Kata Mereka soal G30S, Silet hingga Wacana Basi Tiap Tahun

Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita | Suara.com

Jum'at, 01 Oktober 2021 | 15:15 WIB
Kata Mereka soal G30S, Silet hingga Wacana Basi Tiap Tahun
Penampakan pintu masuk Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur. (Suara.com/Arga)

Suara.com - Tanggal 1 Oktober selalu diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Penetapan Hari Kesaktian Pancasila tersebut punya kaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia atau G30S/PKI.

Di sisi lain, ada yang menyebut pula dengan sebutan G30S saja, tanpa embel-embel PKI. Penyebutan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan pandangan mengenai sejarah kelam yang menewaskan tujuh petinggi militer Republik Indonesia dalam tragedi G30S 1965 silam.

Seorang ibu bernama Lilis (45) bersama anak perempuannya hari ini datang ke Monumen Pancasila Sakti, kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Dia mengaku, kunjungannya kali ini bertujuan agar sang anak tahu soal sejarah peristiwa tersebut.

"Kalau saya sih dari kecil memang sering ke sini. Kalau anak saya kan belum pernah. Ini masih SD, karena pandemi juga kan jadi baru sempat ke sini," kata Lilis di lokasi, Jumat siang.

Penampakan pintu masuk Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur. (Suara.com/Arga)
Penampakan pintu masuk Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur. (Suara.com/Arga)

Ketika peristiwa G30S pecah, Lilis memang belum lahir. Dia hanya mengetahui peristiwa itu lewat pelajaran sejarah sejak bangku SD hingga SMA. Selama menelan materi sejarah itu, Lilis punya kesimpulan kalau, "PKI kan kejam, jenderal-jenderal militer dibunuh."

Pemahaman Lilis soal kejamnya PKI semakin ditambah oleh adanya film "Penumpasan Penghianatan G30S PKI" yang diproduksi Perum Produksi Film Negara atau PFN pada 1984 silam. Film yang disutradarai oleh Arifin C. Noer dan dibintangi sejumlah aktor mulai dari Umar Kayam, Amoroso Katamsi, hingga Syubah Asa menghabiskan dana sekitar Rp800 juta.

"Apalagi kalau di film itu, jenderal-jenderal di-siletin," beber Lilis.

Pandangan berbeda disampaikan oleh Maulana (31). Kami bertemu dirinya di sebuah warung kopi tidak jauh dari Monumen Pancasila Sakti.

Menurut dia, duduk perkara soal penculikan dan pembunuhan terhadap para jenderal itu harus disampaikan dalam sejarah yang benar. Menurut Maulana, sejarah soal G30S/PKI, khususnya di bangku sekolah, hanya disampaikan dalam satu versi saja.

Penampakan pintu masuk Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur. (Suara.com/Arga)
Penampakan pintu masuk Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur. (Suara.com/Arga)

"Kalau menurut saya sih, harus jelas ya kalau kita berbicara soal penculikan dan pembunuhan itu," papar Maulana.

Sebagai masyarakat, Maulana berpendapat jika pelajaran sejarah akan menentukan seseorang dalam melihat sebuah peristiwa. Terhadap peristiwa G30S, dia, jika tidak merujuk pada pelajaran di bangku sekolah, tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa PKI yang menyebabkan peristiwa itu terjadi.

"Pandangan saya, kita sebagai pemuda harus clear dengan sejarah, karena itu yang akan menentukan langkah kita ke depan," pungkas dia.

Warga lainnya, Bachtiar (24) ogah berkomentar soal siapa biang keladi peristiwa kelam bangsa tersebut. Menurut dia, isu soal PKI adalah wacana usang yang terus digaungkan setiap tahun.

"Sudahlah, itu wacana basi tiap tahun," kata dia.

Bachtiar, sejak kecil tinggal di kawasan Lubang Buaya, tidak jauh dari Monumen Pancasila Sakti. Bahkan, sejak TK, dia mengaku sering melihat replika maupun diorama terkait penculikan dan pembunuhan terhadap para jenderal tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Cara Rayakan Hari Kesaktian Pancasila ala Milenial dan Generasi Z

3 Cara Rayakan Hari Kesaktian Pancasila ala Milenial dan Generasi Z

Lifestyle | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 14:08 WIB

10 Link Twibbon Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2021, Coba dan Upload di Medsos

10 Link Twibbon Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2021, Coba dan Upload di Medsos

Banten | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 14:05 WIB

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila

Your Say | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Puan Bacakan Ikrar di Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Puan Bacakan Ikrar di Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

DPR | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 11:11 WIB

Terkini

Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut

Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:07 WIB

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB