100 Tokoh Bangsa Sebut Ketidakadilan Ditunjukan Pemerintah Saat Menanggulangi Pandemi

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 22 September 2021 | 15:53 WIB
100 Tokoh Bangsa Sebut Ketidakadilan Ditunjukan Pemerintah Saat Menanggulangi Pandemi
Presiden Jokowi. [YouTube Setpres]

Suara.com - Seratus tokoh bangsa mengingatkan pemerintah untuk menyadari dampak-dampak bawaan dari pandemi Covid-19 baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kehidupan beragama. Bahkan, mereka menilai adanya ketidakadilan justru ditunjukkan pemerintah saat menanggulangi Pandemi Covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan tokoh-tokoh yang terdiri dari pimpinan organisasi masyarakat hingga tokoh perseorangan. 

Seorang perwakilan 100 tokoh bangsa, yakni Ketua Bidang Kajian Akademik Majlis ’Alimat ’Alam Islami (Organisasi Ilmuwan Muslimat Internasional) Indonesia, Nurhayati Djamas mengatakan, pengabaian pada dampak-dampak bawaan tersebut berpotensi menjadi kerusakan serius dalam kehidupan bangsa.

Pertama, mereka menganggap kalau Pandemi Covid-19 memang membawa dampak besar dan berat dalam perekonomian nasional.

Namun, penanggulangan masalah itu mestinya terfokus pada penyanggahan UMKM dan sektor informal dari keruntuhan karena banyak tenaga kerja yang terlibat dalam sektor tersebut.

"Perhatian (pemerintah justru) lebih kepada BUMN dan usaha besar, serta tenaga kerja asing (TKA) di tengah masa pandemi. Selain tidak mewujudkan kesejahteraan rakyat, juga menciptakan masalah psikologis tentang ketidakadilan dan diskriminasi," kata Nurhayati dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (22/9/2021).

Kemudian terkait dampak di bidang pendidikan, 100 tokoh bangsa menilai kalau pembelajaran jarak jauh (PJJ) di semua jenjang pendidikan telah menimbulkan hilangnya pengajaran atau learning lost yang berpotensi berakibat hilangnya generasi.

Mereka ingin agar masalah tersebut bisa segera diatasi dengan cara di antaranya menyediakan dana kedaruratan guna mendukung sekolah dan siswa/mahasiswa untuk belajar dalam jaringan online.

Selain itu, membantu dan memfasilitasi guru/dosen melaksanakan kewajibannya, dan menyiapkan sekolah/perguruan tinggi untuk menanggulangi kerusakan yang telah terjadi (damage control), serta menguatkan sistem managemen belajar (Learning Management System) di lembaga-lembaga pendidikan.

baca juga

Sementara pada bidang sosial dan keagamaan, 100 tokoh bangsa menilai kalau pandemi Covid-19 telah membawa dampak serius antara lain mengendurnya kohesi sosial, akibat terjadinya pemecahan belahan masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Ketidakadilan hukum terkait pelanggaran protokol kesehatan, diskriminasi pelayanan antara TKA dan rakyat sendiri, pemaksaan pemberlakuan hasil tes kesehatan untuk perjalanan dan lainnya, atau perbedaan kentara antara pencegahan kerumunan di rumah-rumah peribadatan dan pusat-pusat keramaaian/perdagangan merupakan hal-hal yang menimbulkan kecemburuan sosial yang menggerus kohesi sosial."

Poin tersebut merupakan sebagian dari delapan poin yang dirumuskan 100 tokoh bangsa. Mereka mengemukakan, sudah mengirimkan poin-poin tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Akan tetapi pihak dari Jokowi belum memberikan balasan.

Dalam daftar 100 tokoh bangsa tersebut, terdapat nama-nama seperti Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum PP Syarikat Islam Hamdan Zoelva, Prof Din Syamsuddin, tokoh intelektual Azumardi Azra, hingga Ketua Umum PP Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua DPR: PeduliLindungi Jangan Ciptakan Diskriminasi

Ketua DPR: PeduliLindungi Jangan Ciptakan Diskriminasi

Tekno | Senin, 13 September 2021 | 16:59 WIB

Viral Curhat Diskriminasi MC Perempuan, Niluh Djelantik Kritik Gubernur Bali Lewat Surat

Viral Curhat Diskriminasi MC Perempuan, Niluh Djelantik Kritik Gubernur Bali Lewat Surat

News | Sabtu, 11 September 2021 | 15:00 WIB

Sri Mulyani: APBN 2020 Kerja Keras di Tengah Badai Covid-19

Sri Mulyani: APBN 2020 Kerja Keras di Tengah Badai Covid-19

Bisnis | Selasa, 07 September 2021 | 16:55 WIB

Terkini

Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober

Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:50 WIB

Penyaluran Kredit FIFGroup Tumbuh 6,8 Persen

Penyaluran Kredit FIFGroup Tumbuh 6,8 Persen

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 18:36 WIB

Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu

Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu

Bali | Sabtu, 26 September 2026 | 18:33 WIB

Gaya Hidup Hedon Deputi Bakom Timothy Ivan Triyono Disorot, MAKI: Mundur Saja Kalau Tak Bisa Rem!

Gaya Hidup Hedon Deputi Bakom Timothy Ivan Triyono Disorot, MAKI: Mundur Saja Kalau Tak Bisa Rem!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 18:32 WIB

Bye Bibir Mengelupas! 5 Lip Care Panthenol untuk Bibir Plump dan Sehat

Bye Bibir Mengelupas! 5 Lip Care Panthenol untuk Bibir Plump dan Sehat

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif

Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif

News | Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Suasana Haru Pemakaman Guruh Soekarnoputra di Karet Bivak

Suasana Haru Pemakaman Guruh Soekarnoputra di Karet Bivak

Foto | Sabtu, 26 September 2026 | 18:20 WIB

Review Skenario Sang Jenderal: Kupas Kasus Sensitif yang Mengguncang Publik

Review Skenario Sang Jenderal: Kupas Kasus Sensitif yang Mengguncang Publik

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:15 WIB

4 Tablet Murah untuk Pelajar Paling Worth It 2026, Bonus Stylus Cuma Rp2 Jutaan

4 Tablet Murah untuk Pelajar Paling Worth It 2026, Bonus Stylus Cuma Rp2 Jutaan

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 18:15 WIB

Modus Licik BPN Jatim: Ubah Uang Suap Jadi Perhiasan Emas, Kini Disita KPK!

Modus Licik BPN Jatim: Ubah Uang Suap Jadi Perhiasan Emas, Kini Disita KPK!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 18:11 WIB

×