Sedang Memanas, Eks PM Australia Dukung Taiwan dan Sebut China Sebagai Pengganggu

Jum'at, 08 Oktober 2021 | 13:26 WIB
Sedang Memanas, Eks PM Australia Dukung Taiwan dan Sebut China Sebagai Pengganggu
Sedang Memanas, Eks PM Australia Dukung Taiwan dan Sebut China Sebagai Pengganggu. Mantan PM Australia Tony Abbot.

Suara.com - Mantan Perdana Menteri Australia Tony Abbott menyebut China sebagai pengganggu dan menyatakan dukungan untuk Taiwan saat melakukan kunjungan pada Jumat (8/10/2021).

Associated Press melaporkan komentar Abbott tersebut ditujukan untuk sebuah konferensi yang didukung oleh pemerintah Taiwan. Pemerintah Australia mengatakan kunjungan Abbot ke Taiwan bukanlah kunjungan resmi.

“Tidak ada yang lebih mendesak saat ini selain solidaritas dengan Taiwan,” ujar Abbot dalam konferensi tersebut.

Pemerintah China telah berusaha untuk mengisolasi Taiwan yang diklaim masih menjadi wilayah mereka.

Pada 1 Oktober lalu, China melecehkan militer Taiwan dengan menerbangkan jet tempur menuju zona pertahanan udara Taiwan. Ketegangan tersebut berlanjut hingga minggu ini.

Di tengah ketegangan tersebut, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen meluncurkan forum dengan pidato yang lebih terkendali, menghilangkan penyebutan langsung China.

Tsai tidak menyebut China, namun mengatakan “Taiwan berkomitmen penuh untuk berkolaborasi dengan pemain regional untuk mencegah konflik bersenjata di Laut China Selatan dan Selat Taiwan.”

Abbott mengatakan bahwa dua tahun lalu, dia ragu-ragu untuk menghadiri pertemuan yang disebut Forum Yushan, karena takut memprovokasi Beijing.

China hingga saat ini merupakan pasar terbesar Australia untuk ekspor batu bara dan komoditas lainnya.

Baca Juga: Rawan Positif Palsu, Australia Tarik Alat Tes COVID-19 Mandiri dari Peredaran

Abbott berpendapat banyak hal telah berubah sejak itu dengan Beijing memperketat kontrol atas Hongkong dan mempersenjatai perdagangan melawan Australia.

Beijing telah memberlakukan tarif tinggi terhadap anggur, batu bara, dan barley Australia sebagai tanggapan atas seruan Australia untuk menyelidiki asal-usul virus corona yang pertama kali dilaporkan di Wuhan pada Desember 2019, yang pada dasarnya menutup impor produk-produk ini.

“Jadilah teman dan Anda akan memiliki teman. Jadilah pengganggu dan Anda hanya akan memiliki klien yang tidak sabar untuk melarikan diri,” kata Abbott.

“Kolaborasi masih mungkin dan kepercayaan masih bisa dibangun kembali,” tambahnya. 

Abbott mengatakan hal yang paling penting adalah memastikan penentuan nasib Taiwan sendiri.

Para pemimpin China mengatakan mereka bertekad untuk menyatukan pulau Taiwan dan daratan China, bahkan dengan kekerasan jika perlu.

“Itulah mengapa teman-teman Taiwan sangat penting sekarang untuk menekankan bahwa masa depan Taiwan harus diputuskan oleh rakyatnya sendiri dan memberi tahu Beijing bahwa segala upaya pemaksaan akan memiliki konsekuensi yang tak terhitung,” jelas Abbott. (Jacinta Aura Maharani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI