alexametrics

Polisi Selidiki Pelaku Teror Sperma Sasar Mahasiswi Di Pesanggrahan

Bangun Santoso | Muhammad Yasir
Polisi Selidiki Pelaku Teror Sperma Sasar Mahasiswi Di Pesanggrahan
Terduga pelaku pelecehan modus onani dan buang sperma di jok motor mahasiswi. (istimewa)

Kompol Albertus Endy Mahandika menyebut korban hingga kekinian belum melaporkan kejadian tersebut

Suara.com - Polisi tengah menyelidiki identitas pelaku teror sperma terhadap mahasiswi di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Penyelidikan dilakukan dengan memeriksa sejumlah kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi.

Kapolsek Pesanggrahan Kompol Albertus Endy Mahandika menyebut korban hingga kekinian belum melaporkan kejadian tersebut. Namun, pihaknya telah mengetahui kejadian itu dan langsung melakukan penyelidikan.

"Sudah tahu kejadiannya. Anggota reskrim sedang melakukan penyelidikan," kata Endy saat dikonfirmasi, Selasa (19/10/2021).

Teror Sperma di Sepeda Motor

Baca Juga: 5 Fakta Teror Sperma di Pesanggrahan Jakarta Selatan

Seorang mahasiswi berusia 18 tahun, berinisial B menjadi korban pelecehan seksual seorang pria tidak dikenal. Di jok sepeda motornya ditemukan cairan yang diduga sperma.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (16/10/2021) lalu, sekitar pukul 22.00 WIB. Kejadian berawal saat B hendak pulang ke rumahnya di kawasan Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

“Saya habis pulang malam dari rumah sepupu, kebetulan saya diminta ibu untuk beli es jeruk dulu. Tapi saya enggak langsung pulang, jadi saya jalan-jalan dulu,” kata B saat dihubungi Suara.com, Senin (18/10/2021).

Tapi saat hendak pulang, B tidak melewati jalan yang biasa dilaluinya.

“Jalanannya memang sepi, gelap juga,” katanya.

Baca Juga: Incar Mahasiswi, Korban Ungkap Ciri Pelaku Teror Sperma: Badannya Gemuk, Mata Agak Sipit

Ketika hendak sampai ke rumahnya, ternyata ada seorang pria yang mengikutinya. Namun, saat itu B belum menyadari hal tersebut.

“Tapi pas ada polisi tidur, saya nengok ke kaca spion ternyata berjarak beberapa meter ada yang mengikuti di belakang. Tapi dia (pelaku) enggak menyalahkan lampu motor,” ujar B.

Saat itu, B mulai curiga dengan gerak-gerik pelaku. Karenanya dia langsung menancap gas sepeda motornya. Hingga B tiba di depan rumahnya.

“Saya berhenti ternyata dia (pelaku) juga berhenti. Saya lihat ke belakang, tapi dia celingak-celinguk gitu, kayak pura-pura liatin rumah gitu,” jelas B.

Melihat hal tersebut, B langsung memarkirkan sepeda motor dan langsung masuk ke rumah. Namun pelaku menjalankan kendaraannya mendekati motor korban yang sudah terparkir.

Saat B berada di dalam rumahnya, berdasarkan rekaman kamera CCTV, pelaku melakukan onani dan mengeluarkan spermanya di jok motor korban.

Setelahnya pelaku langsung pergi. Sementara korban baru menyadari adanya sperma, saat akan memasukkan sepeda motornya ke dalam rumah.

B sempat bertanya-tanya terkait cairan itu, hingga dipastikan merupakan sperma. Saat itu dia pun histeris ketakutan.

“Akhirnya aku masuk rumah, terus teriak, nangis di situ kaget. Bilang sama ibu, bu, tolongin liatin jok aku, bener enggak ya ada sperma. Ternyata benar pas dilihat keluar,” ujar B.

Dia mengaku tidak mengenal pelaku dan belum pernah bertemu sebelumnya. Kekinian B berencana melaporkan peristiwa yang dialaminya ke kepolisian. Dia mengungkapkan takut kejadian tersebut terulang kembali.

Komentar