Kakak: Adik Perempuan Saya akan Dipaksa Menikah dengan Petempur Taliban

Siswanto, BBC

Kamis, 30 September 2021 | 14:41 WIB
Kakak: Adik Perempuan Saya akan Dipaksa Menikah dengan Petempur Taliban
BBC

Suara.com - Seorang pria yang menyelamatkan diri dari Afghanistan guna menempuh pendidikan tinggi di universitas Inggris mengatakan Taliban telah mengeluarkan ancaman kepada keluarganya di kampung halaman.

Penerima beasiswa Chevening itu, yang namanya tidak diungkap untuk menjaga keselamatan keluarga, mengatakan ia menerima pesan-pesan yang mengabarkan adik perempuannya- yang belum genap 13 tahun - akan dibawa pergi dan dinikahkan dengan petempur Taliban.

Ia khawatir adiknya akan menjalani hidup bagai di penjara sepanjang hidupnya jika ia dipaksa menikahi anggota Taliban.

Ia sendiri beruntung berhasil dievakuasi ke Inggris setelah Taliban mengambil alih kekuasaan tetapi ia tidak bisa membawa serta keluarganya.

Ia adalah salah seorang dari sekitar 35 warga Afghanistan yang dievakuasi ke Inggris sebagai penerima beasiswa Chevening. Beasiswa tersebut didanai Kementerian Luar Negeri dan memungkinkan mahasiswa berbakat dari berbagai negara untuk menempuh studi S2 di Inggris.

'Adik saya akan jadi tahanan'

Ketika diwawancara dalam program Today di BBC Radio 4, penerima beasiswa itu mengungkapkan Taliban telah memberitahukan kepadanya dan juga kepada ibunya bahwa adiknya akan dibawa pergi untuk dinikahkan dalam waktu satu bulan.

"Mereka mengatakan adik saya akan dinikahkan dengan salah seorang anggota yang gila. Ini bukan hukuman mati, tetapi apa yang mereka lakukan adalah memenjarakannya seumur hidup.

"Ia akan menjadi tahanan perang, ia bahkan belum bisa mengucapkan beberapa kata, ia masih bersekolah. Tapi Taliban mengatakan ia semestinya tidak sekolah, ia seharusnya menikah."

Baca juga:

baca juga

Pada tanggal 21 Agustus, pria ini menerima surat elektronik dari pengelola beasiswa Chevening untuk mengabarkan bahwa ia dan anggota keluarga yang menjadi tanggungannya boleh masuk ke Inggris.

Namun situasi "kacau" di bandara ibu kota Afghanistan, Kabul, membuatnya memutuskan tidak "mengambil risiko" membawa anggota keluarga ke bandara.

Ribuan orang berdesak-desakan dalam situasi panik ketika Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya berusaha mengevakuasi warga negara masing-masing serta warga Afghanistan yang memenuhi syarat, sebelum penarikan resmi pasukan AS pada tanggal 31 Agustus.

Pemerintah Inggris menyatakan pihaknya membantu penerima beasiswa Chevening angkatan tahun ini untuk meninggalkan Afghanistan.

"Kami akan terus melakukan semua langkah yang dapat dilakukan untuk memastikan perjalanan yang aman dan melaksanakan kewajiban mengevakuasi warga negara Inggris dan warga negara Afghanistan yang memenuhi syarat, dari negara itu," kata seorang juru bicara pemerintah.

Lebih lanjut mahasiswa tersebut meyakini Taliban menghukumnya karena bisnisnya di Afghanistan.

"Saya mendapat panggilan telepon Whatsapp yang mengatakan saya dievakuasi oleh militer Inggris karena saya menjadi agen militer Inggris. Mereka mengatakan tidak bisa menyakiti saya, tetapi keluarga saya akan menanggung akibatnya.

"Taliban beranggapan bahwa jika kami mempunyai hubungan dengan komunitas internasional maka kami berkonspirasi melawan nilai-nilai budaya Islam di negara itu.

"Mereka akan melakukan apa saja untuk melancarkan pembalasan. Mereka tidak manusiawi. Mereka meneror keluarga dari orang-orang yang sekedar berusaha berbuat kebaikan bagi masyarakat."

Ia "yakin 100%" adiknya akan dibawa bulan depan.

"Adik saya akan menjadi tahanan dari orang-orang gila sepanjang hidupnya jika ini benar-benar terjadi."

Ditambahkan ia "berharap" bisa membawa keluarganya ke Inggris, sebagaimana yang dilakukan sejumlah penerima beasiswa lainnya, tetapi sejauh ini ia mengaku belum mendapat "respons positif" dari pemerintah.

Anggota parlemen dari Partai Hijau Caroline Lucas telah menjalin kontak dengan beberapa penerima beasiswa Chevening yang khawatir akan keselamatan anggota keluarga mereka di Afghanistan.

Ia mendesak pemerintah Inggris melonggarkan peraturan Kementerian Dalam Negeri tentang syarat-syarat warga Afghanistan yang boleh berpindah ke Inggris.

Ia meminta pemerintah mengizinkan penerima beasiswa Chevening untuk membawa saudara kandung dan orang tua ke Inggris. Ia juga mendesak pemerintah "memenuhi komitmen terhadap semua penerima beasiswa Chevening" baik yang sekarang maupun angkatan sebelumnya.

Pemerintah masih mengembangkan program penempatan pengungsi Afghanistan di Inggris. Inggris berencana menampung 5.000 pengungsi Afghanistan pada tahun pertama dan 20.000 orang dalam jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×