Puluhan Anak India Meninggal dalam Sepekan karena Demam Misterius

Reza Gunadha, BBC

Rabu, 01 September 2021 | 14:44 WIB
Puluhan Anak India Meninggal dalam Sepekan karena Demam Misterius
Anak-anak di sejumlah distrik negara bagian Uttar Pradesh, utara India, sudah sepekan terakhir bangun tidur dengan demam tinggi dan badan kuyup oleh keringat. [BBC Indonesia]

Suara.com - Anak-anak di sejumlah distrik negara bagian Uttar Pradesh, utara India, sudah sepekan terakhir bangun tidur dengan demam tinggi dan badan kuyup oleh keringat.

Banyak dari mereka mengeluhkan nyeri sendi, sakit kepala, dehidrasi, dan mual. Dalam beberapa kasus, mereka melaporkan ruam yang tersebar di lengan dan kaki mereka.

Setidaknya 50 orang, kebanyakan anak-anak, telah meninggal karena demam itu, dan ratusan lainnya dirawat di rumah sakit di enam distrik di bagian timur negara bagian. Tidak satu pun yang meninggal dinyatakan positif Covid-19.

Saat India tampak perlahan-lahan pulih dari gelombang kedua virus corona, kematian di Uttar Pradesh memancing sejumlah tajuk berita bernada panik tentang "demam misterius" yang melanda daerah pedesaan negara bagian terpadat di India itu.

Para dokter di beberapa distrik yang terdampak - Agra, Mathura, Mainpuri, Etah, Kasganj, dan Firozabad - percaya bahwa demam berdarah, infeksi virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk, bisa jadi merupakan penyebab utama kematian.

Mereka berkata banyak pasien yang dibawa ke rumah sakit mengalami penurunan jumlah trombosit, komponen darah yang berperan dalam penggumpalan darah, yang merupakan ciri-ciri demam berdarah parah.

"Para pasien di rumah sakit, khususnya anak-anak, meninggal dengan sangat cepat," kata Dr. Neeta Kulshresta, tenaga kesehatan paling senior di distrik Firozabad, tempat 40 orang, termasuk 32 anak, meninggal dunia dalam satu minggu terakhir.

Ditularkan oleh nyamuk betina, dengue utamanya adalah penyakit tropis dan telah beredar di India selama ratusan tahun. Penyakit ini endemik di lebih dari 100 negara, namun sekitar 70% kasus dilaporkan dari Asia. Ada empat jenis virus dengue, dan risiko kematian bagi anak-anak bisa sampai lima kali lipat dibandingkan orang dewasa dalam infeksi kedua.

Nyamuk pembawa virus dengue - Aedes aegypti - berkembang biak di dalam wajan berisi air bersih di dalam dan di sekitar rumah-rumah. Hampir 100 juta kasus demam berdarah parah - pendarahan hebat, kerusakan organ - dilaporkan di seluruh dunia setiap tahun.

baca juga

"Dampak gabungan dari Covid-19 dan epidemi dengue berpotensi menyebabkan bencana bagi populasi berisiko," menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tetapi masih belum jelas apakah epidemi dengue satu-satunya penyebab di balik banyak kematian terkait demam di Uttar Pradesh.

Uttar Pradesh, negara bagian dengan lebih dari 200 juta populasi dan standar sanitasi yang secara tradisi rendah, tingkat malnutrisi tinggi pada anak-anak, dan fasilitas kesehatan terbatas kerap melaporkan kasus-kasus "demam misterius" setelah musim hujan setiap tahun.

Wabah ensefalitis Jepang yang ditularkan oleh nyamuk - pertama kali diidentifikasi di Uttar Pradesh pada 1978 - telah menyebabkan lebih dari 6.500 orang meninggal.

Penyakit ini menyebar terutama di Gorakhpur dan distrik-distrik tetangganya yang berbatasan dengan Nepal di kaki pegunungan Himalaya. Hampir semua daerah itu merupakan dataran rendah dan rentan dilanda banjir sehingga menyediakan banyak tempat berkembang-biak bagi nyamuk yang menularkan virus.

Kampanye vaksinasi, yang dimulai pada 2013, telah menyebabkan penurunan kasus, namun masih banyak anak-anak yang meninggal. Pada tahun ini saja sudah ada 17 anak meninggal karena ensefalitis Jepang di Gorakhpur, dan 428 kasus tercatat.

Pada 2014, bereaksi pada peningkatan kasus kematian anak karena ensefalitis dan myokarditis - inflamasi pada otot jantung - para ilmuwan memeriksa 250 anak-anak yang sakit di Gorakhpur. Mereka menemukan bahwa 160 dari mereka memiliki antibodi terhadap bakteri yang menyebabkan scrub typhus.

Scrub typhus, juga dikenal sebagai tifus semak, adalah infeksi bakteri yang tersebar melalui gigitan tungau. Tungau-tungau itu hidup di vegetasi yang tumbuh subur di desa-desa setelah musim hujan.

Para ilmuwan menemukan tungau pada kayu bakar yang disimpan warga desa di dalam rumah. Seringkali, scrub typhus menyebar ketika anak-anak menggunakan kayu bakar di rumah atau buang air besar di semak-semak yang penuh dengan tungau.

Dalam studi terpisah, para ilmuwan juga mendapati bahwa kebanyakan kasus demam pasca-musim hujan di enam distrik Uttar Pradesh bagian timur antara 2015 dan 2019 disebabkan oleh tifus semak dan demam berdarah.

Patogen lainnya yang menyebabkan demam adalah infeksi bakteri yang disebut leptospirosis, ditularkan dari hewan ke manusia dan dapat berakibat fatal, serta chikungunya, penyakit lainnya yang ditularkan oleh nyamuk.

"Jadi ada banyak penyakit terkait-demam yang terjadi di wilayah ini setelah musim hujan. Perlu pemantauan sistematis untuk melacak penyakit-penyakit ini dan merawat mereka," kata V Ravi, profesor virologi di Institut Nasional Kesehatan Mental dan Neurosains (Nimhans), yang memimpin studi kedua.

Sebelumnya, pada 2006, para ilmuwan menyelidiki wabah "misterius" lainnya yang menyebabkan kematian terkait-demam pada anak-anak di Uttar Pradesh. Kali ini mereka menemukan bahwa anak-anak itu meninggal setelah memakan kacang-kacangan cassia, yang tumbuh subur di bagian barat negara itu.

Keracunan makanan tersebut adalah akibat dari "kemiskinan, kelaparan, kurangnya pengawasan orang tua, ketidaktahuan, anak-anak bermain sendiri, tidak tersedianya mainan, dan kemudahan akses pada tumbuhan tersebut," para ilmuwan menyimpulkan.

Jelas bahwa hanya penyelidikan lebih lanjut dan analisis genom yang akan mengungkap apakah gelombang kasus "demam misterius" baru-baru ini di India hanya dipicu oleh virus dengue, atau penyakit lainnya.

Karena itu klinik dan rumah sakit setempat perlu dilatih untuk mengumpulkan sampel dari orang-orang yang menderita demam dan mengirimnya ke laboratorium untuk tes genomik.

Juga, tidak ada catatan jelas bagaimana kasus-kasus demam ini dimulai dan berkembang; dan apakah keparahan kondisi ini ditentukan oleh perawatan di rumah sakit pemerintah, yang sulit diakses oleh kebanyakan orang. Atau apakah anak-anak yang sakit menderita karena kondisi lain seperti tuberkolosis.

Jika satu-satunya penyebab kematian-kematian misterius ini adalah dengue, ini menunjukkan kegagalan program pemerintah dalam mengendalikan populasi nyamuk.

Intensitas penularan, menurut pakar penyakit menular Dr. Scott Halstead, hanya dapat ditentukan oleh tes antibodi - disebut survei sero - pada kelompok-kelompok usia.

"Jika kita tidak melakukan penyelidikan dengan baik dan teratur, banyak hal akan terus menjadi misteri," kata seorang pakar virologi India yang tidak mau namanya disebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahas Keselamatan Warganya, India Gelar Pertemuan Resmi Perdana dengan Taliban

Bahas Keselamatan Warganya, India Gelar Pertemuan Resmi Perdana dengan Taliban

News | Rabu, 01 September 2021 | 11:13 WIB

Tuduh Berselingkuh, Seorang Suami di India Tega Jahit Kemaluan Istri

Tuduh Berselingkuh, Seorang Suami di India Tega Jahit Kemaluan Istri

News | Rabu, 01 September 2021 | 10:40 WIB

Ada Kareena Kapoor, 9 Aktris Bollywood Lahir di Bulan September

Ada Kareena Kapoor, 9 Aktris Bollywood Lahir di Bulan September

Entertainment | Selasa, 31 Agustus 2021 | 19:17 WIB

Pria di India Oleskan Abu Misterius ke Tubuh Istri karena Ingin Bayi Laki-laki

Pria di India Oleskan Abu Misterius ke Tubuh Istri karena Ingin Bayi Laki-laki

News | Selasa, 31 Agustus 2021 | 19:37 WIB

Telan Emas Hasil Curian, Pria di India Ini Dipaksa Makan Pisang dan Obat Pencahar

Telan Emas Hasil Curian, Pria di India Ini Dipaksa Makan Pisang dan Obat Pencahar

News | Senin, 30 Agustus 2021 | 08:14 WIB

4 Artis India Berjuang Melawan Penyakit Mematikan dan Berhasil Sembuh

4 Artis India Berjuang Melawan Penyakit Mematikan dan Berhasil Sembuh

Entertainment | Minggu, 29 Agustus 2021 | 08:05 WIB

5 Artis Bollywood Mengaku Alami Gangguan Mental, Aamir Khan hingga Deepika Padukone

5 Artis Bollywood Mengaku Alami Gangguan Mental, Aamir Khan hingga Deepika Padukone

Entertainment | Sabtu, 28 Agustus 2021 | 20:59 WIB

SEGERA KLAIM Kode Redeem FF 27 Agustus 2021, Ada dari Server Eropa, India, SVD Swordsman

SEGERA KLAIM Kode Redeem FF 27 Agustus 2021, Ada dari Server Eropa, India, SVD Swordsman

Bali | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 13:46 WIB

Terkini

Kemenkeu Tegaskan Kabar Suahasil Nazara Lantik 14 Pejabat Adalah Hoaks

Kemenkeu Tegaskan Kabar Suahasil Nazara Lantik 14 Pejabat Adalah Hoaks

News | Rabu, 23 September 2026 | 16:27 WIB

6 Rekomendasi Parfum Wanita Tahan Lama dari Pagi sampai Malam, Wanginya Nempel Terus

6 Rekomendasi Parfum Wanita Tahan Lama dari Pagi sampai Malam, Wanginya Nempel Terus

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 16:27 WIB

Unit Baru Seventeen! Jeonghan x Joshua Siap Debut Lewat Album Dreamscape

Unit Baru Seventeen! Jeonghan x Joshua Siap Debut Lewat Album Dreamscape

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 16:25 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Spray Anti Geser untuk Reapply di Atas Makeup

5 Rekomendasi Sunscreen Spray Anti Geser untuk Reapply di Atas Makeup

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 16:23 WIB

BRI Private Hadirkan Premium Medical Check Up, Dukung Nasabah Jaga Kesehatan

BRI Private Hadirkan Premium Medical Check Up, Dukung Nasabah Jaga Kesehatan

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 16:20 WIB

Bikin Penonton Tertawa Ternyata Lebih Sulit, Ini Tantangan Film Sisa Semalam

Bikin Penonton Tertawa Ternyata Lebih Sulit, Ini Tantangan Film Sisa Semalam

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 16:20 WIB

Kopdes Rencana Dibangun di Taman Poltek Rumbai, Anggota DPRD Pekanbaru Protes

Kopdes Rencana Dibangun di Taman Poltek Rumbai, Anggota DPRD Pekanbaru Protes

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 16:19 WIB

Kolektor Pengetahuan yang Tak Pernah Belajar: Ironi di Balik Fitur 'Simpan'

Kolektor Pengetahuan yang Tak Pernah Belajar: Ironi di Balik Fitur 'Simpan'

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 16:18 WIB

Teridentifikasi via DNA, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan dari Bengkulu Besok

Teridentifikasi via DNA, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan dari Bengkulu Besok

Banten | Rabu, 23 September 2026 | 16:16 WIB

Apa Perbedaan Gejala Kerusakan CVT dan AT? Ini 6 Opsi Mobil Matic Bandel Mulai Rp70 Juta

Apa Perbedaan Gejala Kerusakan CVT dan AT? Ini 6 Opsi Mobil Matic Bandel Mulai Rp70 Juta

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 16:15 WIB

×