Taliban Menyiksa dan Membantai Warga Etnis Hazara yang Bermazhab Syiah

Reza Gunadha, BBC

Jum'at, 20 Agustus 2021 | 18:42 WIB
Taliban Menyiksa dan Membantai Warga Etnis Hazara yang Bermazhab Syiah
Taliban

Suara.com - Amnesty International, kelompok pemerhati hak asasi manusia, mengungkapkan kelompok Taliban baru-baru ini melakukan pembantaian dan menyiksa secara brutal sejumlah warga etnis minoritas Hazara di Afganistan.

Sejumlah saksi mata memberikan laporan mengerikan tentang pembunuhan yang terjadi pada awal Juli di provinsi Ghazni.

Sejak mengambil alih ibu kota Afghanistan, Kabul, pada hari Minggu lalu (15/08), Taliban telah berusaha menampilkan citra yang lebih moderat.

Namun Amnesty mengatakan insiden tersebut adalah "indikator mengerikan" dari pemerintahan Taliban.

Komunitas Hazara adalah kelompok etnis terbesar ketiga di Afghanistan.

Mayoritas dari mereka menganut Islam Syiah dan sudah sejak lama menghadapi diskriminasi dan persekusi di Afghanistan dan Pakistan yang didominasi Islam Sunni.

Dalam laporan yang diterbitkan pada hari Kamis (19/08), Amnesty mengatakan sembilan orang Hazara tewas antara tanggal 4 dan 6 Juli di Distrik Malistan, Provinsi Ghazni timur.

Organisasi hak asasi manusia itu mewawancarai saksi mata dan meninjau bukti foto setelah pembunuhan.

Penduduk desa mengatakan mereka melarikan diri ke pegunungan ketika pertempuran antara pasukan pemerintah dan petempur Taliban semakin sengit.

baca juga

Ketika beberapa dari mereka kembali ke Desa Mundarakht untuk mengambil makanan, mereka berkata Taliban telah menjarah rumah mereka dan menunggu mereka. Secara terpisah, beberapa pria yang melewati Mundarakht dalam perjalanan pulang ke dusunnya juga dihadang.

Total enam orang diduga ditembak, beberapa di kepala, dan tiga disiksa sampai mati.

Pengakuan warga Afghanistan etnis Hazara di Indonesia

Seorang warga Afghanistan, Sazawar Muhammad Musa, mengungkapkan sebelum Taliban menguasai Kabul dan masih ada perang, Taliban akan langsung membunuh orang Hazara.

"Mereka langsung menembak jika bertemu orang Hazara tanpa bertanya apapun. Alasan mereka, orang Hazara patut dibunuh," kata Musa kepada jurnalis BBC News Indonesia, Silvano Hajid Maulana.

Musa, yang sejak beberapa tahun lalu berstatus pengungsi di Indonesia, mengaku belum bisa memprediksi apakah Taliban benar-benar berubah dan memegang janji mereka setelah kembali menguasai Afghanistan.

"Kemarin sore, teman saya cerita bahwa dia dan istrinya mau kabur dari Kabul. Ketika di Bandara Internasional Hamid Harzai, mereka ketahuan [sebagai] orang Hazara.

"Taliban memukul dia di seluruh badan sampai hitam biru. 'Yang lain bisa izin pergi tapi kamu tidak akan bisa pergi karena kamu Hazara'. Taliban bilang begitu ke teman saya," ujar Musa, yang bekerja sebagai wartawan saat masih di Afghanistan.

Musa, di satu sisi, berharap Taliban berubah .

"Tapi kita tidak percaya Taliban benar-benar berubah dan kami (orang-orang Hazara) khawatir dan takut kalau Taliban bentuk pemerintahan.

"Khawatirnya mereka agak berubah karena mau mendapatkan kepercayaan komunitas internasional," lanjutnya.

Menurut keterangan saksi mata, seorang laki-laki dicekik dengan syalnya sendiri dan otot lengannya dipotong. Satu orang lain diberondong peluru.

Seorang saksi mata mengatakan mereka bertanya kepada para anggota Taliban mengapa mereka melakukan kebrutalan seperti itu.

"Pada saat konflik, semua orang mati, tidak peduli punya senjata atau tidak. Ini waktunya perang," kata seorang petempur.

Sekretaris Jenderal Amnesti Agnès Callamard mengatakan: "Kebrutalan pembunuhan ini adalah pengingat akan catatan masa lalu Taliban, dan indikator mengerikan dari apa yang mungkin akan dibawa oleh pemerintahan Taliban."

"Pembunuhan yang disengaja ini adalah bukti bahwa etnis dan agama minoritas tetap berada dalam bahaya di bawah pemerintahan Taliban di Afghanistan.

Ia menambahkan bahwa layanan telepon seluler telah terputus di banyak daerah yang telah direbut oleh Taliban, sehingga informasi tentang pembunuhan itu tidak bocor sampai sekarang.

Amnesty meminta PBB untuk menyelidiki dan melindungi mereka yang dalam bahaya.

Taliban terkenal karena aksi brutal mereka selama berkuasa di Afghanistan dengan merampas hak-hak perempuan dan etnis minoritas, sebelum mereka digulingkan oleh pasukan koalisi yang dipimpun AS pada 2001.

Dalam konferensi pers setelah pendudukan Kabul, Taliban berjanji tidak akan melancarkan serangan balas dendam terhadap siapa pun yang bekerja dengan pasukan AS, dan juga akan memberikan hak-hak kepada perempuan di bawah hukum syariah Islam.

Namun sebuah dokumen PBB memperingatkan bahwa petempur Taliban telah pergi dari pintu ke pintu untuk mencari orang-orang yang bekerja untuk pasukan NATO atau pemerintah Afghanistan sebelumnya.


Siapakah kelompok Hazara?

  • Keturunan Mongolia dan Asia Tengah
  • Legenda mengatakan bahwa mereka adalah keturunan Jenghis Khan dan tentaranya, yang menginvasi Afghanistan pada abad ke-13
  • Mayoritas mempraktikkan Islam Syiah, di Afghanistan dan Pakistan yang didominasi Sunni
  • Merupakan 9% dari 39,9 juta penduduk Afghanistan
  • Dianiaya secara kejam oleh Taliban di masa lalu

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaim Hargai Hak Wanita, Taliban Diduga Bunuh Seorang Perempuan Gegara Tak Pakai Burka

Klaim Hargai Hak Wanita, Taliban Diduga Bunuh Seorang Perempuan Gegara Tak Pakai Burka

Batam | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 18:41 WIB

Menlu Retno Pastikan Evakuasi WNI yang Ada di Afghanistan Berjalan Lancar

Menlu Retno Pastikan Evakuasi WNI yang Ada di Afghanistan Berjalan Lancar

Kaltim | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 17:20 WIB

Taliban Berkuasa, Karateka Meena Asadi Khawatirkan Karier Atlet Putri Afghanistan

Taliban Berkuasa, Karateka Meena Asadi Khawatirkan Karier Atlet Putri Afghanistan

Sport | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 16:49 WIB

Pakar: Evakuasi 26 WNI dari Afghanistan Patut Diapresiasi

Pakar: Evakuasi 26 WNI dari Afghanistan Patut Diapresiasi

News | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 16:28 WIB

Taliban Berkuasa, Eks Bintang Panas Mia Khalifa Kecam Presiden Ashraf Gani yang Kabur

Taliban Berkuasa, Eks Bintang Panas Mia Khalifa Kecam Presiden Ashraf Gani yang Kabur

Lampung | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 18:15 WIB

Batik Air Tegaskan Tak Terbang Evakuasi WNI di Afghanistan

Batik Air Tegaskan Tak Terbang Evakuasi WNI di Afghanistan

Bisnis | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 15:54 WIB

Kejamnya Taliban, Tentara Inggris Beri Kesaksian Ibu-ibu Rela Memanjat Tembok Berduri

Kejamnya Taliban, Tentara Inggris Beri Kesaksian Ibu-ibu Rela Memanjat Tembok Berduri

Surakarta | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 15:29 WIB

Curhat Jurnalis Perempuan di Afghanistan: Lewati Rute Berbeda Setiap Hari

Curhat Jurnalis Perempuan di Afghanistan: Lewati Rute Berbeda Setiap Hari

Video | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 17:45 WIB

Terkini

Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:17 WIB

4 Serum Bioaqua untuk Anti-Aging di Bawah Rp30 Ribu, Wajah Kencang Awet Muda

4 Serum Bioaqua untuk Anti-Aging di Bawah Rp30 Ribu, Wajah Kencang Awet Muda

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 09:15 WIB

Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang

Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 09:10 WIB

Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026

Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026

Jawa Tengah | Minggu, 13 September 2026 | 09:08 WIB

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:05 WIB

Jepang Kirim Bantuan Untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

Jepang Kirim Bantuan Untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 09:00 WIB

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:55 WIB

Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang

Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:45 WIB

Emil Audero Debut 7 Penyelamatan Saat Rayo Vallecano Dipermalukan Kylian Mbappe

Emil Audero Debut 7 Penyelamatan Saat Rayo Vallecano Dipermalukan Kylian Mbappe

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 08:40 WIB

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:25 WIB

×