Epidemiolog UI: Pemerintah Tidak Niat Mengendalikan Pandemi Covid-19

Bangun Santoso, Stephanus Aranditio

Minggu, 22 Agustus 2021 | 13:02 WIB
Epidemiolog UI: Pemerintah Tidak Niat Mengendalikan Pandemi Covid-19
Ilustrasi Covid-19 (Elements Envato)

Suara.com - Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono menilai pemerintah memang sejak awal tidak berniat mengendalikan pandemi karena kebijakannya selalu tumpang tindih.

Pandu mengatakan, kunci utama pengendalian pandemi adalah membatasi mobilitas, setiap jelang libur panjang seperti akhir tahun dan lebaran kemarin selalu mendorong masyarakat untuk liburan dengan pelonggaran pembatasan.

"Banyak kebijakan pemerintah yang sebenarnya mendorong supaya memang pandemi tidak terkendali bahkan disuruh meningkat terus, kalau mau terus terang bahwa pemerintah memang tidak berniat atau tidak tahu bagaimana mengendalikan pandemi karena selalu didorong adanya liburan panjang setiap penduduk supaya bisa bepergian," kata Pandu dalam diskusi FIAKSI, Minggu (22/8/2021).

Kata dia, pemerintah sebenarnya sudah mendapatkan pelajaran ketika terjadi lonjakan kasus pada Agustus-September 2020 pasca lebaran, namun kesalahan itu kembali diulang ketika libur akhir tahun dan lebaran 2021.

"Terlebih dengan adanya virus yang lebih mudah bertransmisi ke orang lain (varian baru)," ucapnya.

Hal ini semakin diperparah dengan kacaunya data pandemi di Indonesia yang tidak menggambarkan keadaan asli di masyarakat, banyak kasus positif Covid-19 yang tidak terdeteksi sehingga penularan menjadi liar.

"Kalau asumsinya sistemnya tidak banyak berubah maka mungkin pada waktu sekarang di Indonesia itu sebenarnya yang sudah terinfeksi itu lebih dari 30 juta, ini menunjukkan bahwa data yang terdeteksi di dalam sistem itu selalu tidak mencerminkan data sesungguhnya," ungkap Pandu.

Dia menyebut data yang dilaporkan setiap hari oleh Satgas Covid-19 bukanlah data hari itu atau real time, melainkan data yang dilaporkan daerah ke pemerintah pusat yang sering terlambat.

"Kelemahan data kita adalah terlambat dilaporkan, ada delay yang luar biasa besarnya, maka ada data yang dilaporkan setelah 3 bulan lalu," tuturnya.

baca juga

Diketahui, berdasarkan data pemerintah, pandemi COVID-19 telah menginfeksi 3.967.048 orang Indonesia, kini masih terdapat 319.658 kasus aktif, 3.522.048 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 125.342 jiwa meninggal dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nyaris Meninggal Dunia Akibat Paru-paru Rusak, Deddy Corbuzier Selamat Karena Hal Ini

Nyaris Meninggal Dunia Akibat Paru-paru Rusak, Deddy Corbuzier Selamat Karena Hal Ini

Jawa Tengah | Minggu, 22 Agustus 2021 | 12:47 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Melawan Covid -19, Warga Palembang Terima Paket Makanan Jadi

Dukung Ketahanan Pangan Melawan Covid -19, Warga Palembang Terima Paket Makanan Jadi

Sumsel | Minggu, 22 Agustus 2021 | 12:41 WIB

Deddy Corbuzier Sempat Kritis, Ivan Gunawan: Gue Tuh Perasaan Ngga Enak Mulu

Deddy Corbuzier Sempat Kritis, Ivan Gunawan: Gue Tuh Perasaan Ngga Enak Mulu

Jogja | Minggu, 22 Agustus 2021 | 12:35 WIB

Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil Beri Kabar Menggembirakan: Darurat Sudah Lewat!

Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil Beri Kabar Menggembirakan: Darurat Sudah Lewat!

Jabar | Minggu, 22 Agustus 2021 | 12:28 WIB

30 Juta Warga Indonesia Diprediksi Sudah Terinfeksi Covid-19

30 Juta Warga Indonesia Diprediksi Sudah Terinfeksi Covid-19

News | Minggu, 22 Agustus 2021 | 12:21 WIB

Gigit Jari! Warga Bogor Pulang Lagi karena Tak Dapat Kuota Vaksin di RSAU Hassan Toto

Gigit Jari! Warga Bogor Pulang Lagi karena Tak Dapat Kuota Vaksin di RSAU Hassan Toto

Bogor | Minggu, 22 Agustus 2021 | 11:35 WIB

Dua Belas Hari Menghilang, Deddy Corbuzier: Saya Hampir Meninggal Karena Badai Cytokine

Dua Belas Hari Menghilang, Deddy Corbuzier: Saya Hampir Meninggal Karena Badai Cytokine

Kaltim | Minggu, 22 Agustus 2021 | 11:34 WIB

Terkini

Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat

Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:02 WIB

Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun

Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:02 WIB

PT DSI Bisa Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Ekspor, Asal Transparan

PT DSI Bisa Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Ekspor, Asal Transparan

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:56 WIB

DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan

DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:56 WIB

Marbot Masjid di Cilacap Cabuli 24 Anak, Korban Dipaksa Sumpah Alquran Supaya Bungkam

Marbot Masjid di Cilacap Cabuli 24 Anak, Korban Dipaksa Sumpah Alquran Supaya Bungkam

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:56 WIB

IESR: Hilirisasi Harus Sejalan dengan Transisi Energi

IESR: Hilirisasi Harus Sejalan dengan Transisi Energi

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya

Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Diancam dengan Sumpah Al-Qur'an, 24 Anak jadi korban Pencabulan Guru Ngaji di Cilacap

Diancam dengan Sumpah Al-Qur'an, 24 Anak jadi korban Pencabulan Guru Ngaji di Cilacap

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:51 WIB

Tekan Kematian Ibu Melahirkan di Daerah, Prabowo Siapkan Ambulans Terbang Bisa Parkir Pinggir Sungai

Tekan Kematian Ibu Melahirkan di Daerah, Prabowo Siapkan Ambulans Terbang Bisa Parkir Pinggir Sungai

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:45 WIB

3 Kemenangan Prabowo Jika Masyarakat Gunakan Motor Listrik

3 Kemenangan Prabowo Jika Masyarakat Gunakan Motor Listrik

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:42 WIB

×