Zulhas: Ambang Batas Capres Hasilkan Politik Transaksional, Serba Uang untuk Menang

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Kamis, 19 Agustus 2021 | 16:22 WIB
Zulhas: Ambang Batas Capres Hasilkan Politik Transaksional, Serba Uang untuk Menang
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. - (Kontributor SuaraJogja.id/Putu)

Suara.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan mengatakan pemberlakuan ambang batas pencalonan presiden bagi partai politik sebesar 20 persen berdampak menghadirkan politik transaksional. Karena itu ia menilai bahwa ambang batas tidak diperlukan. Jikapun ada, maka persentasenya harus diturunkan.

"Kami kemarin mengusulkan Pilpres partai politik itu jangan dibatasi 20 persen, karena itu akan menghasilkan politik transaksional. Oleh karena itu, Pilpres cukup 4 persen," kata Zulhas dalam pidato kebangsaan di kanal YouTube CSIS Indonesia, Kamis (19/8/2021).

Dengan begitu, kata Zulhas suara yang diperoleh partai politik tidak akan hangus.

"Dan partai politik kalau dapat wakil silakan. Gak hangus," kata Zulhas.

Zulhas mengatakan imbas yang terjadi tidak hanya menghadirkan politik transaksional. Melainkan juga menimbulkan perbedaan yang kian tajam di tengah masyarakat, mulai dari isu SARA dan lainnya.

"Karena kita dibatasi, undang-undangnya seperti itu, sistemnya juga begitu akhirnya apa? Politik kita menjadi politik yang transaksional, semua ukurannya uang, yang penting menang, mengabaikan nilai-nilai. Nah inilah yang kita alami sekarang," ujar Zulhas.

Perbedaan Rakyat Kian Dipertajam

Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menyoroti perbedaan di tengah masyarakat yang kian hari kian menajam. Ia menilai perbedaan yang kian tajam itu tidak terlepas dari persoalan politik.

Zulhas panggilannya mengatakan pikiran masyarakat sengaja diracuni dengan logika elektoral. Di mana untuk mencapai hal tersebut menggunakan semua cara diwajarkan.

baca juga

"Kalau kita melihat apa yang terjadi di Indonesia belakangan ini, perbedaan justru ditajamkan oleh satu sama lain. Pikiran politik kita diracuni logika elektoral yang cenderung menghalalkan segala cara," kata Zulhas dalam pidato kebangsaan di kanal YouTube CSIS Indonesia, Kamis (19/8/2021).

Tajamnya perbedaan kata Zilhas termasuk dengan memecah belah bangsa dengan politik SARA, politik identitas. Selain itu, perbedaan keimanan kembali disoal, sukuisme diperkuat, hingg wacana Tionghoa dan pribumi yang dimunculkan kembali.

"Mayoritas minoritas dibenturkan, aku Pancasila dikontraskan dengan kamu bukan Pancasila. Cebong vs Kampret, Buzzer vs Kadrun. Sedih kita," kata Zulhas.

Zulhas berpendangan jika saja tidak ada perbedaan yang kian sengaja dipertajam, bukan hal mustahil Indonesia bisa menyongsong predikat sebagai negara maju. Sebab, dikatakan Wakil Ketua MPR itu Indonesia sudah memiliki landasan yang kokoh dan dasar-dasar yang kuat untuk menuju Indonesia 100 tahun ke depan.

"Jika kita konsisten dan berkomitmen memegang teguh Indonesia bersatu berdaulat, berorientasi pada kemakmuran keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu maka impian Indonesia menjadi negara besar dengan prestasi gemilang insyaallah akan terwujud," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Survei PAN Rendah dan Lama Popular, Zulhas: Kami Tidak Pasang Baliho, Uang Terbatas

Hasil Survei PAN Rendah dan Lama Popular, Zulhas: Kami Tidak Pasang Baliho, Uang Terbatas

News | Rabu, 18 Agustus 2021 | 18:19 WIB

Ketum PAN Zulhas Semprot Saleh Daulay, Guspardi Gaus dan Rosaline: Jangan Diulangi Lagi!

Ketum PAN Zulhas Semprot Saleh Daulay, Guspardi Gaus dan Rosaline: Jangan Diulangi Lagi!

News | Jum'at, 16 Juli 2021 | 10:40 WIB

Ulama Kharismatik Betawi Abdul Rasyid Abdullah Syafiie Meninggal Dunia

Ulama Kharismatik Betawi Abdul Rasyid Abdullah Syafiie Meninggal Dunia

Jakarta | Sabtu, 10 Juli 2021 | 20:07 WIB

Soal TKA Masuk RI, Zulhas: Jangan Ada Kesan Ketat ke Warga Sendiri, Tapi Longgar ke Asing

Soal TKA Masuk RI, Zulhas: Jangan Ada Kesan Ketat ke Warga Sendiri, Tapi Longgar ke Asing

News | Selasa, 06 Juli 2021 | 09:43 WIB

Terkini

CPNS 2026 untuk Lulusan Apa? Intip Bocorannya

CPNS 2026 untuk Lulusan Apa? Intip Bocorannya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 11:22 WIB

UMKM Menjamur, Pekerjaan Layak Menghilang: Ironi Sistem Kerja di Indonesia

UMKM Menjamur, Pekerjaan Layak Menghilang: Ironi Sistem Kerja di Indonesia

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 11:10 WIB

Pemain Takut, Rizky Ridho Ungkap Alasan Timnas Indonesia Batal Away ke Yordania

Pemain Takut, Rizky Ridho Ungkap Alasan Timnas Indonesia Batal Away ke Yordania

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 11:09 WIB

Arti Telinga Terasa Panas atau Memerah Berdasarkan Jam Menurut Primbon, Ini Tafsirnya

Arti Telinga Terasa Panas atau Memerah Berdasarkan Jam Menurut Primbon, Ini Tafsirnya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 11:07 WIB

Pengekspor Pakaian Terbesar, Gaji Buruh Garmen di Negara Ini Tak Cukup untuk Sekali Makan Sehari

Pengekspor Pakaian Terbesar, Gaji Buruh Garmen di Negara Ini Tak Cukup untuk Sekali Makan Sehari

News | Minggu, 08 November 2026 | 11:05 WIB

Presiden Setuju Tanah Wakaf Blang Padang Dikembalikan ke Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Presiden Setuju Tanah Wakaf Blang Padang Dikembalikan ke Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 11:02 WIB

Masuk Daftar Pejabat yang Diduga Disadap, Erick Thohir: Saya Nomor 36

Masuk Daftar Pejabat yang Diduga Disadap, Erick Thohir: Saya Nomor 36

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 10:57 WIB

Dana Korban Penipuan Rp967,5 Miliar Berhasil Diblokir

Dana Korban Penipuan Rp967,5 Miliar Berhasil Diblokir

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 10:56 WIB

Mengupas Luka Batin Masa Kecil Lewat Buku 'Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero'

Mengupas Luka Batin Masa Kecil Lewat Buku 'Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero'

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 10:55 WIB

Kasus Pembakaran Warung Mi Babi Sukoharjo: Polisi Tangkap DPO di Solo, Mantan Napiter

Kasus Pembakaran Warung Mi Babi Sukoharjo: Polisi Tangkap DPO di Solo, Mantan Napiter

Jawa Tengah | Minggu, 08 November 2026 | 10:54 WIB

×