alexametrics

Luhut: Kapasitas Pengunjung Mal Akan Ditingkatkan dan Boleh Makan di Tempat

Erick Tanjung | Ria Rizki Nirmala Sari
Luhut: Kapasitas Pengunjung Mal Akan Ditingkatkan dan Boleh Makan di Tempat
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

"Hasil evaluasi menunjukkan penerapan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan dan mal sudah dilakukan secara disiplin," kata Luhut.

Suara.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa hasil evaluasi terhadap uji coba pembukaan mal, pusat perbelanjaan dan pusat perdagangan di DKI Jakarta, Kota Bandung, Surabaya dan Semarang berjalan cukup baik selama sepekan terakhir. Karena itu, pemerintah akan meningkatkan kapasitas kunjungan, memperbolehkan pengunjung makan di tempat dengan kapasitas yang sudah ditentukan.

"Hasil evaluasi menunjukkan penerapan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan dan mal sudah dilakukan secara disiplin," kata Luhutaluasi menunjukkan penerapan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan dan mal sudah dilakukan secara disiplin," kata Luhut pada konferensi pers yang ditayangkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (16/8/2021).

Luhut menjelaskan bahwa pemerintah bakal memperluas cakupan kota di Level 4 yang dapat melakukan uji coba pembukaan mal, pusat perbelanjaan dan pusat perdagangan. Selain itu pemerintah juga bakal meningkatkan kapasitas kunjungan pusat perbelanjaan/mal menjadi 50 persen dan memberikan akses dine-in atau makan ditempat sejumlah 25 persen atau 2 orang per meja pada pusat perbelanjaan atau mal selama seminggu ke depan di wilayah level 4 yang melakukan uji coba dan wilayah level 3.

"Protokol kesehatan yang ketat tetap dilakukan dengan menggunakan protokol pelaksanaan yang sudah berjalan saat ini dan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan screening terhadap pengunjung," ujarnya.

Baca Juga: 1 Juta Orang Akses Aplikasi Peduli Lindungi, 619 Orang Tak Bisa Masuk Mal

"Hal ini juga tentunya akan membiasakan masyarakat untuk hidup disiplin secara terdigitalisasi yang akan membawa perubahan pada pola hidup masyarakat saat ini," tambahnya.

Sementara itu, Luhut mengungkapkan selama uji coba sepekan kemarin, terdapat 1.015.303 orang yang mengakses aplikasi Peduli Lindungi agar masuk ke dalam mal atau pusat perbelanjaaan. Diantara jumlahh tersebut terdapat 619 orang yang ditolak masuk oleh sistem.

"(Sehingga) tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam pusat perbelanjaan/mal dalam seminggu terakhir," tuturnya.

Komentar