Telak! Haris Azhar Sindir Kerumunan: Sembako Jokowi Mirip Bansos yang Dikorupsi Juliari

Agung Sandy Lesmana, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 12 Agustus 2021 | 19:03 WIB
Telak! Haris Azhar Sindir Kerumunan: Sembako Jokowi Mirip Bansos yang Dikorupsi Juliari
Telak! Haris Azhar Sindir Kerumunan: Sembako Jokowi Mirip Bansos yang Dikorupsi Juliari. Paspampres yang membagikan sembako dari Presiden Jokowi di Terminal Grogol, Jakbar. (Suara.com/Yaumal)

Suara.com - Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar turut memberikan komentar pedas terhadap aksi bagi-bagi sembako Presiden Joko Widodo yang picu kerumunan di Terminal Grogol, Jakarta Barat pada Selasa (10/8/0/2021).

Awalnya Haris dalam kejadian tersebut menyinggung soal paket bantuan sosial itu yang dirasa sangat mirip dengan bantuan sosial yang pernah dikorupsi oleh mantan Menteri Sosial Juliari Batubara.

"Jokowi dengan mobil presidennya ada banyak paspampres di situ membagikan bansos ini paket bansos yang dulu mirip dengan apa namanya paket bansos yang dikorupsi oleh Juliari Batubara yang hanya sedikit diungkap oleh KPK tapi sebenarnya diduga ada potensi yang lebih besar," kata Haris dalam chanel youtubenya yang dipersilakan dikutip oleh Suara.com, Kamis (12/8/2021).

Kedua, Haris juga menyoroti soal tampak gemarnya Jokowi mengumpulkan orang untuk berkerumun. Pasalnya, menurut Haris, kejadian picu kerumunan tersebut bukan merupakan kali pertama.

Direktur Lokataru Haris Azhar saat berkunjung ke Suara.com, Jakarta, Kamis (17/1). [Suara.com/Oke Atmaja]
Direktur Lokataru Haris Azhar saat berkunjung ke Suara.com, Jakarta, Kamis (17/1). [Suara.com/Oke Atmaja]

"Sekali lagi Jokowi di Grogol justru menciptakan kerumunan. Kalau ada dari pihak jokowi atau istana bantahan itu kerumunan terjadi setelah Jokowi pergi ya tapi mereka ngumpul karena bantuan dibagi-bagikan oleh presiden jadi dia adakah penyebab dari kerumunan manusia yang menghilangkan 3 atau 5 M salah satunya menjaga jarak," ungkapnya.

Haris mengatakan, terjadinya kerumunan yang sangat konkret dan tak terbantahkan lagi. Menurutnya, banyak dari sejumlah media yang memberitakan kerumunan jelas terlihat.

"Ketiga mau sampai kapan presiden Joko Widodo itu mengandalkan popularitas bencana dengan ngumpul-ngumpul seperti ini. Ada menteri sosialnya yg baru kerjanya bagaimana. Jadi menurut saya nggak perlu panggung-panggung itu disampaikan dengan cara seperti ngumpulin orang," tuturnya.

Lebih lanjut, Haris menyinggung soal kegiatan Jokowi yang disebut sibuk mengurus bidang digital. Menurutnya, ada ketidak sinkronan antara pihak-pihak yang ada di Istana.

"Kenapa sibuk beberapa algoritma-algoritma online digital hightec tetapi bagi-bagi bansos masih pakai cara tradisional pasti ada kabel yang nggak nyambung antara Jokowi dengan senen dan Jokowi dengan Selasa sehingga Jokowi di hari Rabu ada kabel-kabel yang nggak nyambung di sekitar istana," tandasnya.

baca juga
Kerumunan warga saat mengantre sembako yang dibagikan Presien Jokowi di Terminal Grogol, Jakbar. (Suara.com/Yaumal)
Kerumunan warga saat mengantre sembako yang dibagikan Presien Jokowi di Terminal Grogol, Jakbar. (Suara.com/Yaumal)

Bansos Jokowi Picu Kerumunan

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyambangi Terminal Grogol, Jakarta Barat pada Selasa (10/8/2021). Kedatangan Jokowi, untuk membagikan sembako kepada warga. Namun karena tingginya antusias warga yang  tidak sabaran mengantre hingga menyebabkan terjadinya kerumunan, bahkan terjadi dorong-dorongan.

Pantauan Suara.com di lokasi Jokowi tiba sekitar pukul 16.12 WIB. Namun saat tiba, Jokowi tidak turun dari mobil yang ditumpanginya. Masyarakat pun hanya bisa melihat dari jauh sambil meneriaki memanggil-manggil namanya.

Dari dalam mobil Jokowi melambaikan tangan kepada para warga yang berkumpul. Sekitar 5 menit kemudian Jokowi langsung meninggalkan lokasi.

Saat Jokowi tiba, pembagian sembako sebenarnya berjalan kondusif. Mereka mengantre dengan menjaga jarak. Namun setelah mantan Gubernur DKI Jakarta itu meninggalkan lokasi, situasi tidak kondusif.

Terlihat mereka terlibat saling dorong, sampai ada beberapa warga yang terlihat terjepit di antara kerumunan massa. Alhasil protokol kesehatan jaga jarak pun terabaikan.

Petugas yang terdiri dari TNI, Polri, dan Paspampres berusaha untuk menertibkan warga. Mereka sesekali berteriak untuk menenangkan. Namun tidak berhasil.

Karena situasi tidak kondusif, tim yang bertugas menghentikan pembagian sembako. Warga pun terlihat kecewa. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Kerumunan Bagi-bagi Sembako Jokowi, Ketum PA 212: Giliran HRS Langsung Dipidanakan

Heboh Kerumunan Bagi-bagi Sembako Jokowi, Ketum PA 212: Giliran HRS Langsung Dipidanakan

News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 12:48 WIB

Ungkit Kerumunan Bansos di Grogol, PA 212: Kalau Jokowi Tak Diproses Hukum, Bebaskan HRS!

Ungkit Kerumunan Bansos di Grogol, PA 212: Kalau Jokowi Tak Diproses Hukum, Bebaskan HRS!

News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 11:21 WIB

Benarkah Kepercayaan Presiden Jokowi ke Airlangga Hartarto Karena Prestasi?

Benarkah Kepercayaan Presiden Jokowi ke Airlangga Hartarto Karena Prestasi?

Jawa Tengah | Kamis, 12 Agustus 2021 | 07:36 WIB

Sembako Jokowi Picu Kerumunan di Grogol, Istana: Itu Dadakan, Ternyata Banyak Warga

Sembako Jokowi Picu Kerumunan di Grogol, Istana: Itu Dadakan, Ternyata Banyak Warga

News | Rabu, 11 Agustus 2021 | 17:14 WIB

Terkini

Jerat Jukir Liar Pakai Pasal Pemerasan: Solusi Tuntas atau Sekadar Tambal Sulam?

Jerat Jukir Liar Pakai Pasal Pemerasan: Solusi Tuntas atau Sekadar Tambal Sulam?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 06:30 WIB

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

×