China Larang PR dan Ujian Tertulis untuk Murid Kelas 1 dan 2 SD

Reza Gunadha, BBC

Senin, 30 Agustus 2021 | 20:50 WIB
China Larang PR dan Ujian Tertulis untuk Murid Kelas 1 dan 2 SD
Palang di Meja pada Sekolah di China. (Twitter/@yangzhanqing)

Suara.com - Pemerintah China mengumumkan agar semua sekolah tidak melakukan ujian tertulis bagi para murid kelas satu dan dua sekolah dasar atau SD.

Larangan ini dipandang sebagai upaya pemerintah China untuk mencabut tekanan para murid dan orang tua mereka dalam sistem pendidikan yang sarat persaingan.

Sebelum larangan ini diumumkan, para pelajar di China wajib melakoni tes tertulis dari kelas satu sekolah dasar hingga masuk universitas pada usia 18 tahun.

Praktik tersebut, menurut menteri pendidikan, merupakan tekanan yang membahayakan "kesehatan fisik dan mental" para pelajar.

"Ujian adalah bagian yang diperlukan dalam pendidikan sekolah…[namun] sejumlah sekolah punya beragam masalah seperti ujian berlebihan yang bisa menyebabkan para murid memikul beban terlampau berat…Ini harus diperbaiki," ujar menteri pendidikan China.

Aturan baru yang dikeluarkan pemerintah China juga membatasi jumlah ujian yang dapat dilaksanakan sekolah per semester.

"Kelas satu dan dua sekolah dasar tidak perlu melaksanakan ujian tertulis. Untuk kelas-kelas lainnya, pihak sekolah bisa menggelar ujian akhir setiap semester. Ujian tengah semester diperbolehkan untuk murid sekolah menengah pertama. Pemerintah daerah tidak diperbolehkan menyelenggarakan ujian daerah atau antarsekolah untuk semua tingkatan di sekolah dasar," sebut Kementerian Pendidikan China.

"Ujian mingguan, ujian unit, ujian bulanan dan sebagainya juga tidak diperkenankan diselenggarakan untuk para pelajar sekolah menengah pertama yang belum menuju kelulusan. Ujian terselubung yang digelar dengan nama berbeda seperti riset akademik juga tidak diperbolehkan," tambah pernyataan tersebut.

Dilarang memberi PR kepada murid kelas satu dan dua SD

Selain melarang ujian tertulis untuk murid-murid kelas satu dan dua, Kementerian Pendidikan China melarang pemberian PR alias pekerjaan rumah untuk murid-murid tersebut. Pekerjaan rumah untuk para pelajar SMP juga dibatasi 1,5 jam per malam, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP.

baca juga

Baca juga:

Reaksi publik China di laman media sosial Weibo beragam saat menanggapi aturan terbaru pemerintah. Beberapa warganet mengatakan itu adalah langkah menuju arah yang benar demi mencabut beban anak-anak. Lainnya mempertanyakan bagaimana sekolah menguji dan mengukur kemampuan murid tanpa ujian.

Bagaimanapun, langkah tersebut merupakan bagian dari reformasi di bidang pendidikan China.

Pada Juli, Beijing mencabut seluruh izin operasi bimbingan belajar online di seluruh negeri.

Panduan baru itu juga melarang investasi asing di bidang pendidikan sekaligus menghambat layanan bimbingan belajar privat yang ditengarai bernilai sekitar US$120 miliar.

Ketika aturan tersebut diumumkan, pemerintah China dinilai berupaya untuk meringankan beban keuangan dalam membesarkan anak sehingga para orang tua tergerak memiliki anak lagi—setelah China mencatat angka kelahiran yang rendah.

Kesetaraan pendidikan juga menjadi masalah. Banyak orang tua dengan kemampuan ekonomi tinggi bersedia menghabiskan uang dalam jumlah besar agar anak mereka dapat masuk ke sekolah-sekolah top.

Obsesi pemerintah China di bidang pendidikan pada masa lalu pun mempengaruhi harga properti lantaran orang tua yang kaya sanggup membeli rumah di area dekat sekolah-sekolah top.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Taliban Akan Kerja Sama dengan China, Uighur di Afganistan Cemas

Taliban Akan Kerja Sama dengan China, Uighur di Afganistan Cemas

News | Senin, 30 Agustus 2021 | 15:48 WIB

China Ragu Investasi di Afganistan: Uang Suka Perdamaian Bukan Perang

China Ragu Investasi di Afganistan: Uang Suka Perdamaian Bukan Perang

News | Senin, 30 Agustus 2021 | 14:14 WIB

Bos Perusahaan Alat PCR Hangzhou Clunege Biotech Dilaporkan ke Polda Metro, Ini Kasusnya

Bos Perusahaan Alat PCR Hangzhou Clunege Biotech Dilaporkan ke Polda Metro, Ini Kasusnya

News | Senin, 30 Agustus 2021 | 13:30 WIB

Cerita Sekelompok TKA China Bunuh Buaya 3 Meter untuk Dijadikan Sup hingga Berujung Maaf

Cerita Sekelompok TKA China Bunuh Buaya 3 Meter untuk Dijadikan Sup hingga Berujung Maaf

News | Minggu, 29 Agustus 2021 | 07:48 WIB

Stok Domestik China Melimpah, Harga Batu Bara Diperkirakan Turun

Stok Domestik China Melimpah, Harga Batu Bara Diperkirakan Turun

Bisnis | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 18:07 WIB

Bikin Syok! Viral Foto Barista Starbucks Layani Pelanggan Pakai APD: Jadi Kayak Penelitian

Bikin Syok! Viral Foto Barista Starbucks Layani Pelanggan Pakai APD: Jadi Kayak Penelitian

Batam | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 13:45 WIB

Awal Mula TKA China Bunuh Buaya di Konawe, Perusahaan Minta Maaf

Awal Mula TKA China Bunuh Buaya di Konawe, Perusahaan Minta Maaf

News | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 10:07 WIB

Terkini

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:32 WIB

Park Ju Hyun Resmi Gabung Film Prekuel Inside Men, Gantikan Yeonwoo

Park Ju Hyun Resmi Gabung Film Prekuel Inside Men, Gantikan Yeonwoo

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis

Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:20 WIB

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Investor Asing Ramai-ramai Tarik Dana, Rupiah Ditutup Lesu ke Level Rp18.147

Investor Asing Ramai-ramai Tarik Dana, Rupiah Ditutup Lesu ke Level Rp18.147

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:15 WIB

4 Hydrating Cleanser Buat Melembapkan Kulit yang Sedang Kering dan Sensitif

4 Hydrating Cleanser Buat Melembapkan Kulit yang Sedang Kering dan Sensitif

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Banjir Rob Ganggu Aktivitas Nelayan Kerang Hijau di Muara Angke, Proses Pengolahan Molor

Banjir Rob Ganggu Aktivitas Nelayan Kerang Hijau di Muara Angke, Proses Pengolahan Molor

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:13 WIB

×