Uji Coba New Normal di Blitar, Kenapa Epidemiolog Justru Khawatir?

Reza Gunadha | BBC | Suara.com

Rabu, 06 Oktober 2021 | 13:50 WIB
Uji Coba New Normal di Blitar, Kenapa Epidemiolog Justru Khawatir?
ILUSTRASI - Manten Tebu di Blitar mengawali musim giling [Suara.com/Farian]

Suara.com - Kota Blitar, Jawa Timur, dijadikan wilayah uji coba new normal oleh pemerintah. Kota itu dipilih karena laju penularan kasus hingga tingkat kematiannya dianggap "paling aman" dengan status level satu.

Istilah "New Normal" yang artinya adaptasi kebiasaan baru sudah lama dikumandangkan pemerintah sebagai respons menangkal pandemi yang mendunia.

New Normal diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Tapi apakah maknanya bergeser ketika akan diuji coba pada Kota Blitar? Berikut adalah hal-hal yang sejauh ini diketahui tentang uji coba New Normal di kota itu.

Dari 44 kabupaten kota level satu, kenapa hanya Kota Blitar yang diuji coba?

Berdasarkan aturan terbaru: Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendgari) No.47/2021 tentang pemberlakuan PPKM level 1-4, Kota Blitar satu-satunya wilayah yang mendapatkan status level satu se-Jawa dan Bali.

Sementara dari aturan terbaru lainnya, Imendagri No. 48/2021 menyebutkan terdapat 44 kabupaten dan kota di luar Jawa-Bali yang sudah masuk level satu.

Menurut Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander Kaliaga Ginting, Blitar dipilih menjadi model karena berada di Jawa dan Bali "tempat lonjakan eksponensial yang luar biasa kemarin itu."

"Kemudian Blitar juga, tidak jauh dari aglomerasi yang ada di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur," kata Alexander.

Blitar dipilih juga "karena laju penularan sudah rendah, dan responsnya cukup memadai, serta cakupan vaksinasinya yang sudah tinggi," kata juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.

Secara rinci kasus terkonfirmasi di Kota Blitar "sudah kurang dari 20 per 1000 penduduk per minggu, rawat inapnya kurang dari lima per 1000 penduduk per minggu.

Kematiannya sudah kurang dari satu per 1000 penduduk per minggu."

Indikator lainnya adalah tingkat positivity rate sudah mencapai 0,54%, penelusuran kontak 1:20, dan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian rumah sakit kurang dari 5,5%.

Siti Nadia menyebut indikator ini sudah lebih baik dari standar yang ditentukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Apa makna New Normal ini bisa lepas masker?

New Normal dalam uji coba Kota Blitar ini tak berubah makna, yaitu beradaptasi dengan kehidupan baru. Hanya saja untuk tujuan bagaimana masyarakat "bisa hidup berdampingan bersama dengan virus".

"Jadi virus yang sehari-hari [di lingkungan], tapi kita tidak sakit. Ini yang nanti akan terjadi," kata Alexander.

Ia melanjutkan, penerapan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak lebih diketatkan.

Tapi protokol tersebut diharapkan sudah menjadi budaya, yaitu atas kesadaran masyarakat sendiri.

"Kemudian penduduk itu, ketika bergejala dia sudah memisahkan diri. Kalau aplikasi lindunginya [Peduli Lindungi] berwarna hitam, berarti dia tidak jalan-jalan lagi ke mal. Jadi perilaku," kata Alexander.

Ia menambahkan, tujuan uji coba untuk membangun kesadaran masyarakat ini untuk mempertahankan status Kota Blitar pada level satu atau kurang dari itu.

Jensis-jenis pelonggaran apa saja yang bisa dilakukan dalam kondisi New Normal di Blitar?

Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan dalam status level satu daerah tersebut "relaksasinya bisa sampai 100%".

Perkantoran nonesensial sudah bisa diisi karyawan sebanyak 75% dari kapasitas yang tersedia. Lalu, sektor kritikal dan esensial sudah bisa 100% berjalan normal, di antaranya logistik, makanan dan minuman, konstruksi, keamanan, keuangan, pasar modal dan perhotelan.

Toko swalayan dan pasar rakyat sudah bisa dibuka 75% hingga pukul 10 malam.

Fasilitas umum seperti tempat wisata juga sudah bisa dimasuki oleh anak-anak usia 12 tahun—yang pada level dua belum diperbolehkan, dengan kapasitas 75%.

"Kemudian resepsi pernikahan, juga ada kemungkinan ada makan prasmanan, atau dine-in. Yang tadinya tidak bisa dine-in," kata Nadia.

Dengan relaksasi ini, pemerintah akan melakukan uji coba terhadap protokol kesehatan, termasuk penanganan kasus.

"Tentu kalau kita sudah melakukan uji coba di Blitar, berikutnya kan ada daerah-daerah lain yang mungkin akan masuk ke PPKM level satu.

"Dan kalau sudah masuk PPKM level satu, akan berlaku protap-protap atau SOP yang kita sudah uji cobakan di Blitar ini," lanjut Nadia.

Langkah apa yang disiapkan Pemkot Blitar?

Wali Kota Blitar, Santoso mengatakan, uji coba ini akan diterjemahkan dalam kebijakan "penerapan protokoler secara ketat, pelaksanaan 3T; testing, tracing dan treatment, dan juga pelaksanaan vaksinasi secara masif".

Pemkot, kata Santoso, juga akan melibatkan TNI/Polri, tokoh masyarakat, camat, dan lurah "semua kita gerakkan untuk vaksinasi."

Ia menyebut vaksinasi pertama di Kota Blitar sudah mencapai 94,46%. "Mungkin sekarang sudah ada peningkatan lagi," katanya seperti dilaporkan wartawan Asip Asani di Blitar untuk BBC News Indonesia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Blitar Dharma Setiawan menambahkan uji coba ini merupakan "tantangan".

Kata dia, meskipun telah mendapat status level satu, pemerintah kota harus tetap memainkan "gas dan rem" dalam kebijakan relaksasi aktivitas masyarakat.

"Patut diingat New Normal itu kehidupan normal, tetapi protokol kesehatan nomor satu harus ditegakkan," kata Dharma.

Bagaimana reaksi warga Kota Blitar?

Penetapan level satu Kota Blitar mendapat sambutan hangat dari para pedagang suvenir di kawasan makam Bung Karno.

Saat Kota Blitar memasuki kasus tinggi, makam sempat ditutup selama berbulan-bulan membuat para pedagang tak punya pemasukan.

Milu Hayati adalah pedagang suvenir di kawasan Makam Bung Karno.

Perempuan yang sudah 10 tahun berdagang di kawasan ini mengatakan, "Alhamdulilah jadi level satu. Insyaallah warga Blitar sini juga menjaga saling mengingatkan kalau ada pengunjung dari luar kota, dari mana daerah itu, menjaga protokol kesehatan."

Milu menambahkan, sejak makam dibuka perekonomian keluarganya mulai membaik.

Hal serupa juga diungkapkan Eka Astuti, "Dengan dibukanya begini, Alhamdulilah sekali sangat-sangat bersyukur. Ekonomi berjalan dengan baik. Kita bisa memenuhi kebutuhan, menutup apa yang kemarin-kemarin kekurangan dari ekonomi kita."

Sementara itu, warga Kota Blitar, Afik justru was-was dengan status level satu ini.

"Level satu, artinya pemerintah kota ini harus memastikan dan menjamin kalau kita benar-benar layak di sana, dan penanganan apa pun yang dilakukan ini bisa mengontrol covid-19.

"Karena yang saya takutkan justru karena penerapan PPKM level satu ini, kita malah menjadi kluster baru, malah melonjak," kata Afik.

Kenapa ahli epidemiologi tetap khawatir?

Epidemiolog dari Universitas Sriwijaya, Najmah Usman memperingatkan pemerintah harus berhati-hati dalam menggunakan terminologi 'New Normal' pada wilayah PPKM level satu. Sebab, berdasarkan riset yang pernah ia dan rekan-rekannya lakukan, New Normal bisa diartikan masyarakat sebagai melepas masker dan boleh berkerumun.

"Kalau penelitian kita, interpretasi kita new normal itu kembali ke normal. Nggak ada corona lagi. Nggak ada pemeriksaan lagi dan sebagainya. Kita tidak bisa menyalahakan masyarakat, karena yang masyarakat tangkap kan yang pertama kali yang diyakini," kata Najmah.

Riset ini dipublikasi dalam jurnal ilmiah Intersections: Gender and Sexuality in Asia and the Pacific April lalu.

Oleh karena itu, kata Najmah, pemerintah harus menghindari menggunakan istilah-istilah yang "kompleks".

"Jadi setiap bahasa yang disampaikan itu tidak ambigu dari pemerintah, mudah dicerna masyarakat. Jangan sampai menggunakan bahasa-bahasa, kompleks banget permainan kata yang tidak jelas," katanya.

Najmah menambahkan jika uji coba protokol kesehatan di Kota Blitar gagal, maka ada kemungkinan kasus meningkat lagi, ditambah dengan varian-varian baru dari virus yang bermunculan.

Sementara, epidemiolog dari Perhimpunan Epidemiologi Indonesia, Masdalina Pane menilai uji coba New Normal Kota Blitar merupakan rangkaian dari kebijakan pemerintah yang sudah tidak diperhatikan masyarakat.

Kebijakan sebelumnya terdapat PSBB, PSBB transisi, lockdown lokal, PPKM mikro, hingga PPKM level 1-4.

"Masyarakat saat ini sudah tidak terlalu perhatian terhadap pembatasan-pembatasan yang dilakukan pemerintah," kata Masdalina yang menduga kebijakan-kebijakan tersebut sebagai upaya pemerintah untuk menghindari desakan ahli kesehatan untuk melakukan karantina wilayah.

Penurunan kasus Covid-19 belakangan ini, kata Masdalina lebih dipengaruhi oleh upaya melakukan pelacakan kontak termasuk testing, yang baru-baru ini digencarkan oleh pemerintah.

Masdalina menambahkan, lebih baik pemerintah fokus pada upaya untuk menurunkan status transmisi penularan menuju angka nol, sebagai ukuran untuk pemberlakuan relaksasi suatu wilayah.

Saat ini status transmisi di Indonesia adalah transmisi komunitas, di mana seseorang tidak tahu tertular dari siapa. Ini merupakan transmisi tingkat paling bawah dalam status epidemiologi.

"Artinya masih banyak orang yang berkeliaran di luar sana, yang tidak dikurung, dan terus menularkan," kata Masdalina.

Transmisi selanjutnya adalah kluster yang artinya "80% kasus baru kita berasal atau mengetahui, siapa yang menularkannya."

Ketiga, transmisi sporadik di mana kasus di bawa dari luar suatu wilayah.

Dan terakhir tingkat transmisi tanpa kasus di mana selama 28 hari suatu wilayah dikatakan tak ada penularan kasus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Uji Coba New Normal di Kota Blitar, Satu-satunya Daerah Level 1 di Jawa-Bali

Pemerintah Uji Coba New Normal di Kota Blitar, Satu-satunya Daerah Level 1 di Jawa-Bali

Jatim | Selasa, 05 Oktober 2021 | 14:19 WIB

Satu-satunya Daerah PPKM Level 1, Pemerintah Uji Coba New Normal di Blitar

Satu-satunya Daerah PPKM Level 1, Pemerintah Uji Coba New Normal di Blitar

News | Senin, 04 Oktober 2021 | 16:03 WIB

Lestarikan Lingkungan, Greenfields Indonesia Lepas 15 Ribu Ikan ke Sungai

Lestarikan Lingkungan, Greenfields Indonesia Lepas 15 Ribu Ikan ke Sungai

Jatim | Minggu, 03 Oktober 2021 | 10:39 WIB

Harga Pakan Masih Tinggi, Peternak Blitar Gelar Aksi Bagi-bagi Telur Dibubarkan Polisi

Harga Pakan Masih Tinggi, Peternak Blitar Gelar Aksi Bagi-bagi Telur Dibubarkan Polisi

Jatim | Selasa, 28 September 2021 | 17:35 WIB

BPCB Jatim Survei Temuan Struktur Bata Terindikasi Situs Hunian Kuno di Blitar

BPCB Jatim Survei Temuan Struktur Bata Terindikasi Situs Hunian Kuno di Blitar

Jatim | Minggu, 26 September 2021 | 17:34 WIB

Diduga Permukiman Kuno Ditemukan di Kota Blitar

Diduga Permukiman Kuno Ditemukan di Kota Blitar

Malang | Sabtu, 25 September 2021 | 07:35 WIB

Gegara Ogah Diajak Nambah Miras, Pemuda Sayat Leher Teman Hingga Tewas di Blitar

Gegara Ogah Diajak Nambah Miras, Pemuda Sayat Leher Teman Hingga Tewas di Blitar

Jatim | Rabu, 22 September 2021 | 17:31 WIB

Terkini

Teheran Berduka! Presiden Iran: Serangan Licik Israel Tewaskan Esmaeil Khatib

Teheran Berduka! Presiden Iran: Serangan Licik Israel Tewaskan Esmaeil Khatib

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 01:13 WIB

Pemerintah Siapkan Jalan Tol Fungsional dan One Way Antisipasi Lonjakan Pemudik, Ini Rinciannya

Pemerintah Siapkan Jalan Tol Fungsional dan One Way Antisipasi Lonjakan Pemudik, Ini Rinciannya

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 23:51 WIB

Guru Besar Trisakti Nilai Penanganan Kasus Andrie Yunus Bukti Negara Tak Pandang Bulu

Guru Besar Trisakti Nilai Penanganan Kasus Andrie Yunus Bukti Negara Tak Pandang Bulu

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 23:19 WIB

Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret

Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:44 WIB

Dugaan Operasi Mossad di Dalam Iran! Mata-mata Israel Ancam Seorang Komandan Militer

Dugaan Operasi Mossad di Dalam Iran! Mata-mata Israel Ancam Seorang Komandan Militer

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:36 WIB

Diserang Rudal Iran? Kapal Induk USS Gerald Ford Kabur dari Medan Tempur, 200 Pelaut Jadi Korban

Diserang Rudal Iran? Kapal Induk USS Gerald Ford Kabur dari Medan Tempur, 200 Pelaut Jadi Korban

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:30 WIB

FSPI Apresiasi Langkah Cepat TNI Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

FSPI Apresiasi Langkah Cepat TNI Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:30 WIB

Perang Besar di Depan Mata? AS Gelontorkan Rp3000 T Percepat Pembangunan Perisai Anti Rudal

Perang Besar di Depan Mata? AS Gelontorkan Rp3000 T Percepat Pembangunan Perisai Anti Rudal

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:01 WIB

Dentuman di Rakaat ke-16: Fakta-Fakta Ledakan Misterius yang Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember

Dentuman di Rakaat ke-16: Fakta-Fakta Ledakan Misterius yang Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:57 WIB

Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat

Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:49 WIB