alexametrics

Disuruh Datang Interview Kerja Malah Minta Jemput, Alasannya Bikin Kesal

Dany Garjito | Fita Nofiana
Disuruh Datang Interview Kerja Malah Minta Jemput, Alasannya Bikin Kesal
Lamar kerja malah minta dijemput (https://twitter.com/Bandungfess)

Bukannya datang sendiri, diundang interview kerja malah minta dijemput.

Suara.com - Mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah apalagi di masa pandemi. Namun nyatanya masih banyak pencari kerja yang tak punya itikat baik saat mau melamar pekerjaan. 

Diunggah oleh akun @Bandungfess, seorang pelamar kerja malah minya dijemput saat diundang untuk datang interview. 

Pada unggahan dalam screenshoot yang dibagikan akun tersebut, pelamar kerja mulanya menyatakan bahwa ia minat dengan lowongan pekerjaan yang ada. Saat diminta datang, ia awalnya masih bertanya. 

"Kok datang," tulis pencari kerja tersebut. 

Baca Juga: Viral Gadis Cantik Bagikan Momen Pulang Kampung, Berasa jadi Raksasa, Warga Jadi Minder

"Kan langsung interview kak," ujar orang yang memberi lapangan pekerjaan. 

Namun tak disangka, pencari kerja tersebut malah meminta untuk dijemput. 

"Enggak bisa jemput aku dari rumah? soalnya jalan aku datang kasian enggak boleh ibu bapak. Aku harus dijemput," balas si pencari kerja. 

"Aku niat kerja kalau dijemput dari rumah, soalnya biar tau ibu aku," imbuhnya. 

Unggahan yang telah disukai lebih dari ratusan kali tersebut tentu saja mengundang berbagai komentar warganet. 

Baca Juga: Viral Pria Kerokan Pakai Benda Tak Terduga, Warganet Auto Menangis Massal

Kebanyakan warganet tak habis pikir ada pencari kerja yang malah minta dijemput. 

Lamar kerja malah minta dijemput (https://twitter.com/Bandungfess)
Lamar kerja malah minta dijemput (https://twitter.com/Bandungfess)


"Di Facebook itu tuh, emang aneh-aneh user facebok, parah" tulis warganr. 

"Kesal bacanya, yang bales kok sabar banget," imbuh yang lain. 

"Kayaknya ada bagian otaknya yang lupa dirakit deh," komentar warganet. 

"Bayangin kalau udah kerja malah minta dijemput terus sama HRD nya," tambah lainnya. 

Komentar