Asal Mau Mengakui Penguasa Baru Afghanistan, Taliban Janji Lindungi Potret Ratu Inggris

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 27 Agustus 2021 | 19:56 WIB
Asal Mau Mengakui Penguasa Baru Afghanistan, Taliban Janji Lindungi Potret Ratu Inggris
Taliban sedang berjaga. (Reuters/Stringer)

Suara.com - Taliban bersumpah akan menjaga potret Ratu yang ditinggalkan di Kedutaan Besar Inggris di Kabul sampai Inggris mengakui keberadaannya.

Menyadur The Sun Jumat (27/8/2021), banyak staf kantor kedutaan di Kabul melarikan diri ketika Taliban menguasai Afghanistan.

Banyak barang yang ditinggalkan staf di kantor kedutaan, termasuk potret Ratu Inggris dan daftar pekerja Afghanistan yang membantu pasukan barat.

Tetapi setelah mengambil alih Afghanistan, Taliban berjanji untuk melindungi hak-hak setiap staf kedutaan dan termasuk potret Ratu yang ditinggalkan, lapor The Times.

Rahimullah Hijrat, selaku komandan Taliban yang bertanggung jawab atas keamanan kedutaan, bersumpah akan menjaga potret Ratu di kedutaan Inggris.

"Kami berada di bawah perintah ketat bahwa kehormatan Imarah Islam terletak pada kemampuan kami untuk menjaga kawasan diplomatik, termasuk kedutaan Inggris," kata Rahimullah Hijrat kepada The Times.

Komandan berusia 31 tahun itu juga berjanji akan menjaga keamanan sampai Inggris mengakui Taliban sebagai penguasa baru Afghanistan.

"Semua akan tetap seperti apa adanya. Jika kami menemukan potret Ratu maka kami akan menjaganya juga. Dia adalah urusanmu bukan milik kita," ujar Rahimullah Hijrat.

"Ketika Inggris kembali, seperti yang kami harapkan, maka kami juga berharap menjadi penjaga mereka. Namun demikian, kami terkejut melihat kepanikan dan mundurnya Inggris dari perang ini." sambungnya.

baca juga

Pernyataan tersebut keluar setalah staf kedutaan Inggris dilaporkan meninggalkan dokumen penting terkait pekerja Afghanistan.

Rincian kontak dan CV pekerja ditemukan oleh seorang jurnalis dari The Times selama mengunjungi kedutaan besar Inggris bersama pasukan Taliban.

Lamaran pekerjaan yang juga berisi data sensitif juga terlihat di antara puing-puing bangunan yang dikunjunginya pada hari Selasa.

Setelah temuan tersebut timbul pertanyaan apakah staf kedutaan besar Inggris melakukan protokol penghancuran data karyawan dari Afghanistan.

Namun, Kementerian Luar Negeri bersikeras bahwa langkah-langkah telah diambil untuk memastikan data pribadi tidak jatuh ke tangan Taliban.

"Selama penarikan kedutaan kami, setiap upaya dilakukan untuk menghancurkan data sensitif," kata seorang juru bicara kedutaan Inggris kepada The Times.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Video Eksekusi Massal Pendukung Amerika Serikat di Afghanistan, Benarkah?

CEK FAKTA: Video Eksekusi Massal Pendukung Amerika Serikat di Afghanistan, Benarkah?

News | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 18:05 WIB

Bom Meledak di Bandara Kabul, 60 Warga Sipil dan 13 Tentara AS Tewas

Bom Meledak di Bandara Kabul, 60 Warga Sipil dan 13 Tentara AS Tewas

Your Say | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 17:03 WIB

Viral Video Taliban Coba Terbangkan Helikopter Blackhawk AS, Cuma Terangkat Sedikit

Viral Video Taliban Coba Terbangkan Helikopter Blackhawk AS, Cuma Terangkat Sedikit

News | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 17:18 WIB

Terkini

Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator

Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:46 WIB

Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup

Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 11:44 WIB

5 Pilihan Celana Padding Sepeda Terbaik untuk Pemula, Nyaman Buat Gowes Lama

5 Pilihan Celana Padding Sepeda Terbaik untuk Pemula, Nyaman Buat Gowes Lama

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:38 WIB

Tak Sekadar Poin, Pelanggan Kini Bisa Dapat Benefit Fashion hingga Kuliner

Tak Sekadar Poin, Pelanggan Kini Bisa Dapat Benefit Fashion hingga Kuliner

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 11:37 WIB

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:31 WIB

Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor

Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 11:30 WIB

Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja

Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:30 WIB

Polda Metro Sita 518 Cartridge Vape Berisi Etomidate, Satu Pria Ditangkap.

Polda Metro Sita 518 Cartridge Vape Berisi Etomidate, Satu Pria Ditangkap.

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:29 WIB

Ulasan Drakor Head Over Heels: Melawan Takdir Berbalut Romansa Remaja Supernatural

Ulasan Drakor Head Over Heels: Melawan Takdir Berbalut Romansa Remaja Supernatural

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:29 WIB

Pasokan Minyak Dunia Terancam Lumpuh Total Usai Houthi Gempur Arab Saudi

Pasokan Minyak Dunia Terancam Lumpuh Total Usai Houthi Gempur Arab Saudi

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:29 WIB

×