alexametrics
Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

CEK FAKTA: Tukul Arwana Dikabarkan Meninggal akibat Pendarahan Otak, Benarkah?

Reza Gunadha | Nur Afitria Cika Handayani
CEK FAKTA: Tukul Arwana Dikabarkan Meninggal akibat Pendarahan Otak, Benarkah?
Tukul Arwana saat berada di rumah duka istri Indro Warkop , Kayu Putih, Jakarta Timur, Rabu (10/10). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

Fakta soal Tukul Arwana yang dikabarkan meninggal akibat pendarahan otak.

Suara.com - Beredar sebuah narasi yang menyebutkan bahwa Tukul Arwana meninggal dunia akibat pendarahan otak.

Narasi tersebut tertera dalam sebuah thumbnail video yang diunggah oleh akun Youtube Mata Seleb.

Dalam thumbnail tersebut memperlihatkan foto Tukul Arwana yang disandingkan dengan keranda mayat.

Berikut narasi dalam video tersebut.

Baca Juga: Tukul Arwana Pendarahan Otak, Vega Darwanti Teringat Sempat Kirim Durian

"BREAKING NEWS. INNALILAHI. Akibat Pendarahan di Otaknya Tukul Arwana 'Semoga Tenang di Sana',".

Fakta soal Tukul Arwana yang dikabarkan meninggal akibat pendarahan otak. (Youtube/ Mata Seleb)
Fakta soal Tukul Arwana yang dikabarkan meninggal akibat pendarahan otak. (Youtube/ Mata Seleb)

Lantas, benarkah narasi thumbnail tersebut?

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran tim Cek Fakta Suara.com, narasi yang menyebutkan Tukul Arwana meninggal akibat pendarahan otak adalah salah atau hoaks.

Dalam video yang diunggah oleh kanal Youtube tersebut hanya menjelaskan tentang Tukul Arwana yang mengalami pendarahan otak.

Baca Juga: Maria Vania Bongkar 2 Kebiasaan Tukul Sebelum Dilarikan ke Rumah Sakit

Video berdurasi 2 menit 15 detik itu berisi informasi tentang rekan Tukul Arwana yang memberikan doa agar segera sembuh.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar