alexametrics

Upacara Peringatan Sumpah Pemuda, Gubernur Ganjar Pilih Jadi Peserta

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Upacara Peringatan Sumpah Pemuda, Gubernur Ganjar Pilih Jadi Peserta
Dok: Pemprov Jateng

Mahasiswa asal Aceh yang sempat menjadi pembina upacara sempat deg-degan.

Suara.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo mengikuti upacara peringatan Sumpah Pemuda yang digelar Forum Persaudaraan Antar Etnis Nusantara Jawa Tengah di Asrama Mahasiswa Aceh Pocut Meurah Intan, Tembalang Kota Semarang, Kamis (28/10/2021).

Upacara itu digelar secara sederhana. Meski begitu, suasana tampak meriah karena mereka hadir dengan pakaian adat masing-masing. Ganjar nampak berada di tengah-tengah mereka, dengan pakaian adat Aceh yang dikenakannya.

Ganjar hadir bukan sebagai inspektur upacara. Ia hadir sebagai peserta biasa. Ia memang diundang oleh para mahasiswa itu untuk ikut dalam upacara mereka.

Usai pengibaran bendera, salah satu mahasiswa yang bertindak sebagai pembina upacara memberikan amanat. Dalam amanatnya, pembina upacara yang diketahui bernama Muhammad Zulkifli asal Muna, Sulawesi Utara itu mengajak peserta menggelorakan kembali semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca Juga: Tepat di Hari Sumpah Pemuda, Tagar #HUT53Ganjar Ramaikan Media Sosial

Zulkifli mengajak peserta mengikrarkan kembali Sumpah Pemuda. Tak hanya itu, ia juga membacakan sumpah baru, bernama Sumpah Pemuda Milenial.

"Deg-degan sekali rasanya, kapan lagi kita mahasiswa menggelar acara, pesertanya kepala daerah. Tapi kami bangga bisa menggelar acara ini dengan baik," kata Zulkifli ditemui usai upacara.

Zulkifli yang juga menjabat Ketua Forum Persaudaraan Antar Etnis Nusantara ini mengatakan, Sumpah Pemuda Milenial yang dideklarasikan tadi intinya mengajak semua anak muda membangun peradaban Indonesia melalui keberagaman etnis. Pemuda-pemudi Indonesia harus menguras energi untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia.

"Anak muda harus bisa memahami kearifan lokal, karena kita tahu Pancasila itu lahir dari kearifan lokal kebudayaan Indonesia. Namun Pancasila sekarang sifatnya lebih abstrak, kami ingin membuatnya nyata," jelasnya.

Pancasila, UUD 1945 dan Sumpah Pemuda menurut Zulkifli adalah dasar. Namun itu perlu diperkuat, karena saat itu tujuannya hanya untuk mengantarkan Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan.

Baca Juga: Keanekaragaman Budaya Warnai Peringatan Sumpah Pemuda di Jateng

"Sekarang, kita anak muda harus bisa mengantarkan Indonesia ke puncak peradaban, seperti yang dicita-citakan pendahulu kita. Proses eksekusinya seperti apa, tentu ini yang menjadi tantangan zaman sekarang," pungkasnya.

Komentar