alexametrics

Bakal Tambah 43 Ribu Meter Persegi Trotoar Tahun Ini, Anies Minta Dukungan

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Bakal Tambah 43 Ribu Meter Persegi Trotoar Tahun Ini, Anies Minta Dukungan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai meninjau vaksinasi bagi pekerja WNA di Balai Kota Jakarta, Selasa (24/6/2021). [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

Anies bakal kembali melanjutkan program pembuatan trotoar yang sempat tertunda.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menambah jumlah trotoar di ibu kota. Selama menjabat, ia juga sudah gencar membangun jalur pedestrian ini di lima wilayah kota.

Sejak tahun 2018 sampai 2020, Anies sudah membangun trotoar seluas 760.305 meter persegi. Selama tahun 2020, pembangunan trotoar mandek karena anggarannya dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Namun untuk tahun ini, Anies bakal kembali melanjutkan program pembuatan trotoar yang sempat tertunda.

"Memasuki triwulan III, Pemprov DKI melalui Dinas Bina Marga melakukan penataan trotoar di beberapa wilayah 5 kota administrasi sampai akhir tahun 2021," ujar Anies melalui akun instagramnya, aniesbaswedan, dikutip Kamis (16/9/2021).

Baca Juga: Divonis Melawan Hukum soal Polusi Udara, Anies Pamer Foto Langit Biru Jakarta

Rencananya, total luas trotoar di 10 jalan yang kini tengah dibangun mencapai 41 ribu meter persegi. Pihak Dinas Bina Marga juga tengah bekerja melakukan pembuatan jalan pedestrian ini.

Warga beraktivitas di trotoar Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (4/5). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga beraktivitas di trotoar Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (4/5). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Hingga saat ini, pekerjaan tersebut masih dalam tahap proses pelaksanaan. Mari kita dukung bersama pelaksanaan penataan trotoar untuk Jakarta ramah pejalan kaki," katanya.

Total ada 10 ruas jalan di tujuh kawasan berbeda yang kimi tengah dibangun, berikut lokasi dan progres pengerjaannya:

1. Kawasan Kebayoran Baru
- Jalan Senopati (32,35 persen)
- Jalan Suryo (32,35 persen)
- Jalan Walter Monginsidi (45,30 persen)

2. Jalan Duri Kosambi Raya (21,40 persen)

Baca Juga: Anies Baswedan Hingga Jokowi Kalah di Pengadilan, Ketahui 5 Dampak Buruk Polusi Udara

3. Jalam Tebet Raya lanjutan (32,68 persen)

4. Jalan Raden Saleh (16,39 persen)

5. Kawasan Sentra Primer Barat
- Jalan Puri Wangi (15,68 persen)
- Jalan Pesanggrahan (8,62 persen)

6. Jalan Layur (65,51 persen)

7. Kawasan Taman Segitiga (Jalan Gorontalo Raya, Jalan Gadang, dan Jalan Gorontalo II) (6,81 persen).

Komentar