alexametrics

Ketua Geng Haiti Umumkan Gencatan Senjata, Prioritaskan Menolong Korban Gempa

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Ketua Geng Haiti Umumkan Gencatan Senjata, Prioritaskan Menolong Korban Gempa
Ketua geng Haiti, Jimmy Cherizier. (Facebook/Le Province TV)

Ia menyerukan sesama geng untuk untuk sementara waktu berdamai dan mengizinkan bantuan lewat dengan aman.

Suara.com - Seorang ketua geng yang disegani di Haiti, Jimmy Cherizier atau yang dikenal dengan nama 'Barbecue' mengumumkan gencatan senjata sehingga bantuan kemanusiaan bisa mencapai lokasi gempa dahsyat di negara itu.

Menyadur Miami Herald Senin (23/08), dalam sebuah video yang disebarkan melalui media sosial, ia juga mengundang 'reka-rekannya' untuk menunjukkan solidaritas dan menolong korban gempa.

“Semua orang tahu bahwa para korban membutuhkan air, makanan, tenda, terpal,” kata Cherizier dalam bahasa Kreol.

“Kami mengundang semua yang bisa membantu kami memperkuat momentum solidaritas ini dengan memberikan semua yang mereka bisa.”

Baca Juga: Warga Haiti Adu Jotos Berebut Amplop Uang Tunai Sumbangan

Gempa dahsyat di Haiti [foto: Antara]
Gempa dahsyat di Haiti [foto: Antara]

Dia mengatakan sesama pemimpin geng dari Distrik ke-3, yang merupakan daerah Martissant yang dikendalikan geng dan komunitas tetangga yang terletak di barat daya Port-au-Prince, “untuk sementara waktu berdamai dan mengizinkan bantuan lewat dengan aman.”

Kekerasan geng di Martissant menjadi tantangan logistik besar bagi mereka yang ingin memberikan bantuan dan membuat itu tertunda ke tiga wilayah, Nippes, Southwest dan Grand'Anse yang hancur akibat gempa dahsyat.

Dalam angka terbaru yang dirilis Minggu, pihak berwenang Haiti mencatat 2.207 kematian dan 344 orang dinyatakan hilang, seminggu setelah bencana alam.

Ketua geng Haiti, Jimmy Cherizier. (Facebook/Le Province TV)
Ketua geng Haiti, Jimmy Cherizier. (Facebook/Le Province TV)

Gempa tersebut juga melukai sedikitnya 12.268, dan menghancurkan atau merusak lebih dari 129.900 rumah.

Pihak berwenang juga mengatakan bahwa setidaknya 40% dari populasi di ketiga wilayah - lebih dari 684.000 orang - membutuhkan bantuan kemanusiaan yang mendesak.

Baca Juga: Naomi Osaka: Apa yang Terjadi di Haiti dan Afghanistan Benar-benar Gila

Laporan menyebut Cherizier mencoba menampilkan dirinya sebagai penyelamat rakyat. Tapi kata-kata dan tindakannya juga menunjukkan kekerasan bersenjata yang semakin mengganggu Haiti.

Komentar