alexametrics

Ilmuwan Temukan Spesies Dinosaurus Baru dan Langka di Maroko, Berusia 165 Juta Tahun

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Ilmuwan Temukan Spesies Dinosaurus Baru dan Langka di Maroko, Berusia 165 Juta Tahun
Ilustrasi fosil dinosaurus. [Shutterstock]

Spesies baru ini diberi nama Spicomellus afer.

Suara.com - Ilmuwan menemukan spesies baru dinosaurus di Maroko, setelah menemukan fosil tidak biasa yang diyakini berusia lebih dari 165 juta tahun.

Menyadur Sky News Jumat (24/9/2021), ilmuwan menemukan fosil tulang rusuk ankylosaur di situs Boulahfa yang terletak di pegunungan Atlas Tengah.

Ankylosaurs adalah kelompok dinosaurus herbivora, yang dikenal memiliki tubuh seperti tank lapis baja dan bagian atas ekor berbentuk tongkat.

Ahli paleontologi Museum Natural History Dr Susannah Maidment, mengatakan fosil ankylosaurs tersebut berasal dari periode Cretaceous, kira-kira antara 145,5 juta tahun yang lalu.

Baca Juga: Kubu Moderat Menang Pemilu di Maroko, Partai Islam Terpuruk Drastis

"Ini adalah spesies ankylosaur baru, jauh lebih tua dari ankylosaur lain yang kami temukan, tetapi juga memiliki morfologi yang sangat, sangat aneh," kata Dr Maidment.

"Fosil ini berumur sekitar 165 juta tahun. Ini berasal dari Jurassic Tengah, periode waktu di mana kita hampir tidak memiliki bukti ankylosaurs sama sekali," sambungnya.

Temuan fosil tersebut adalah yang pertama ditemukan di Afrika. Fosil tersebut berbentuk paku panjang yang menempel pada tulang.

"Spesimen ini sebenarnya memiliki paku dan pelat osteodermal yang menyatu dengan tulang rusuk, sehingga melekat kuat pada tulang rusuk dan tidak mungkin terlepas," katanya.

"Ini benar-benar aneh. Kami tidak melihatnya di ankylosaurus lain, dan faktanya kami tidak melihat itu di vertebra lain yang kami tahu, hidup atau mati," lanjutnya.

Baca Juga: Lebih Besar dari T-rex, Dinosaurus Raksasa Bergigi Hiu Ditemukan di Uzbekistan

Spesies baru ini diberi nama Spicomellus afer , Spicomellus berarti leher berduri, dan afer berarti Afrika.

Para ahli awalnya percaya bahwa fosil baru itu adalah dinosaurus stegasauria, karena stegosaurus telah ditemukan di situs tersebut.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa fosil itu sebenarnya adalah ankilosaur.

Hasil penelitian fosil terbaru itu sudah diterbitkan dalam jurnal Nature Ecology and Evolution.

Komentar