alexametrics

Gunung Suribachi Gempa, Kapal Hantu Iwo Jima Nongol ke Permukaan

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Gunung Suribachi Gempa, Kapal Hantu Iwo Jima Nongol ke Permukaan
Kapal hantu muncul di Iwo Jima. (Twitter/@jeffwilliams2x2)

Gempa di Gunung Suribachi membuat puluhan kapal yang tenggelam kembali muncul ke permukaan.

Suara.com - Salah satu gunung berapi paling berbahaya di Jepang, Suribachi diguncang gempa dan membuat puluhan kapal yang sudah tenggalam kembali muncul ke permukaan.

Menyadur Daily Mail Kamis (21/202/2021), kapal hantu itu tenggelam selama pertempuran Iwo Jima, salah satu pertempuran paling epik Perang Dunia II dan yang paling berdarah dalam sejarah Marinir AS.

Foto satelit dari Japan's All Nippon News menunjukkan puing-puing 24 kapal Jepang yang ditangkap oleh Angkatan Laut AS di bagian akhir perang.

"Wilayah laut yang berubah warna telah menyebar ke daerah sekitarnya," kata Setsuya Nakada, direktur Pusat Promosi Penelitian Gunung Berapi pemerintah, dalam wawancara dengan Japan's All Nippon News.

Baca Juga: Korban Gempa di Karangasem Dan Bangli Akan Dapat Santunan Mulai Rp 10-20 Juta

"(Hal ini) menunjukkan bahwa aktivitas gunung berapi belum berkurang. Ada kemungkinan letusan besar di Iwo Jima."

Menurut data Oregon State University, setidaknya ada 10 letusan di Iwo Jima dengan yang terbaru pada tahun 1982.

Kapal itu dipindahkan ke bagian barat Iwo Jima untuk membentuk pelabuhan, karena pulau itu tidak memiliki pelabuhan pada masanya.

Seiring dengan aktivitas seismik dari Gunung Suribachi, dasar laut menjadi semakin tinggi, khususnya di bagian barat pulau. Gunung meletus juga membuat kapal-kapal yang tenggelam di dasar laut tertimbun abu vulkanik.

Mulanya, kapal-kapal itu digunakan sebagai pemecah gelombang untuk melindungi kapal lain yang sedang menurunkan tentara dan material.

Baca Juga: Buron 8 Tahun, Eks Dosen yang Maling Dana Rehabilitasi Gempa Bantul Akhirnya Ditangkap

Pulau ini juga dikenal sebagai Pantai Brown pada peta invasi, yang dibuat untuk mendukung pangkalan militer AS sebelum serangan di daratan Jepang.

Komentar