alexametrics

Terjadi Gempa Bumi di Meksiko, Satu Pria Meninggal Dunia

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Terjadi Gempa Bumi di Meksiko, Satu Pria Meninggal Dunia
Ilustrasi gempa bumi. (Antara).

Gempa tersebut juga membuat listrim padam di Mexico City.

Suara.com - Gempa bumi melanda barat daya Meksiko pada Selasa (7/9/2021) malam waktu setempat dan menewaskan seorang pria.

Menyadur CNN Rabu (8/9/2021), Survei Geologi Amerika Serikat mengungkapkan jika terjadi gempa berkekuatan 7,0 SR di Meksiko tepatnya 4 km di laut Los rganos de San Agustín.

Pusat gempa berada di sekitar delapan mil dari kota Pantai Pasifik Acapulco dan pada kedalaman 12,6 km.

Sekretariat Perlindungan Sipil Negara Meksiko mengungkapkan jika tercatat 92 gempa susulan, termasuk satu dengan kekuatan 5,2 SR.

Baca Juga: Badai Ida Hantam AS di Tengah Peningkatan Kasus COVID-19

Alarm tanda bahaya berbunyi di Mexico City. Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional sempat mengeluarkan peringatan tsunami, namun dibatalkan.

Akibat gempa tersebut, pria berusia 19 tahun bernama Eliodoro Hurtado meninggal dunia. Penyebabnya masih belum diketahui.

Walikota Mexico City Claudia Sheinbaum mengungkapkan belum ada kerusakan yang terjadi di ibu kota, yang berjarak sekitar 372 km dari pusat gempa.

Meski tidak menyebabkan kerusakan, Sheinbaum mengungkapkan gempa tersebut menyebabkan listrik padam.

Komisi Listrik Federal (CFE) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sekitar 1,6 juta penduduk Mexico City terdampak padamnya listrik tersebut.

Baca Juga: Puluhan Gempa Terjadi Sepanjang Agustus di Jabar, BMKG Ungkap Penyebabnya

Layanan metro kota mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa layanan kereta api kembali beroperasi setelah peninjauan keselamatan.

Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan tidak ada kerusakan signifikan di negara bagian Guerrero, tempat pusat gempa berada.

Bencana gempa bumi tidak jarang terjadi di Meksiko karena lokasinya di tepi lempeng tektonik Amerika Utara.

Dua gempa besar melanda negara itu pada September 2017, dan pada 19 September 1985, gempa berkekuatan 8,0 SR menewaskan sekitar 9.500 orang.

Gempa itu membuat perubahan dalam aturan bangunan dan perlindungan yang lebih ketat terhadap gempa bumi.

Komentar