Pengalaman Priyadi Merawat Merpati Pos Racing

Siswanto

Selasa, 17 Agustus 2021 | 11:42 WIB
Pengalaman Priyadi Merawat Merpati Pos Racing
Ilustrasi lomba merpati [ANTARA FOTO/Basri Marzuki]

Suara.com - Penggemar merpati balap menceritakan pengalaman merawat burung  yang dikenal sebagai merpati pos Indonesia. 

Merawat merpati balap ternyata mengasyikkan. Burung ini memiliki kemampuan terbang jarak jauh. Selain mampu menyampaikan pesan ke tempat yang dituju, juga bisa dilatih adu cepat dan bisa kembali ke rumah pemilik.

Merpati balap mempunyai daya ingat yang kuat. Dengan daya indera penglihatan dan ingatan yang kuat, mereka bisa kembali ke rumah pemilik tanpa dipandu.

Kemampuan lain yang dimiliki merpati balap  yaitu kecepatan terbang. Itu sebabnya, merpati pos racing sering diikutkan dalam lomba.

Seorang penggemar merpati balap Priyadi atau Mas Thung, asal Kota Mojokerto, Jawa Timur, mengatakan telah menekuni hobi sejak Maret 2017. Dia sudah mengoleksi puluhan merpati.

Tiap-tiap merpati kalau dijual harganya cukup fantastis.  Harga merpati pos racing di Jawa Timur yang langganan juara bisa mencapai Rp10 juta sampai Rp15 juta.

"Kalau untuk pelihara merpati biasa sudah dari kecil, saat TK dulu, karena hobi sepanjang masa. Untuk (merpati) pos racing baru Maret 2017," kata Priyadi kepada Jatimnet.com.

Salah satu merpati pos racing milik Priyadi pernah mengikuti lomba pos dara racing hingga Kota Cilegon, Banten, dan berhasil menyabet juara III.

Saat perlombaan itu, merpati berhasil pulang ke rumah Priyadi di Perum Surodinawan Grand Site, Jalan Grand Site Madya, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, dengan jarak tempuh dua hari mencapai 750 kilometer.

baca juga

Priyadi mengatakan memelihara merpati pos racing lebih mudah ketimbang memelihara burung lainnya. Cukup dengan memberikan dua makanan pokok, jagung dan sorgum, setiap hari sebagai menu utama.

Ditambah dengan biji-bijian lain sebagai makanan ringan tambahan di sore hari, seperti kacang hijau, kacang tanah, beras merah, dan pelet atau makanan olahan yang sudah dibentuk instan untuk hewan. Makanan yang cukup dibutuhkan agar merpati tetap fit dan ceria setiap hari hingga menjelang perlombaan.

"Kalau memang mendekati buat lomba, saya agak tambahkan porsi snack-nya. Biar fit, yang paling penting melatih mengawang-nya (terbang) ini agar makin teruji naluri pulang ke rumahnya," tuturnya.

Tak hanya itu, kebersihan burung tetap dijaga selama tak mengikuti kompetisi merpati pos racing. Hal itu dilakukan setiap pagi usai memberi makan dan membersihkan kandang. Pria yang bekerja sebagai konsultan proyek pembangunan di Jombang ini tak lupa memandikan puluhan merpati kesayangannya.

"Habis dilepas, mengawang (terbang), dan makan, saya tinggal semprot air saja di depan kandang. Mereka semua pada datang minta dimandikan, nanti masuk sendiri ke dalam kandang," katanya.

Selain menghasilkan merpati juara dalam perlombaan merpati pos racing, dirinya juga membuat anakannya. Alhasil, ada tiga kandang khusus yang dimilikinya. Salah satunya kandang untuk breeding (pembiakan) keturunan merpati pos racing.

"Setelah berusia satu sampai tiga bulan, merpati-merpati itu dipindahkan ke kandang transit piyik (anakan) untuk melatih kemampuan mereka memperoleh makan, sebelum dipindahkan ke kandang penerbang," kata dia.

Bermain merpati pos racing memang berbeda dengan merpati biasa yang hanya dikenalkan pada jarak dekat dan mengandalkan kecepatan tertentu saja. Kalau merpati pos racing harus dilepas dari jarak jauh mulai ratusan meter hingga ribuan kilometer.

Rekam jejak hidup si burung dan asal keturunan menjadi indikator utama penghasil merpati pos racing menjuarai pelombaan. Perlombaan merpati pos racing mengharuskan si burung dilepaskan dari titik koordinat awal untuk pulang ke rumah pemiliknya atau kandangnya.

Sebelum dilepas bersama-sama dengan merpati lainnya, setiap burung diberi barcode atau kode bar sebagai identitas. Kode itu harus dimasukkan ke aplikasi khusus merpati pos racing maupun pesan singkat yang disediakan panitia ketika merpati sudah sampai ke tuannya.

"Ini barusan ada yang sampai, kodenya yang ditempelkan panitia di sana harus dimasukkan ke aplikasi atau WA. Supaya jadi bukti merpati sampai sesuai koordinat dan bisa menentukan jarak tempuh, (serta diukur) kecepatan si merpati apakah masuk (kategori) juara," kata Priyadi.

Tak jarang pula, ada saja merpati pos racing milik orang lain yang tiba-tiba ada di atas kandangnya karena mengira sudah berada di kandang tuannya. Melihat hal itu, Thung tak serta merta mengakui merpati itu.

Ia akan menginformasikan ke perkumpulan pehobi yang sama dalam sebuah media sosial. Sebab, setiap merpati yang ikut lomba pos racing dipastikan memiliki tanda di pergelangan kaki dan sayapnya.

"Jadi nggak perlu khawatir kalau ada yang nyasar (tersesat) gitu ke kandang saya. Kita tahu kalau itu milik kita atau bukan. Jadi yang kesasar (tersesat) pasti langsung saya share (berbagi informasi) di medsos biar ada yang lihat, utamanya tuannya," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ulasan Buku 27 Keajaiban Hidup: Sebuah Undangan untuk Menghargai Kehidupan

Ulasan Buku 27 Keajaiban Hidup: Sebuah Undangan untuk Menghargai Kehidupan

Your Say | Senin, 02 Desember 2024 | 20:12 WIB

GIIAS 2022 Akan Jadi Tempat Peluncuran 30 Kendaraan Baru

GIIAS 2022 Akan Jadi Tempat Peluncuran 30 Kendaraan Baru

Otomotif | Rabu, 20 Juli 2022 | 23:38 WIB

Terkini

Temui Menkeu Suahasil, Pramono Tentukan Nasib Obligasi Jakarta

Temui Menkeu Suahasil, Pramono Tentukan Nasib Obligasi Jakarta

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:32 WIB

Bebas Kering! Ini 5 Body Lotion Alpukat untuk Kulit Halus dan Terhidrasi

Bebas Kering! Ini 5 Body Lotion Alpukat untuk Kulit Halus dan Terhidrasi

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Anak Sulit Fokus Belajar Jangan Langsung Dicap Malas, Studi Terbaru Sarankan Periksa Mata dan Jiwa

Anak Sulit Fokus Belajar Jangan Langsung Dicap Malas, Studi Terbaru Sarankan Periksa Mata dan Jiwa

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Amerika Evakuasi Diplomat dari Arab Saudi Usai Bandara Riyadh Dihantam Rudal Houthi

Amerika Evakuasi Diplomat dari Arab Saudi Usai Bandara Riyadh Dihantam Rudal Houthi

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:22 WIB

4 Rekomendasi Serial Baru di Netflix Minggu Ini: Ada Lupin Season 4

4 Rekomendasi Serial Baru di Netflix Minggu Ini: Ada Lupin Season 4

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Piala Dunia U-15 2026: Indonesia Imbang Lawan Bangladesh, Portugal dan Wales di Atas Garuda Muda

Piala Dunia U-15 2026: Indonesia Imbang Lawan Bangladesh, Portugal dan Wales di Atas Garuda Muda

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Saat Pengobatan Anak Mengharuskan Keluarga Jauh dari Rumah, Dukungan Jadi Kekuatan

Saat Pengobatan Anak Mengharuskan Keluarga Jauh dari Rumah, Dukungan Jadi Kekuatan

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Kolaborasi Ortuseight dan Pokmon Hadirkan Sepatu dengan Desain Anti-Mainstream

Kolaborasi Ortuseight dan Pokmon Hadirkan Sepatu dengan Desain Anti-Mainstream

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Ubah Area Parkir Jadi Ruang Publik, Sanur Dorong Jalan Ramah Anak

Ubah Area Parkir Jadi Ruang Publik, Sanur Dorong Jalan Ramah Anak

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Bahasa Indonesia untuk Gen Z: Bertahan di Tengah Gempuran Istilah Nyeleneh

Bahasa Indonesia untuk Gen Z: Bertahan di Tengah Gempuran Istilah Nyeleneh

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:15 WIB

×