakan meninggal dunia. Jabir menyebutkan, dari pemeriksaan awal, ditemukan memar pada tubuh korban serta darah yang keluar dari mulut. Jenazah kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Bayangkara untuk kepentingan visum dan otopsi.

baca juga

"Semenjak di sini (RS Daya) keluar darah terus dari mulut, dan indikasi ada yang mengatakan dibenturkan kepalanya, tapi tidak ada benturan di kepalanya. Tidak ada luka di kepala. Kalau memang murni di pukul kepala, pasti ada luka, tapi ini darah keluar dari mulut," tuturnya lagi.

Korban diketahui merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ia merupakan anggota Polri angkatan 53, lulus pada 2025, dan menjalani penempatan pertama di Direktorat Samapta Sabhara Polda Sulsel. Menurut keluarga, hubungan korban dengan rekan-rekannya selama ini terbilang baik.

Terkait penanganan kasus, Aipda Jabir yang bertugas di Polres Pinrang menyebutkan Kabid Propam Polda Sulsel telah mendatangi keluarga di Biddokkes untuk menyampaikan duka cita sekaligus memastikan proses penyelidikan berjalan.

"Tadi Kabid Propam langsung datang ke sini, langsung ke TKP ketemu. Kami selaku orang tua menyampaikan untuk usut tuntas sampai jelas, siapa yang melakukan penganiayaan, kalau memang ada penganiayaan. Sudah ada diperiksa, tiga orang letting-nya dan seniornya juga tiga orang," katanya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Effendi menyatakan pihaknya telah memeriksa enam orang terkait peristiwa tersebut dan berkomitmen menuntaskan kasus secara profesional.

"Kejadiannya di asrama, dan kita berkomitmen kepada keluarganya untuk bertindak secara profesional. Tidak ada yang kita tutup-tutupi, dan semuanya terbuka secara transparan," ujarnya menekankan.

Proses visum dan otopsi berlangsung sekitar tujuh jam. Korban dibawa ke RSUD Daya pada pukul 13.40 WITA dan pemeriksaan di Biddokkes selesai pada pukul 21.50 WITA. Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka di Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, dan rencananya akan dimakamkan secara upacara kedinasan di TPU Pincara, dengan kehadiran Kapolda Sulsel beserta jajaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan

Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 19:50 WIB

Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer

Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 19:02 WIB

DPR Pastikan Kawal Kasus Bocah Sukabumi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Desak Pelaku Dihukum Berat

DPR Pastikan Kawal Kasus Bocah Sukabumi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Desak Pelaku Dihukum Berat

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 18:52 WIB

Tragedi Filisida Sukabumi: Bocah 12 Tahun Tewas di Tangan Ibu Tiri, Ini Penjelasan KPAI

Tragedi Filisida Sukabumi: Bocah 12 Tahun Tewas di Tangan Ibu Tiri, Ini Penjelasan KPAI

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 16:40 WIB

Dampak Kasus AKBP Didik: Tes Urine Serentak Diberlakukan untuk Seluruh Anggota Polri

Dampak Kasus AKBP Didik: Tes Urine Serentak Diberlakukan untuk Seluruh Anggota Polri

Video | Sabtu, 21 Februari 2026 | 16:00 WIB

Dari Parkiran Minimarket ke Rumah Kosong, Polda Metro Bongkar Peredaran 18 Kg Ganja di Jakbar!

Dari Parkiran Minimarket ke Rumah Kosong, Polda Metro Bongkar Peredaran 18 Kg Ganja di Jakbar!

News | Sabtu, 21 Februari 2026 | 16:00 WIB

Tuduhan Cabul Jadi Modus Begal, Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku yang Viral di Ciledug!

Tuduhan Cabul Jadi Modus Begal, Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku yang Viral di Ciledug!

News | Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:00 WIB

Anggota Brimob di Marla Diduga Aniaya Siswa MTs hingga Tewas, DPR: Ini Sungguh Keji dan Biadab!

Anggota Brimob di Marla Diduga Aniaya Siswa MTs hingga Tewas, DPR: Ini Sungguh Keji dan Biadab!

News | Sabtu, 21 Februari 2026 | 10:09 WIB

Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku

Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 19:22 WIB

Hati-Hati Surat Tilang Digital Palsu di WhatsApp, Kenali Ciri Pesan Resmi dari Korlantas

Hati-Hati Surat Tilang Digital Palsu di WhatsApp, Kenali Ciri Pesan Resmi dari Korlantas

Otomotif | Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:54 WIB

Terkini

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×