alexametrics

Khawatir Mengganggu, Legislator Ingatkan Polri Tak Gelar Lomba Mural di Tempat Umum

Agung Sandy Lesmana | Novian Ardiansyah
Khawatir Mengganggu, Legislator Ingatkan Polri Tak Gelar Lomba Mural di Tempat Umum
Khawatir Mengganggu, Legislator Ingatkan Polri Tak Gelar Lomba Mural di Tempat Umum. Ilustrasi mural. [Kontributor / Putu Ayu Palupi]

"...Jangan di lokasi umum ya. Tentu akan timbulkan gangguan."

Suara.com - Anggota Komisi III DPR Habiburokhman menyambut positif acara festival lomba mural dengan hadiah berupa piala Kapolri yang digelar Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Polri.

Habiburokhman mengatakan lomba mural yang digelar Polri merupakan hal bagus, menyusul adanya polemik mural yang belakangan terjadi. Menurutnya, mural yang seperti beredar sejak kemarin juga tidak memiliki masalah, termasuk mengenai konten.

Hanya saja Habiburokhman menekankan agar pelaksanaan lomba mural nantinya bisa dilakukan dengan tertib, yakni tidak dilakukan disembarang lokasi.

"Perlu diingat lokasi pembuatannya (mural). Jangan di lokasi umum ya. Tentu akan timbulkan gangguan," kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Baca Juga: Polisi Bakal Gelar Lomba Mural Piala Kapolri, Publik Mewanti-wanti

Habiburokhman menyarankan peserta lomba mural sebaiknnya menggunakan media di tempat pribadi, semisal rumah tinggal bukan di tempat publik.

"Boleh membuat mural misal di rumah sendiri. Atau di sebuah tempat yang anggota masyarakat tidak keberatan dng adanya mural tesebut. Itu kan permanen pakai cat, kita tahu masyarakat kita kan beragam. Begitu juga aspirasi politiknya," tutur Habiburokhman.

Polri Gelar Lomba Mural

Seni mural belakangan menjadi perhatian banyak kalangan usai keberadaannya viral lantaran pesan yang disampaikan dinilai mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi. Gara-gara itu, mural kritik yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia dihapus aparat. Bahkan pembuatnya sempat diburu polisi.

Berbagai macam mural dibuat untuk menyampaikan aspirasi, meski banyak kalangan yang tak setuju dengan tindakan tersebut. Sampai ada yang menyatakan dihubungkan dengan politik oposisi.

Baca Juga: Pemprov DKI Berencana Hiasi Cikini Dengan Mural

Salah satu mural yang menjadi perhatian adalah mural bergambar wajah diduga Presiden Jokowi dengan mata tertutup bertuliskan 404: Not Found.

Terbaru, Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Polri dikabarkan bakal menggelar festival lomba muralmemperebutkan hadiah berupa piala Kapolri.

Kabar lomba mural piala Kapolri tersebut Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono. Kendati wacana lomba tersebut akan diadakan, untuk waktu pelaksanaannya masih dalam pembahasan lebih lanjut.

“Iya (benar), tapi masalah waktu masih dirapatkan,” kata Rusdi pada Kamis (16/9/2021) seperti dikutip dari Terkini.id--jaringan Suara.com.

Sementara itu, sejumlah warganet yang mengomentari wacana lomba mural piala Kapolri.

“Hati-hati ya yang mau ikut, bisa saja itu cara untuk mengumpulkan informasi dan data siapa,” aja yg kemaren membuat mural di seluruh Indonesia,” tulis netizen.

Ada pula yang menyebut bahwa penggelaran tersebut merupakan cuci tangan pihak kepolisian.

“Cuci tangan, hehehe,” ucap akun lain.

Jokowi soal Mural Kritik

Sebelumnya Presiden Jokowi mengatakan bahwa pihaknya sudah menegur Kapolri terkait tindakan reaktif aparat terhadap pelaku mural berisi kritik ke pemerintah.

Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam sebuah kesempatan pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi media di Istana Kepresidenan pada Rabu 15 September 2021 lalu

“Saya sudah tegur Kapolri soal ini,” ujar Jokowi kala itu.

Komentar