Ketegangan Makin Meningkat, Aljazair Tarik Duta Besarnya dari Prancis

Dany Garjito, Hikmawan Muhamad Firdaus

Minggu, 03 Oktober 2021 | 19:56 WIB
Ketegangan Makin Meningkat, Aljazair Tarik Duta Besarnya dari Prancis
Ilustrasi bendera Aljazair. (Pixabay/jorono)

Suara.com - Aljazair menarik duta besarnya dari Prancis setelah Presiden Emmanuel Macron mengeluarkan komentar yang dianggap tidak dapat disangkal mengenai negara bekas jajahannya tersebut.

Menyadur France24 Minggu (3/10/2021), harian Prancis Le Monde melaporkan bahwa Macron mengatakan Aljazair diperintah oleh sistem politik-militer.

Emmanuel Macron juga dilaporkan menggambarkan Aljazair memiliki sejarah resmi yang telah ditulis ulang dan tidak didasarkan pada kebenaran.

Le Monde melaporkan bahwa Macron menggambarkan Aljazair menulis ulang sejarahnya berdasarkan pada wacana kebencian terhadap Prancis

Macron juga menjelaskan bahwa pernyataan tersebut tidak mengacu pada masyarakat Aljazair secara keseluruhan tetapi pada elit penguasa.

"Mengikuti pernyataan yang tidak dapat disangkal, yang oleh beberapa sumber Prancis dikaitkan dengan nama (Macron), Aljazair menyatakan penolakan kategorisnya terhadap campur tangan yang tidak dapat diterima dalam urusan internalnya," jelas pernyataan dari kepresidenan Aljazair.

Macron juga berbicara tentang politik Aljazair saat ini dan menyebut Presiden Abdelmajid Tebboune terjebak dalam sistem yang sangat sulit.

"Anda dapat melihat bahwa sistem Aljazair lelah, telah dilemahkan oleh Hirak," jelas Macron, merujuk pada gerakan pro-demokrasi yang memaksa Tebboune Abdelaziz Bouteflika mundur dari kekuasaan pada 2019.

Ini adalah kedua kalinya Aljazair menarik duta besar dari Prancis. Sebelumnya negara itu juga menarik duta besarnya pada Mei 2020 setelah media Prancis menyiarkan film dokumenter tentang Hirak.

baca juga

Langkah Aljazair itu terjadi di tengah ketegangan atas keputusan Prancis untuk mengurangi jumlah visa yang diberikannya kepada warga Aljazair, Maroko, dan Tunisia.

Prancis mengatakan keputusan itu dibuat setelah ketiga negara dianggap tidak melakukan apapun kepada migran ilegalnya.

Kementerian luar negeri Aljazair memanggil duta besar Prancis Francois Gouyette dan menyerahkan protes resmi mengenai keputusan visa.

Aljazair menyebut pengurangan visa tersebut sebagai tindakan yang tidak menguntungkan dan dapat menyebabkan kebingungan dan ambiguitas.

Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita menggambarkan langkah Prancis sebagai tidak dapat dibenarkan.

Presiden Tunisia Kais Saied juga menyatakan kekecewaannya dengan keputusan Prancis langsung kepada Macron melalui telepon pada Sabtu (2/10/2021).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantuan Prancis, 600 Ribu Dosis AstraZeneca Tiba di Indonesia

Bantuan Prancis, 600 Ribu Dosis AstraZeneca Tiba di Indonesia

Bogor | Minggu, 03 Oktober 2021 | 09:25 WIB

600 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca Bantuan Prancis Kembali Mendarat di Indonesia

600 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca Bantuan Prancis Kembali Mendarat di Indonesia

Lampung | Minggu, 03 Oktober 2021 | 08:19 WIB

Indonesia Kembali Mendapat 600 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca Bantuan dari Prancis

Indonesia Kembali Mendapat 600 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca Bantuan dari Prancis

News | Minggu, 03 Oktober 2021 | 07:51 WIB

Terkini

Khofifah: Batik Jatim Bukan Sekadar Warisan Budaya, tapi Penggerak Ekonomi

Khofifah: Batik Jatim Bukan Sekadar Warisan Budaya, tapi Penggerak Ekonomi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:04 WIB

3 Sabun Muka Ekstrak Lemon untuk Kulit Tampak Cerah Sesuai Review Pembeli

3 Sabun Muka Ekstrak Lemon untuk Kulit Tampak Cerah Sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:01 WIB

John Herdman Tak Menyangka Malaysia Bisa Hancurkan Singapura 6-0: Biasanya 1-1 atau 2-0

John Herdman Tak Menyangka Malaysia Bisa Hancurkan Singapura 6-0: Biasanya 1-1 atau 2-0

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Berapa Tahun AS Duduki Irak? Ini Kronologi dan Alasan Pasukan Paman Sam Akhirnya Angkat Kaki

Berapa Tahun AS Duduki Irak? Ini Kronologi dan Alasan Pasukan Paman Sam Akhirnya Angkat Kaki

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:59 WIB

20 Link Twibbon Hari Batik Nasional 2026 Gratis, Bisa Langsung Dipakai buat Status WA

20 Link Twibbon Hari Batik Nasional 2026 Gratis, Bisa Langsung Dipakai buat Status WA

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:58 WIB

Panja RUU Pemilu Resmi Dibentuk, Diisi 23 Anggota dari 8 Fraksi

Panja RUU Pemilu Resmi Dibentuk, Diisi 23 Anggota dari 8 Fraksi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Anak Susah Fokus? Ini 3 Rekomendasi Vitamin Otak di Apotek Beserta Harganya!

Anak Susah Fokus? Ini 3 Rekomendasi Vitamin Otak di Apotek Beserta Harganya!

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Kronologis Ancaman Pembunuhan ke Pemain Timnas Indonesia Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kronologis Ancaman Pembunuhan ke Pemain Timnas Indonesia Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Kancil dan Gerimis di Lembah Ranting Kering

Kancil dan Gerimis di Lembah Ranting Kering

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Bukan Mayoritas, Segini Porsi Kepemilikan Danantara Terhadap Saham BEI

Bukan Mayoritas, Segini Porsi Kepemilikan Danantara Terhadap Saham BEI

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:45 WIB

×