GSBI Ingatkan Partai Buruh: Ada Kepentingan Rakyat, Jangan Hanya Kejar Elektoral Politik

Bangun Santoso | Novian Ardiansyah | Suara.com

Rabu, 06 Oktober 2021 | 08:29 WIB
GSBI Ingatkan Partai Buruh: Ada Kepentingan Rakyat, Jangan Hanya Kejar Elektoral Politik
Deklarasi Partai Buruh. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Gerakan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) menanggapi positif bangkitnya Partai Buruh di Indonesia. Mereka mengingatkan agar Partai Buruh tidak mementingkan elektoral semata, namun kepentingan kaum buruh secara khusus dan kepentingan rakyat yang lebih luas.

Sekretaris Jenderal GSBI Emelia Yanti Siahaan mengatakan, bahwa GSBI bukanlah salah satu serikat buruh yang menginisiasi kehadiran Partai Buruh. Baik dari sejak dibentuk Muchtar Pakpahan hingga deklarasi kembali Partai Buruh.

Kendati begitu, kata Yanti, secara organisasi GSBI memberikan hormat dan salut kepada kawan-kawan serikat buruh yang menginisiasi kembali Partai Buruh.

"Secara kelas, kaum buruh memang membutuhkan partai politiknya sendiri, partai yang mewakili kaum buruh. Tapi tentu saja partai yang dibangun harus dilandaskan pada ideologi dan garis politik yang sama," kata Yanti dihubungi, Rabu (6/10/2021).

Ideologi yang dimaksud Yanti ialah harus didasarkan pada pemahaman objektif tentang apa yang menjadi permasalahan pokok kaum buruh. Sekaligus memahami dengan baik tentang apa yang menjadi akar masalah rakyat Indonesia.

"Karena pada hakikatnya Partai Buruh tidak hanya semata-mata mewakili kepentingan buruh semata, tapi juga harus mewakili kepentingan rakyat secara umum. Bagaimana partai kemudian mau mengubah sistem dari sistem hari ini yang menindas dan menghisap kaum buruh secara khusus dan juga yang menindas dan menghisap rakyat di berbagai sektor. Baik itu kaum tani, perempuan, masyrakat miskin di perkotaan maupun di pedesaan," tutur Yanti.

Lebih jauh, menurut Yanti bahwa ke depan tantangan yang akan dihadapai Partai Buruh tidak mudah. Di mana sebagai partai yang ingin menjadi peserta Pemilu 2024 tentunya Partai Buruh perlu memenuhi syarat-syarat sebagai verifikasi. Di sisi lain, Yanti mewakili GSBI mengingatkan agar Partai Buruh tidak hanya mementingkan elektoral demi mengejar target menjadi peserta Pemilu hingga duduk di Parlemen.

"Karena dalam pandangan kami, dalam membangun partai buruh tidak boleh semata-mata hanya untuk mengejar elektoral politik yang ditawarkan oleh sistem politik hari ini. Di mana partai untuk bisa duduk di dalam legislasi mereka harus memenuhi syarat-syarat verifikasi," katanya.

Diketahui Partai Buruh telah resmi dideklarasikan. Partai Buruh tersebut merupakan kelanjutan dari Partai Buruh yang lama didirikan oleh Muchtar Pakpahan dan terakhir diketuai oleh Sony Pujisasono pada 2012.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyebut terdapat 11 elemen atau organisasi yang masuk dalam badan pendiri Pargai Buruh.

Yakni pengurus Partai Buruh yang lama, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), Serikat Petani Indonesia (SPI), Gerakan Perempuan Indonesia (GPI), KSPI, FSPMI, FSP FARKES, KPBI, FSP KEP, dan FPTHSI.

Iqbal mengungkapkan bahwa ada perbedaan mendasar antara Partai Buruh yang lama dan baru. Perbedaanya yakni dahulu hanya didukung satu serikat buruh yakni KSBI, namun saat ini didukung sejumlah elemen.

Ia mengatakan bahwa Partai Buruh yang baru didukung oleh Serikat Petani Indonesia, organisasi petani terbesar di Indonesia, 4 Konfederasi Serikat Buruh di tingkat nasional dan 50 federasi serikat buruh di tingkat nasional.

Selain itu dukungan juga datang dari forum guru honorer, tenaga honorer dan guru swasta, Gerakan Perempuan Indonesia.

"Itulah yang membedakan dengan yg lama. Sehingga spektrum daripada konstituennya pasti akan meluas," ucap Iqbal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Partai Buruh Resmi Dideklarasikan, Begini Kans-nya di Tengah Parpol yang Lebih Dulu Eksis

Partai Buruh Resmi Dideklarasikan, Begini Kans-nya di Tengah Parpol yang Lebih Dulu Eksis

News | Selasa, 05 Oktober 2021 | 18:45 WIB

Jadi Pendatang Baru, Said Iqbal Janji Desak Pemerintah Beri Bantuan Uang ke 100 Juta Warga

Jadi Pendatang Baru, Said Iqbal Janji Desak Pemerintah Beri Bantuan Uang ke 100 Juta Warga

News | Selasa, 05 Oktober 2021 | 17:33 WIB

Janji Said Iqbal jika Partai Buruh Lolos ke Senayan: Kasih Rakyat Rp500 Ribu Tiap Bulan

Janji Said Iqbal jika Partai Buruh Lolos ke Senayan: Kasih Rakyat Rp500 Ribu Tiap Bulan

News | Selasa, 05 Oktober 2021 | 16:28 WIB

Tok! Said Iqbal Terpilih Jadi Presiden Partai Buruh

Tok! Said Iqbal Terpilih Jadi Presiden Partai Buruh

Video | Selasa, 05 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Mampukah Said Iqbal Besarkan Partai Buruh Setelah Alami Kekalahan Besar di Masa Lalu?

Mampukah Said Iqbal Besarkan Partai Buruh Setelah Alami Kekalahan Besar di Masa Lalu?

News | Selasa, 05 Oktober 2021 | 14:04 WIB

Omnibus Law Cipta Kerja dan Outsourcing Jadi Alasan Kebangkitan Partai Buruh

Omnibus Law Cipta Kerja dan Outsourcing Jadi Alasan Kebangkitan Partai Buruh

Bekaci | Selasa, 05 Oktober 2021 | 13:38 WIB

Beberkan Sumber Pendanaan Partai Buruh, Said Iqbal: Kami Iuran per Kader Rp50 Ribu

Beberkan Sumber Pendanaan Partai Buruh, Said Iqbal: Kami Iuran per Kader Rp50 Ribu

News | Selasa, 05 Oktober 2021 | 13:32 WIB

Terkini

Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak

Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak

News | Senin, 06 April 2026 | 23:45 WIB

Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'

Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'

News | Senin, 06 April 2026 | 22:56 WIB

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

News | Senin, 06 April 2026 | 22:47 WIB

Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur

Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur

News | Senin, 06 April 2026 | 22:17 WIB

Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India

Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India

News | Senin, 06 April 2026 | 21:58 WIB

Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!

Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!

News | Senin, 06 April 2026 | 21:02 WIB

Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang

Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang

News | Senin, 06 April 2026 | 20:53 WIB

Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!

Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!

News | Senin, 06 April 2026 | 20:48 WIB

Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara

Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara

News | Senin, 06 April 2026 | 20:25 WIB

Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!

Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!

News | Senin, 06 April 2026 | 20:22 WIB