Sentil Pemerintah, Benny: Jangan Banyak Ambil Untung, Kapan PCR Gratis untuk Rakyat?

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 16 Agustus 2021 | 12:15 WIB
Sentil Pemerintah, Benny: Jangan Banyak Ambil Untung, Kapan PCR Gratis untuk Rakyat?
Politisi Partai Demokrat Benny K Harman saat ditemui di DPR RI. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Anggota DPR RI Benny K. Harman menyindir pemerintah yang telah meraup banyak keuntungan dari bisnis tes antigen dan PCR.

Ia mempertanyakan kapan Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengeluarkan kebijakan untuk menggratiskan tes PCR.

Sindiran itu disampaikan oleh politisi Partai Demokrat itu melalui akun Twitter miliknya @bennyharmanid.

"Kapan PCR gratis untuk rakyatnya? Jangan terlalu banyak meraup untung atas pandemi ini," kata Benny seperti dikutip Suara.com, Senin (16/8/2021).

Benny mengapresiasi langkah pemerintah menetapkan harga pemeriksaan uji validitas rapid antigen gratis mulai 18 Agustus 2021 mendatang.

Namun, menurutnya kebijakan tersebut terlambat diambil karena pemerintah telah meraup banyak untung.

"Sri Mulyani tetapkan rapid test antigen gratis mulai berlaku 18 Agustus 2021. Ini jika betul adalah kabar gembira, tapi setelah banyak meraup untung," ungkapnya.

Benny K Harman sindir pemerintah banyak ambil untung dari tes Covid-19 (Twitter)
Benny K Harman sindir pemerintah banyak ambil untung dari tes Covid-19 (Twitter)

Harga Tes PCR Maksimal Rp 550 Ribu

Pemerintah menurunkan harga tes PCR maksimal sebesar Rp 550 ribu.

baca juga

Kabar mengenai turunnya harga tes PCR disampaikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Minggu (15/8/2021).

Jokowi meminta agar harga maksimal tes "PCR" (polymerase chain reaction) untuk mendeteksi Covid-19 adalah sebesar Rp 550 ribu.

Selain itu Jokowi juga meminta hasil tes PCR dapat diketahui maksimal 1x24 jam.

"Saya sudah berbicara dengan menteri kesehatan mengenai hal ini, saya minta agar biaya tes 'PCR' ini berada di kisaran antara Rp450 ribu sampai Rp 550 ribu," kata Presiden Jokowi melalui kanal "Youtube" Sekretariat Presiden Jakarta, Minggu (15/8/2021) dikutip dari Antara.

Tes PCR merupakan metode pemeriksaan virus SARS CoV-2 dengan mendeteksi DNA virus. WHO juga merekomendasikan metode tes PCR untuk mendeteksi COVID-19.

"Selain itu saya minta juga agar tes PCR bisa diketahui hasilnya dalam waktu maksimal 1x24 jam, kita butuh kecepatan," ucap Presiden.

Presiden berharap dengan rentang harga tersebut maka tes Covid-19 akan semakin banyak.

"Salah satu cara untuk memperbanyak testing adalah dengan menurunkan harga tes PCR," ujar Presiden menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga PCR Turun, Epidemiolog: Harusnya Tes Antigen jadi Rp60 Ribu

Harga PCR Turun, Epidemiolog: Harusnya Tes Antigen jadi Rp60 Ribu

News | Senin, 16 Agustus 2021 | 09:10 WIB

Bersyukur Jokowi Turunkan Harga Tes PCR, Iwan Fals: Alhamdulillah Lagi kalau Gratis

Bersyukur Jokowi Turunkan Harga Tes PCR, Iwan Fals: Alhamdulillah Lagi kalau Gratis

Jabar | Senin, 16 Agustus 2021 | 08:00 WIB

Tok! Presiden Jokowi Minta Harga Tes PCR Diturunkan Jadi Rp 450 Ribu

Tok! Presiden Jokowi Minta Harga Tes PCR Diturunkan Jadi Rp 450 Ribu

Jabar | Minggu, 15 Agustus 2021 | 14:14 WIB

Terkini

Survei Arawicaksa Institute: Abdul Muti dan Amran Sulaiman Menteri dengan Penilaian Tertinggi

Survei Arawicaksa Institute: Abdul Muti dan Amran Sulaiman Menteri dengan Penilaian Tertinggi

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Essence Dipakai Sebelum atau Sesudah Serum? Ini Urutan Skincare yang Benar

Essence Dipakai Sebelum atau Sesudah Serum? Ini Urutan Skincare yang Benar

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Joey Pelupessy Ungkap Momen Manis FIFA ASEAN Cup 2026: Jabat Tangan Prabowo dan Air Mata Suporter

Joey Pelupessy Ungkap Momen Manis FIFA ASEAN Cup 2026: Jabat Tangan Prabowo dan Air Mata Suporter

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Cashback 20 Persen Tagihan PDAM Hingga Desember 2026, Bayar di BRImo

Cashback 20 Persen Tagihan PDAM Hingga Desember 2026, Bayar di BRImo

Bri | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:03 WIB

Kisah Remaja di Kampung Ambon Pakai Narkoba Dua Kali Seminggu, Polisi Tempuh Jalur Rehabilitasi

Kisah Remaja di Kampung Ambon Pakai Narkoba Dua Kali Seminggu, Polisi Tempuh Jalur Rehabilitasi

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Kolektor Kisah Unik Para Pelanggan Toko Buku Bekas: Ketika Buku Menyimpan Luka dan Kenangan

Kolektor Kisah Unik Para Pelanggan Toko Buku Bekas: Ketika Buku Menyimpan Luka dan Kenangan

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Momentum Bulan Inklusi Keuangan, BRILink Agen Hadirkan Akses Keuangan hingga Pelosok

Momentum Bulan Inklusi Keuangan, BRILink Agen Hadirkan Akses Keuangan hingga Pelosok

Surakarta | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:57 WIB

Komnas HAM Selidiki Dugaan Pembatasan Internet saat Demo 27 Agustus

Komnas HAM Selidiki Dugaan Pembatasan Internet saat Demo 27 Agustus

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Hadapi Musim Hujan, Semarang Siagakan 119 Pompa, Pengerukan 5 Lokasi Dikebut

Hadapi Musim Hujan, Semarang Siagakan 119 Pompa, Pengerukan 5 Lokasi Dikebut

Jawa Tengah | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Musik Kencang dan Rusuh! Lapak Narkoba di Kampung Ambon Sudah Lama Resahkan Warga

Musik Kencang dan Rusuh! Lapak Narkoba di Kampung Ambon Sudah Lama Resahkan Warga

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:55 WIB

×