Array

Viral Modus Penjualan Masker Bekas di Yogyakarta, Kondisinya Bikin Publik Ngeri

Sabtu, 18 September 2021 | 18:15 WIB
Viral Modus Penjualan Masker Bekas di Yogyakarta, Kondisinya Bikin Publik Ngeri
Ilustrasi Masker. (Pixabay.com/Vesna_Pixi)

Suara.com - Kabar penjualan masker bekas di Yogyakarta sedang menjadi sorotan di media sosial. Salah seorang pembeli menceritakan pengalamannya mendapat masker dengan kualitas tak layak pakai.

Lewat sebuah utas yang diunggah oleh akun Twitter @_Bibilung, Sabtu (18/9/2021) dijelaskan bagaimana modus penjualan masker bekas tersebut terbongkar.

Salah seorang teman dari pemilik akun Twitter tersebut membeli masker di sebuah toko. Saat membukanya, ia merasa aneh karena banyak masker yang kotor dan bekas pakai.

"Hati-hati dalam membeli masker. Ini kejadian sama temen saya di mana dia membeli masker dari toko tersebut dan ternyata masker bekas ditambah lagi dengan bentuk yang sangat buruk. Tolong bantu up agar toko tersebut bisa menghentikan penjualan masker bekasnya," tulis akun tersebut dikutip suara.com, Sabtu (18/9/2021).

Ungkap kesalahan pihak toko

Di cuitan selanjutnya, akun tersebut memaparkan kesalahan pihak toko. Salah satunya, pihak toko belum membuat pernyataan secara umum terkait masker yang mereka jual, diduga karena takut kehilangan pelanggan.

"Saya tekankan poin-poin kesalahan fatal toko ini, Pihak toko tidak menjelaskan kondisi barang recycle dari awal, misal diberi keterangan di iklan promosi sosial media. Pihak toko baru mengakui bahwa itu barang recycle setelah terjadi kasus," tulisnya.

"Kemudian pihak toko hanya berani bilang lewat DM ke yang bersangkutan bukan membuat pernyataan maaf dan klarifikasi secara umum. Kenapa? karena takut ga ada yang beli maskernya lagi?" pungkasnya.

Cuitan tentang penjualan masker bekas (tiktok)
Cuitan tentang penjualan masker bekas (tiktok)

Tanggapan warganet

Baca Juga: Viral Siswi Dikeluarkan dari Sekolah Gegara Kerja di Masa Pandemi, Publik Soroti Hal Ini

Melihat beberapa cuitan tersebut, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka merasa ngeri dengan adanya kasus tersebut.

Mereka kemudian membagikan tips membuang masker bekas pakai yang baik dan benar agar tak disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab.

"Cara membuang masker, sobek dahulu sebelum dibuang, karena masker rawan disalahgunakan, kalau cuma diputus talinya sangat mudah dipasangin tali lagi, cara ini sudah setahun ini kulakuin," ujar salah seorang warganet.

"Inilah salah satu alasan gua selalu potong masker yang sudah gua pakai dan selalu masukin ke dalam botol minuman ampe penuh. Mungkin terlihat aneh bagi sebagian orang, tapi mungkin ini bisa jadi solusi untuk tidak ada penggunaan masker bekas berulang," sahut salah satu warganet.

"Peringatan: tiap selesai pakai masker disobek-sobek, dikoyak-koyak. Jangan langsung buang. Zaman sekarang nyari duit apa aja dilakuin. Jadi kalau pakai masker sekali pakai gini buangnya jangan asal dibuang ya! Nyobek masker nggak sampai sejam kok!" tulis salah seorang warganet.

"Ngeri banget," ujar warganet lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI