Komando Teritorial TNI Masih Eksis di Papua, Dikhawatirkan Jadi Ladang Politik Praktis

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 27 Agustus 2021 | 21:59 WIB
Komando Teritorial TNI Masih Eksis di Papua, Dikhawatirkan Jadi Ladang Politik Praktis
Ilustrasi tank, kendaraan tempur. [Shutterstock]

Suara.com - Kepala Divisi Hukum Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andi Muhammad Rezaldy menilai pembangunan komando teritorial TNI khususnya di Papua Barat sudah tidak relevan dengan situasi sekarang ini.

Selain dikhawatirkan akan mengganggu profesionalisme dari prajurit, keberadaan komando teritorial juga ditakutkan menjadi ladang bagi politik praktis bagi TNI.

Andy menerangkan kalau saat ini setidaknya pemerintah membangun Komando Distrik Militer (Kodim) 1810 dan juga 6 markas Koramil di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Kalau dilihat dari tujuannya, pembangunan itu dilakukan untuk mendukung perang gerilya di awal-awal masa kemerdekaan.

"Menurut kami sudah tidak relevan untuk dipertahankan karena untuk mendukung profesionalisme TNI itu sendiri," terang Andy dalam acara diskusi bertajuk Cerita Tanah Papua: Otonomi Khusus dan Resolusi Konflik secara daring, Jumat (27/8/2021).

Andy mengatakan pihaknya mengkhawatirkan pengaruh yang timbul dari adanya komando teritorial tersebut. Salah satu pengaruh yang ditakuti ialah dapat mengganggu profesionalisme para prajurit TNI itu sendiri serta terlibat para politik praktis.

"Dikhawatirkan dapat mendorong prajurit TNI untuk terlibat dalam ranah politik praktis dan mengurusi hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan tugas TNI," ujarnya.

Selain itu, Andy juga menyebut kalau keberadaan Komando Teritorial tidak kompatibel dengan sistem demokrasi saat ini. Sehingga bukan hanya menjalankan tugas pokoknya sebagai penjaga pertahanan, tetapi prajurit TNI juga bisa mengurusi hal yang tidak masuk ke dalam tupoksinya.

"Bahkan tidak hanya soal pertahanan tapi juga soal keamanan, soal intelijen yang sebetulnya itu dilakukan oleh institusi lain bahkan menyentuh ke aspek sosial kemasyarakatan."

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Obrolan Pejabat Negara Ngaku Dapat Vaksin Booster, Kontras: Tak Peka Kondisi

Heboh Obrolan Pejabat Negara Ngaku Dapat Vaksin Booster, Kontras: Tak Peka Kondisi

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 12:28 WIB

Somasi ke ICW Dianggap Pembungkaman, Moeldoko: Ikuti Saja!

Somasi ke ICW Dianggap Pembungkaman, Moeldoko: Ikuti Saja!

Jabar | Selasa, 10 Agustus 2021 | 13:45 WIB

Keluarga Sudah Minta Maaf karena Langgar Prokes, Pelajar di NTT Tetap Ditinju Babinsa

Keluarga Sudah Minta Maaf karena Langgar Prokes, Pelajar di NTT Tetap Ditinju Babinsa

News | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 16:55 WIB

Jurnalis Juga Pembela HAM, Kerap Mendapat Kekerasan meski Dilindungi Hukum

Jurnalis Juga Pembela HAM, Kerap Mendapat Kekerasan meski Dilindungi Hukum

News | Kamis, 05 Agustus 2021 | 21:31 WIB

Terkini

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

×