Kemenkes Sudah Selesaikan Skema Dosis Ketiga untuk Masyarakat Umum

Siswanto | Suara.com

Selasa, 07 September 2021 | 15:33 WIB
Kemenkes Sudah Selesaikan Skema Dosis Ketiga untuk Masyarakat Umum
Presiden Jokowi meninjau agenda vaksinasi massal kepada pelajar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Selasa (7/9/2021). [BPMI]

Suara.com - Kementerian Kesehatan telah menyelesaikan penyusunan skema pemberian dosis ketiga vaksin COVID-19 untuk masyarakat umum yang direncanakan bergulir pada 2022.

"Skema ini (vaksin dosis ketiga masyarakat umum) sudah kami buat, sekalipun pemerintah tentu tidak mampu melakukan pembayaran untuk penduduk seperti sekarang ini," kata pelaksana tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu saat menyampaikan keterangan dalam program Dialog Produktif Semangat Selasa yang diikuti melalui kanal YouTube FMB9ID dari Jakarta, Selasa siang.

Maxi mengatakan skema pemberian vaksin dosis ketiga akan menyasar masyarakat yang sudah menerima vaksin COVID-19 dosis pertama dan kedua. Sementara bagi kelompok usia 11 tahun ke bawah akan diprioritaskan untuk memperoleh vaksin dosis pertama dan kedua.

Terkait pembiayaan oleh pemerintah dalam program tersebut, kata Maxi, pemerintah akan memprioritaskan kelompok masyarakat miskin, terutama yang masuk dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. "Itu yang penerima bantuan, terutama penduduk miskin," katanya.

Maxi mengatakan jumlah masyarakat penerima bantuan vaksinasi dosis ketiga dikalkulasi berkisar hampir 100 juta jiwa.

Ia mengatakan program tersebut akan mengikuti tren perkembangan vaksinasi dunia demi menyelaraskan kesetaraan hak seluruh negara memperoleh vaksinasi COVID-19 sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia.

"Karena memang WHO sebenarnya belum mengizinkan untuk melakukan booster (vaksin dosis ketiga), bukan tidak boleh secara medis, tapi secara kesetaraan masih banyak masyarakat dunia yang belum divaksin," katanya.

Maxi mengatakan saat ini angka rata-rata vaksinasi di dunia masih di bawah 10 persen untuk dosis pertama dan kedua.

Namun Maxi tidak memungkiri bahwa sejumlah negara dengan cakupan vaksinasi yang tinggi sedang mengalami peningkatan laju kasus COVID-19.

"Semua negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Israel cakupan vaksinasinya sudah tinggi, mereka sudah di atas 50 persen. Bahkan Israel dan Inggris sudah tinggi mendekati 70 persen dari cakupan populasi yang akan divaksin. Memang ini (vaksin) tidak jadi jaminan karena adanya mutasi virus, ada varian baru dan penularan masih terjadi cukup tinggi," katanya.

Kasus harian COVID-19 di Amerika Serikat, kata Maxi, saat ini menembus rata-rata 153 ribu, Inggris berkisar 34 ribu per hari. "Israel karena negara kecil pernah memuncak 8 ribu kasus, sekarang dia rata-rata 8 ribu per hari," katanya.

Atas pertimbangan situasi itu, kata Maxi, pemerintah di negara tersebut memutuskan pemberian vaksin dosis ketiga. Sedangkan di Indonesia dosis ketiga saat ini baru menyasar tenaga kesehatan.

"Kita di Indonesia ini baru tenaga kesehatan. Kita memprioritaskan tenaga kesehatan untuk melakukan booster karena mereka yang sering terpapar dengan pasien yang ada penularan COVID-19," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir

Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal

Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:13 WIB

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:21 WIB

Kasus Dokter Magang Meninggal di Jambi Disorot, Polisi Tunggu Hasil Audit Kemenkes

Kasus Dokter Magang Meninggal di Jambi Disorot, Polisi Tunggu Hasil Audit Kemenkes

News | Senin, 04 Mei 2026 | 20:59 WIB

Duka di Balik Jas Putih: Mengapa Dokter Internship Indonesia Bertumbangan?

Duka di Balik Jas Putih: Mengapa Dokter Internship Indonesia Bertumbangan?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:55 WIB

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:21 WIB

Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak

Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:32 WIB

Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja

Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 14:33 WIB

Terkini

Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah

Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:19 WIB

DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square

DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:16 WIB

Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek

Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:13 WIB

Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta

Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:09 WIB

Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook

Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:04 WIB

Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?

Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:10 WIB

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:06 WIB

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:05 WIB

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:53 WIB

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:52 WIB