Setara Institute: Pelabelan Teroris Terhadap KKB di Papua Tidak Menyelesaikan Masalah

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 23 September 2021 | 19:52 WIB
Setara Institute: Pelabelan Teroris Terhadap KKB di Papua Tidak Menyelesaikan Masalah
TPNPB di Papua Barat, mengklaim menewaskan 5 anggota TNI dalam kontak senjata selama dua hari, yakni Selasa - Rabu (23-24/4/2019).

Suara.com - Wakil Ketua BP Setara Institute Bonar Tigor Naipospos menyatakan penyerangan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap tenaga kesehatan dan guru di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, merupakan tindakan yang keji.

"Prinsipnya obyek sosial, pelayanan publik termasuk personilnya harus dilindungi oleh kedua belah pihak. Apa yang dilakukan KKB dari sudut apapun tidak bisa dibenarkan itu tindakaan keji," ujar Bonar dalam diskusi virtual bertajuk "Kejahatan KKB Papua, Pendekatan Ekonomi atau Budaya", Kamis (23/9/2021).

Bonar mengungkapkan berdasarkan data dari Gugus Tugas Papua Universitas Gadjah Mada (UGM), terjadi 299 kasus kekerasan di Papua sejak 2010 hingga 2021. Adapun kekerasan tersebut mayoritas dilakukan KKB.

"Ada 395 orang meninggal dan lebih 1.500 terluka ada kena bacok, jatoh atau bagaimana. Tapi itu korban yg sangat besar," ucap Bonar.

"Tapi memang kadang, kedua belah pihak baik TPN OPM, baik tentara kita selalu mengklaim pelaku pihak sana. Tapi Gugus Tugas Papua membenarkan sebagian besar dilakukan oleh TPN OPM," sambungnya.

Sejumlah bangunan terbakar di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin 13 September 2021 [KabarPapua.co / Dokumentasi Humas Polda Papua]
Sejumlah bangunan terbakar di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin 13 September 2021 [KabarPapua.co / Dokumentasi Humas Polda Papua]

Kendati demikian, pihaknya tak menggunakan istilah teroris kepada KKB yang sudah dilabelkan pemerintah.

Ia berharap pemerintah melakukan pendekatan untuk meredakan situasi di Papua.

"Saya tidak meggunakan istilah teroris. Karena saya masih berharap bahwa akan ada upaya-upaya perundingan untuk peredaan ketegangan penghentian kerusuhan," ucap dia.

Menurut Bonar, jika sudah ada label teroris akan menutup ruang dialog dan tidak menyelesaikan masalah.

baca juga

Selain itu ia juga khawatir akan berdampak pada stigma yang buruk kepada rakyat Papua lainnya yang cinta NKRI.

"Kami takut, khawatir itu memberikan stigma rakyat Papua yang sebenarnya juga cinta NKRI tapi label itu itu bisa memberikan efek buruk kepada dia. Saya menghindari itu, kita memprotes terhadap label yang diberikan pemerintah, menurut kami itu tidak menyelesaikan masalah," ucap Bonar.

Meski demikian Bonar sependapat harus ada operasi penegakkan hukum kepada pelaku penyerangan, dalam hal ini KKB.

"Pelakunya harus dikejar dibawa ke pengadilan, tapi tidak perlu label yang berat semacam itu, tidak menyelesaikan masalah," tegas Bonar.

Konflik di Papua kata Bonar, merupakan konflik paling panjang dalam sejarah di Indonesia. Sebab sudah hampir 50 tahun konflik di Papua belum selesai.

"Insensitasnya memang pasang surut. Ada periode-periode dimana insensitasnya lebih rendah, tapi ada periode-periode dimana insensitasnya tinggi," kata Bonar.

Menurutnya semoat ada upaya-upaya win win solution yakni diberikan Otonomi Khusus atau Otsus Papua.

"Afirmasi adalah penguatan pemberian kesempatan yang lebih kepada orang asli Papua. Bahkan kemudian dibentuklah Majelis Masyarakat Rakyat Papua sebagai simbol kekhususan misalnya" katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Pasok Senpi ke KKB Papua, Oknum ASN Pemkab Yahukimo Ditangkap saat Bawa Truk

Diduga Pasok Senpi ke KKB Papua, Oknum ASN Pemkab Yahukimo Ditangkap saat Bawa Truk

News | Kamis, 23 September 2021 | 19:25 WIB

Menanti yang Kembali, Ideologi Terorisme Menjadi Momok Bangsa Indonesia

Menanti yang Kembali, Ideologi Terorisme Menjadi Momok Bangsa Indonesia

Jawa Tengah | Kamis, 23 September 2021 | 18:36 WIB

Dua Napi Terorisme di Lapas Sumut Ikrar Setia ke NKRI

Dua Napi Terorisme di Lapas Sumut Ikrar Setia ke NKRI

Sumut | Kamis, 23 September 2021 | 17:11 WIB

Anggota Komisi I DPR: Ada Dugaan Pejabat Tinggi Daerah Biayai KKB Papua

Anggota Komisi I DPR: Ada Dugaan Pejabat Tinggi Daerah Biayai KKB Papua

News | Kamis, 23 September 2021 | 16:44 WIB

Terkini

Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang

Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 14:08 WIB

Bitget Diretas US$351,6 Juta, Pengamat Kripto Sebut Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital

Bitget Diretas US$351,6 Juta, Pengamat Kripto Sebut Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital

Sumut | Jum'at, 25 September 2026 | 14:04 WIB

Kasus Suap HGB ATR/BPN: KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dari Kanwil BPN Jatim

Kasus Suap HGB ATR/BPN: KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dari Kanwil BPN Jatim

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:03 WIB

ASUS Ascent QN10, Mini PC Bertenaga Snapdragon X2 Elite

ASUS Ascent QN10, Mini PC Bertenaga Snapdragon X2 Elite

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 14:02 WIB

Hadapi Musim Influenza A, Pentingnya Vaksinasi dan Menyiapkan Kebutuhan Kesehatan di Rumah

Hadapi Musim Influenza A, Pentingnya Vaksinasi dan Menyiapkan Kebutuhan Kesehatan di Rumah

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 14:01 WIB

15 Pelaku Bom Paskah Divonis Penjara 220 Tahun di Sri Lanka

15 Pelaku Bom Paskah Divonis Penjara 220 Tahun di Sri Lanka

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:00 WIB

Novel Cake Shop: Aksi Stalk Crush Berujung Temukan Pelanggan dan Cinta Baru

Novel Cake Shop: Aksi Stalk Crush Berujung Temukan Pelanggan dan Cinta Baru

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 14:00 WIB

Cara Menghilangkan Bau Amis Daging yang Membekas di Freezer, Ini Tips dari Pakar IPB

Cara Menghilangkan Bau Amis Daging yang Membekas di Freezer, Ini Tips dari Pakar IPB

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 13:58 WIB

Gemilang di Usia Muda, Etenia Croft Borong Dua Nominasi AMI Awards 2026

Gemilang di Usia Muda, Etenia Croft Borong Dua Nominasi AMI Awards 2026

Entertainment | Jum'at, 25 September 2026 | 13:56 WIB

War Tiket BIGBANG Makin Mudah, Ada Jalur Presale Khusus VIP

War Tiket BIGBANG Makin Mudah, Ada Jalur Presale Khusus VIP

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 13:54 WIB

×