PBB Peringatkan Bencana Kenaikan Suhu Jika Negara-negara Gagal Perkuat Janji Iklim

Agung Sandy Lesmana

Rabu, 27 Oktober 2021 | 11:54 WIB
PBB Peringatkan Bencana Kenaikan Suhu Jika Negara-negara Gagal Perkuat Janji Iklim
PBB Peringatkan Bencana Kenaikan Suhu Jika Negara-negara Gagal Perkuat Janji Iklim. Gedung PBB di New York, Amerika Serikat. [Shutterstock]

Suara.com - Laporan PBB mengungkapkan dunia telah menyia-nyiakan kesempatan untuk “membangun kembali dengan lebih baik” dari pandemi Covid-19 dan akan menghadapi kenaikan suhu setidaknya 2,7 derajat Celcius jika negara-negara gagal memperkuat janji iklim mereka.

Mengutip The Guardian, Rabu (27/10/2021), publikasi pada Selasa lalu memperingatkan bahwa janji negara-negara saat ini hanya akan mengurangi karbon sekitar 7,5 persen pada 2030.

Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dari pemotongan emisi sebesar 45 persen yang menurut para ilmuwan diperlukan untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat celcius.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menggambarkan temuan itu sebagai "seruan membangunkan yang menggelegar" bagi para pemimpin dunia, sementara para ahli menyerukan tindakan drastis terhadap perusahaan bahan bakar fosil.

Menurut laporan emisi PBB, meski lebih dari 100 negara telah berjanji untuk mencapai emisi nol karbon sekitar pertengahan abad, hal tersebut tidak akan cukup untuk mencegah bencana iklim karena kurangnya niat dan tindakan yang diperlukan.

Banyak dari janji emisi nol karbon yang ditemukan tidak jelas. Jika tidak disertai dengan pengurangan emisi yang ketat dekade ini, akan memungkinkan terjadi pemanasan global pada tingkat yang berpotensi menjadi bencana.

Guterres berkata, “panasnya menyala, dan seperti yang ditunjukkan oleh isi laporan ini, kepemimpinan yang kita butuhkan sudah padam.”

“Negara-negara menyia-nyiakan peluang besar untuk menginvestasikan sumber daya fiskal dan pemulihan Covid-19 dengan cara yang berkelanjutan, hemat biaya, dan hemat planet.

“Saat para pemimpin dunia bersiap untuk Cop26, laporan ini adalah peringatan lain yang menggelegar. Berapa banyak yang kita butuhkan?"

baca juga

Inger Andersen, direktur eksekutif Program Lingkungan PBB (UNEP) yang membuat laporan tersebut mengatakan, “perubahan iklim bukan lagi masalah masa depan. Ini adalah masalah sekarang.

“Untuk mendapatkan peluang membatasi pemanasan global hingga 1,5C, kita memiliki waktu delapan tahun untuk mengurangi hampir separuh emisi gas rumah kaca.”

“Delapan tahun untuk membuat rencana, menerapkan kebijakan, menerapkannya, dan akhirnya mencapai pengurangan. Jam terus berdetak kencang.”

Dalam laporan tersebut terdapat temuan bahwa emisi turun sekitar 5,4 persen tahun lalu selama lockdown Covid-19, tetapi hanya sekitar seperlima dari pengeluaran untuk pemulihan ekonomi diarahkan pada upaya yang akan mengurangi karbon.

Menurut PBB, hal tersebut menjadi kegagalan dalam membangun dunia menjadi lebih baik untuk mengatasi masalah krisis iklim. (Jacinta Aura Maharani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PBB: Sepanjang 2021 Hampir 700.000 Orang Mengungsi Di Afghanistan

PBB: Sepanjang 2021 Hampir 700.000 Orang Mengungsi Di Afghanistan

News | Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:05 WIB

Utusan PBB Desak Jenderal Pemimpin Junta Militer Myanmar Mundur

Utusan PBB Desak Jenderal Pemimpin Junta Militer Myanmar Mundur

News | Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:23 WIB

Militer Myanmar Berkumpul di Daerah Bergejolak, PBB Khawatir Akan Ada Bencana HAM Baru

Militer Myanmar Berkumpul di Daerah Bergejolak, PBB Khawatir Akan Ada Bencana HAM Baru

News | Sabtu, 23 Oktober 2021 | 13:54 WIB

Tuduh Kelompok HAM Palestina Teroris, Israel Dikritik PBB

Tuduh Kelompok HAM Palestina Teroris, Israel Dikritik PBB

News | Sabtu, 23 Oktober 2021 | 09:14 WIB

Terkini

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:59 WIB

×