alexametrics

Dari Papua Wapres Bertolak ke Kupang Untuk Kunjungan Kerja

Erick Tanjung
Dari Papua Wapres Bertolak ke Kupang Untuk Kunjungan Kerja
Wakil Presiden Maruf Amin. (Suara.com/Ria Rizki)

Agenda kunjungan kerja Maruf Amin di Kupang ialah memimpin rapat koordinasi terkait percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem.

Suara.com - Wakil Presiden Maruf Amin menutup rangkaian agenda kunjungan kerjanya ke wilayah timur Indonesia dengan bertolak ke Kupang, Nusa Tenggara Timur dari Papua.

Maruf bersama Wury Estu Handayani dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju lepas landas dengan menggunakan Pesawat Khusus Kepresidenan Boeing 737-400 TNI Angkatan Udara dari Bandar Udara Sentani, Papua, Sabtu (16/10/2021).

Wapres dan rombongan terbatas dijadwalkan tiba di Bandar Udara Internasional El Tari Kupang pada Sabtu malam, dengan disambut oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Julie Sutrisno Laiskodat serta Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Agenda kunjungan kerja Maruf Amin di Kupang ialah memimpin rapat koordinasi terkait percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem yang dilakukan pada Minggu (17/10) di Kantor Gubernur NTT.

Baca Juga: Diresmikan Jokowi, Begini Fasilitas Hotel Meruorah Labuan Bajo

Lima kabupaten yang menjadi prioritas penyelesaian kemiskinan ekstrem di Provinsi NTT ialah Manggarai Timur, Sumba Timur, Sumba Tengah, Rote Ndao dan Timor Tengah Selatan.

Usai rakor, Maruf beserta Viktor Laiskodat dan rombonga terbatas meninjau Produk Pemberdayaan Masyarakat Industri Mikro Kecil dan Menengah (IMKM) di sekitar Kantor Gubernur NTT.

Sementara itu, Minggu besok, Wury Estu Handayani juga diagendakan akan membuka acara Program Kecakapan Wirausaha (PKW) Komoditi Tenun di Kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah/Dekranasda Kota Kupang.

Selanjutnya, Minggu sore, Wapres dan rombongan dijadwalkan kembali ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Khusus Kepresidenan Boeing 737-400 TNI Angkatan Udara dari Bandar Udara Internasional El Tari Kupang. (Antara)

Baca Juga: Wapres Maruf: Pembangunan SDM di Papua dan Papua Barat Harus Diperkuat

Komentar