10 Ucapan Kontroversial Ustaz Yahya Waloni: Sengaja Tabrak Anjing, Murtad karena Mi Instan

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Jum'at, 27 Agustus 2021 | 09:59 WIB
10 Ucapan Kontroversial Ustaz Yahya Waloni: Sengaja Tabrak Anjing, Murtad karena Mi Instan
Ustaz Yahya Waloni. [Tangkapan layar Youtube An Najah Tv]

Suara.com - Penceramah kontroversial, Ustaz Yahya Waloni ditangkap oleh penyidik Bareskrim Polri, Kamis (26/8/2021).

Yahya Waloni diamankan di kediamannya di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

Penangkapan Yahya Waloni tersebut merupakan buntut dari pelaporan Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme ke Bareskrim Polri pada 27 April 2021.

Dia dilaporkan atas kasus dugaan penistaan agama dengan nomor laporan yang telah teregistrasi LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM.

Berikut Suara.com merangkum deretan pernyataan kontroversial Yahya Waloni yang dinilai telah menistakan agama.

1. Tabrak Anjing Karena Najis

Yahya Waloni mengaku sengaja menabrak seekor anjing hingga luka parah. Ia menganggap anjing merupakan hewan najis sehingga pantas ditabrak.

"Kutabrak juga seekor anjing, enggak tahu punya siapa. Dia lari pincang kakinya. Kalau kambing masih saya rem, tapi kulihat anjing, najis, kutembak satu yang paling depan," tuturnya.

2. Corona Tak Masuk Masjid

Yahya Waloni pernah menyebut virus corona tidak bisa masuk masjid. Ia meminta agar para pemangku kebijakan dan penegak hukum bersikap tegas agar jangan munafik saat memberlakukan aturan pelarangan acara.

"Enggak usah munafik bikin-bikin aturan. Tablig akbar dilarang, Pilkada enggak. Virus itu bukan datang dari Wuhan, tapi dari Tuhan," tegasnya.

Jika Covid-19 memang ada di dalam masjid, maka sudah pasti ia beserta para jemaah akan tertular virus tersebut.

"Tidak ada musibah menimpa seseorang kecuali atas izin Allah. Di dalam masjid begini enggak ada virus. Ente (jemaah yang hadir) berdekatan gini, kalau betul virus ada di masjid, pas keluar mampus semua kita ini," kata Yahya Waloni.

3. Ogah Pakai Masker

Yahya Waloni mengaku tak percaya dengan adanya Covid-19. Ia juga menolak untuk memakai masker dan berjanji tidak akan memakai masker sampai kapanpun.

"Dari awal saya enggak pernah pakai masker, sampai sekarang biarpun mati saya tidak mau pakai masker. Jangankan denda, ditembak mati sekalipun saya tidak akan pakai masker," kata Yahya Waloni.

Yahya mengaku ia memiliki perbedaan prinsip dengan sang istri. Sang istri sempat meminta Yahya mengenakan masker sebagai penggugur syarat ketika bepergian menggunakan transportasi umum.

Namun, dengan tegas ia tetap menolak memakai masker. Bahkan ia juga menegaskan surga yang nanti akan dimasukinya berbeda dengan orang lain.

4. Sebut Penusuk Syekh Ali Jaber Didalangi Komunis

Yahya Waloni beranggapan, aksi penusukan yang dialami oleh Syekh Ali Jaber beberapa waktu lalu didalangi oleh komunis.

Ia tak habis pikir ketika pelaku bernama Alfin Andrian disebut mengalami gangguan kejiwaan. “Ini tindakan kriminal yang berencana. Penusuk itu pasti disuruh komunis,” katanya.

Apa yang dia sampaikan dinilai sangat beralasan. Karena orang yang membenci para ulama hanyalah orang-orang Komunis dan pihak anti Pancasila.

5. Hina Maruf Amin, Megawati hingga Tuan Guru Bajang

Dalam kanal Cahaya Tauhid di YouTube tanggal 11 September 2018, terdapat video berisi caci maki Ustadz Yahya Waloni kepada Maruf Amin, Tuan Guru Bajang dan Megawati Soekarnoputri.

Yahya Waloni dalam video itu menyebut Kiai Maruf sebagai orang tua yang haus kekuasaan. Ia menyebut TGB disebut sebagai Tuan Guru Bajin**n, dan Megawati didoakan cepat mati karena dituding telah merusak Islam.

Bahkan, Ustaz Yahya Waloni mencaci bahwa tingkat intelegensia Megawati di bawah rata-rata.

6. Otak Tumpul dan Miskin Dilarang Masuk Islam

Pernyataan kontroversial lain adalah Yahya Waloni menyebut orang miskin dan memiliki otak tumpul tidak diperbolehkan masuk Islam.

"Saya bilang ke jamaah agar selalu kritis. Kalau mau coba-coba masuk Islam, jangan masuk Islam kalau otak tumpul dan hidupnya miskin," kata Yahya.

Yahya Waloni menyebut bahwa Islam bukan agama sebagai pelarian orang-orang yang tidak pintar dan miskin.

7. Ancam Penggal Kepala Jemaah

Yahya Waloni sempat terlibat keributan dengan jemaahnya. Ia tak segan mengancam akan memenggal kepala jemaahnya.

Awalnya, ia bercerita mengalami sakit selama beberapa bulan. Namun, curahan hatinya itu ditanggapi berbeda oleh jemaahnya.

"Mau mati enggak, Pak?"

Yahya Waloni yang mendengar celetukan itu kontan memutar kepala, mencari sumber suara yang baru saja menginterupsi ceramahnya.

Seolah hendak memastikan bahwa ia tak salah dengar, Yahya Waloni pun bertanya singkat, "Hmm?"

Dan lagi-lagi sang jemaah mengulangi perkataanya dengan sangat berani, "Mau mati gak, Pak?"

Mengetahui bahwa ia rupanya tak salah dengar, Yahya Waloni kontan emosi sampai naik pitam.

"Saya banting-banting kau. Kau mau coba sama saya? Saya kasih mati nanti kau! Saya penggal kepalamu nanti!"," ujarnya jengkel seraya menatap sang jemaah dengan tajam.

8. Sebut Yesus Nabi Gagal

Dalam sebuah ceramah, Yahya Waloni menyebut Yesus merupakan nabi gagal.

“Dari 123.999 nabi gagal menuntun manusia ke jalan yang lurus ke jalan agama yang Tauhid. Hanya satu yang berhasil, nabi kita Muhammad SAW,” tegasnya.

Adapun dari ratusan ribu nabi yang gagal tersebut, kata Yahya Waloni, nabi yang terakhir gagal menuntun manusia yakni Yesus Kristus.

“Nabi yang terakhir gagal itu dari 123.999 nabi bernama Yesuah Amasiah atau Isa Almasih dalam bahasa kristennya Yesus Kristus,” ungkapnya.

9. Nabi Muhammad Tak Ajarkan Salat

Pernyataan kontroversi lain yang diucapkan oleh Yahya Waloni adalah Nabi Muhammad tidak mengajarkan salat.

“Nabi Muhammad tidak mengajarkan sholat. Saya buktikan berdasar Al Quran, buka dari kitab Bibel Kristen,” ucap Yahya Waloni.

Ustadz Yahya Waloni pun menjelaskan bahwa sebelum Nabi Muhammad SAW datang, Allah sudah memerintahkan kepada Nabi Isa AS untuk mendirikan salat.

10. Orang Murtad karena Mi Instan

Yahya Waloni menyebut orang yang keluar Islam atau murtad biasanya hanya karena pengaruh sembako atau sumbangan.

"Orang yang murtad dari Islam itu biasanya cuma karena pengaruh indomie satu bungkus dan beras satu liter. Tapi orang yang dari kafir yang masuk Islam, kebanyakan mereka adalah kaum intelektual, kaum jenius, pemikir-pemikir ulung," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditangkap Polisi, Ini Pasal Menjerat Ustadz Yahya Waloni

Ditangkap Polisi, Ini Pasal Menjerat Ustadz Yahya Waloni

Sumsel | Kamis, 26 Agustus 2021 | 19:13 WIB

Digelandang ke Bareskrim Polri Usai Ditangkap, Ustadz Yahya Waloni Hanya Lambaikan Salam

Digelandang ke Bareskrim Polri Usai Ditangkap, Ustadz Yahya Waloni Hanya Lambaikan Salam

News | Kamis, 26 Agustus 2021 | 18:50 WIB

Jejak Yahya Waloni Ditangkap di Cibubur, Menyusul Nasib Muhammad Kece

Jejak Yahya Waloni Ditangkap di Cibubur, Menyusul Nasib Muhammad Kece

Jawa Tengah | Kamis, 26 Agustus 2021 | 18:47 WIB

Terkini

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:41 WIB

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:18 WIB

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:15 WIB

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:08 WIB

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:07 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:37 WIB

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:31 WIB