Eks Pegawai KPK: Perekayasa TWK Memecat Kami 30 September agar Identik dengan Komunis

Jum'at, 01 Oktober 2021 | 19:10 WIB
Eks Pegawai KPK: Perekayasa TWK Memecat Kami 30 September agar Identik dengan Komunis
Hasil bidik layar video dokumenter G30S/TWK Operasi 'Membunuh' KPK [Suara.com]

Suara.com - Sebanyak 58 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi resmi dipecat dengan alasan tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan, Kamis (30/9/2021).

Mereka menilai, pemilihan tanggal 30 September sebagai hari pemecatan mereka itu bertujuan menstigmatisasi mereka sebagai komunis.

Penilaian tersebut bukan tanpa alasan. Mereka mengakui, Ketua KPK Firli Bahuri dan para wakilnya sebelumnya menetapkan pemecatan dilakukan pada tanggal 1 November.

Tapi tanggal pemecatan itu mendadak dimajukan menjadi tanggal 30 September 2021. Sebelumnya, pegawai KPK yang dinyatakan lulus TWK dilantik pada 1 Juni 2021, persis Hari Kelahiran Pancasila.

“Saya menyayangkan ya bahwa pimpinan ternyata sebegitu teganya. Karena berita acara itu maksimal 1 November, tapi dipercepat menjadi 30 September, kami bertanya-tanya, ada apa di balik ini?" kata Ita Khoiriyah, pegawai KPK korban TWK.

Tri Artining Putri, mantan pegawai KPK yang juga korban TWK, menegaskan pemilihan tanggal 30 September untuk pemecatan mereka sudah direncanakan untuk menstigmatisasi.

"Itu jelas untuk stigma dan permainan simbol para perekayasa TWK ini. Karena teman-teman yang lolos ASN dilantiknya 1 Juni, Hari Lahir Pancasila, kami di 30 September kan, supaya diidentikkan dengan komunis," tegasnya.

Puput, begitu Tri Artining Putri biasa disapa, tidak menyoal stigmatisasi tersebut lantaran para pemberantas korupsi sejak dulu kerap difitnah.

"Waktu kasus impor daging sapi, dibilangnya zionis karena nangkepin ustaz. Terus zaman 2019 dibilangnya Taliban, karena Bang Novel (Baswedan) jenggotan dan cingkrang, sekarang kami dibilang zionis, ya besok dibilang sekte penyembah pohon. G30STWK didekatkan dengan komunis ya monggo saja, publik sudah pintar, publik sudah tahu mana yang benar mana yang salah," tegasnya.

Baca Juga: Novel Baswedan: Pimpinan KPK Kok Malah Takut Sama Orang Berantas Korupsi, Lucu Kan?

Selain Ita Khoiriyah dan Puput, sejumlah pegawai KPK lain yang juga korban TWK seperti Novel Baswedan, Harun Al Rasyid, Yudi Purnomo, Herbert Nababan, sempat diwawancarai secara eksklusif oleh Suara.com.

Dalam wawancara itu, mereka banyak mengungkap kejanggalan-kejanggalan seputar TWK, dan bagaimana sikap mereka setelah dipecat oleh Firli Cs.

Hasil wawancara itu terdokumentasikan ke dalam 2 video berikut, selamat menyaksikan!

G30S/TWK Operasi 'Membunuh' KPK Part 1

 G30S/TWK Operasi 'Membunuh' KPK Part 2

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI