Tak Semulus Aspal Jalan Raya, Sederet Rintangan dan Bahaya Relawan Pengawal Ambulans Covid

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Selasa, 10 Agustus 2021 | 19:16 WIB
Tak Semulus Aspal Jalan Raya, Sederet Rintangan dan Bahaya Relawan Pengawal Ambulans Covid
Anggota Patwal Ambulance Depok, komunitas pengawal mobil ambulans pembawa pasien covid-19. (Dok P.A.D.E)

Dalam kegiatan mengawal ambulans menuju TPU misalnya, para personel P.A.D.E terkadang harus berjumpa dengan pihak keluarga yang ingin ikut iring-iringan. Karena pemahaman dan SOP pengawalan mobil ambulans masih minim, tak jarang pulang para punggawa P.A.D.E harus memberikan edukasi soal pengawalan mobil ambulans.

"Sebelum pengawalan dilakukan, kami biasa saling koordinasi ke driver ambulans dan pihak keluarga, kalau misal ada yang ikut iring-iringan pake roda dua juga kami jelaskan roda empat juga, biar di jalan tidak terkesan ugal-ugalan," sebut Aziz.

Sebagai orang yang telah banyak makan asam garam dalam skena kawal mobil ambulans, Aziz punya cara tersendiri dalam menyikapi tingkah pengendara yang beragam. Pada intinya, dia tetap mengutamakan komunikasi yang baik agar meminalisir kesalahpahaman antara sesama pengguna jalan.

"Saya mikir hanya mau tolong orang, jadi jangan sampai terjadi mis-komunikasi dengan masyarakat yang lain," ungkap dia.

Tak hanya itu, menghormati sesama pengguna jalan adalah hal yang paling utama. Jika kegiatan pengawalan jenazah dipandang sebagai sesuatu yang arogan, Aziz tidak ambil pusing.

Pada intinya, kegiatan yang dilakukan oleh P.A.D.E adalah bentuk kerja kemanusiaan. Khususnya, membantu mereka yang harus mendapatkan pertolongan dengan segera.

"Jadi kami juga hargai pengguna jalan lain. Mereka mau ngomong apa terserah, kami sifatnya hanya relawan dan membantu dengan sifat kemanusiaan," imbuh Aziz.

Nyaris Kecelakaan

Cerita lain juga dibagikan oleh seorang anggota bernama Syahrul Setiawan (22). Pria yang juga berprofesi sebagai pengemudi ojek online ini kerap mendapat hambatan dalam kerja-kerja pengawalan mobil ambulans.

baca juga

Syahrul bercerita, pada suatu saat ada pengguna jalan lain yang memepet sepeda motor miliknya pada saat mengawal mobil ambulans. Bukannya menepi ke sisi kiri jalan, pengguna jalan itu justru banting stir ke arah kanan dan pada akhirnya menghalangi sepeda motornya.

Singkatnya, Syahrul mau tidak mau harus mengerem hingga pada akhirnya terseruduk mobil yang berada tepat di belakangnya.

Anggota Patwal Ambulance Depok (P.A.D.E), komunitas yang secara sukarela mengawal mobil ambulans yang membawa pasien termasuk yang terpapar Covid-19.
Anggota Patwal Ambulance Depok (P.A.D.E), komunitas yang secara sukarela mengawal mobil ambulans yang membawa pasien termasuk yang terpapar Covid-19.

"Alhamdulilah, tidak sampai jatuh," kata Syahrul.

Dihalang-halangi

Angkutan umum alias angkot juga kerap memberikan kejutan tak terduga pada saat aktivitas pengawalan ambulans berlangsung. Salah satu tingkah sopir angkot yang kerap membikin para personel mengelus dada adalah tindakan rem mendadak.

"Tapi sejauh pengalaman saat ngawal, angkot pasti langsung minggir, rata-rata sudah pada mengerti, cuma ada saja angkot bukannya minggir ke kiri, tapi malah ke kanan dan terkesan menghalangi ambulans. Itu bahaya. Akhirnya gua pinggirin pelan-pelan," ujar Syahrul.

Syahrul menambahkan, dia kerap harus turun dari sepeda motor manakala kemacetan panjang terjadi. Dia akan membuka jalan, meminta pengertian pengguna jalan lain agar ambulans bisa melaju tampa hambatan menuju tempat tujuan.

"Jadi kalau posisi jalan macet, gua turun, pacar gua yang bawa motor, gua lari-lari buka jalan, nanti setelah itu gua yang bawa lagi motornya," jelasnya.

Pada intinya, lanjut Syahrul, para personel tidak pernah sampai mengetuk pintu atau kaca mobil yang ada di jalan raya. Kata dia, perilaku tersebut berpotensi mengundang emosi seseorang.

"Intinya, kalau dalam kondisi kaya gitu, jangan sampai kita ketok kaca atau pintu mobil pengendara lain, itu dihindari. Paling kami bicara baik-baik. Karena berpotensi mengundang emosi orang," imbuh dia.

Asal Usul P.A.D.E

Sebelum wabah Covid-19 melanda Tanah Air, gerakan kemanusiaan berupa pengawalan mobil ambulans sudah dilakukan oleh P.A.D.E. Berangkat dari sebuah keresahan mengenai kesulitan mobil ambulans kesulitan menembus kemacetan Ibu Kota, P.A.D.E resmi berdiri pada 14 Januari 2018 lalu.

Seiring melonjaknya kasus kematian akibat virus Corona, kerja-kerja sosial komunitas P.A.D.E tentunya semakin sibuk. Putra selaku ketua umum menyatakan, dalam sehari, P.A.D.E bisa mengawal tiga sampai empat ambulans menuju TPU.

Rutenya pun beragam, terkadang personel P.A.D.E kerap mengawal ambulans menuju TPU di kawasan Tapos, Depok, Jawa Barat. Tak jarang, P.A.D.E juga turut mengawal ambulans menuju TPU khusus Covid-19 di Ibu Kota seperti TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur atau TPU Rorotan, Jakarta Utara.

"Sehari bisa tiga sampai empat rute. Paling sering ke TPU Tapos dan Cilangkap, itu di Depok. Kalau di Jakarta kami biasa ke TPU Pondok Ranggon sampai Rorotan juga," ungkap Putra.

Anggota Patwal Ambulance Depok, komunitas pengawal mobil ambulans pembawa pasien covid-19. (dok P.A.D.E)
Anggota Patwal Ambulance Depok, komunitas pengawal mobil ambulans pembawa pasien covid-19. (dok P.A.D.E)

Untuk teknis bagi masyarakat agar bisa mendapat pengawalan, kata Putra, tinggal mengirim pesan ke akun Instagram P.A.D.E. Nantinya, pesan tersebut akan diteruskan kepada personel atau relawan yang berjaga setiap saat.

Gratis

Pada kesempatan itu, Putra menyatakan jika jasa pengawalan ambulans dari P.A.D.E adalah gratis atau tanpa biaya. Kata dia, pihaknya tidak pernah memungut biaya sepeser pun kepada pihak keluarga atau pasien yang membutuhkan jasa pengawalan.

"Kami tidak pernah mematok tarif, tidak pernah meminta biaya sepeser pun untuk biaya pengawalan ambulans," ungkap dia.

Sejak sebelum pandemi Covid-19 berlangsung, P.A.D.E telah memberikan pengawalan teehadap ambulans secara cuma-cuma.

Dalam hal ini, P.A.D.E juga memprioritaskan jasa pengawalan terhadap pasien yang sedang membutuhkan pertolongan dengan segera.

"Dari sebelum pandemi, kami tidak pernah memungut biaya, jadi pure dari hati teman-teman. Selain jenazah, kami juga prioritaskan pasien yang perlu mendapatkan pertolongan dengan segera," tegas Putra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lihai Menembus Macet, Cerita Orang-orang yang Ikhlas Kawal Ambulans Covid Demi Kemanusiaan

Lihai Menembus Macet, Cerita Orang-orang yang Ikhlas Kawal Ambulans Covid Demi Kemanusiaan

News | Selasa, 10 Agustus 2021 | 16:40 WIB

Permintaan Ambulans dan Olah Limbah Medis Selter Meningkat, Jogja Dapat Tambahan Rp1,3 M

Permintaan Ambulans dan Olah Limbah Medis Selter Meningkat, Jogja Dapat Tambahan Rp1,3 M

Jogja | Selasa, 10 Agustus 2021 | 13:05 WIB

Pria Ini Tawarkan Jasa Antar Jemput Pasien Covid-19 Gunakan Mobil Pribadi, Tarif Sukarela

Pria Ini Tawarkan Jasa Antar Jemput Pasien Covid-19 Gunakan Mobil Pribadi, Tarif Sukarela

Otomotif | Senin, 09 Agustus 2021 | 18:45 WIB

Perampok Petugas Ambulans COVID-19 Ditembak, Polisi Ultimatum Para Buronan

Perampok Petugas Ambulans COVID-19 Ditembak, Polisi Ultimatum Para Buronan

Lampung | Senin, 09 Agustus 2021 | 09:54 WIB

Terkini

Jaksa Agung Resmi Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus

Jaksa Agung Resmi Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:13 WIB

Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai

Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:00 WIB

Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur

Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:05 WIB

Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam

Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:04 WIB

Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus

Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 00:03 WIB

Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar

Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 23:06 WIB

Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!

Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:36 WIB

816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta

816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:22 WIB

Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature

Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:08 WIB

Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna

Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:08 WIB

×