Profil Ida Ayu Nyoman Rai: Ibu Soekarno yang Jadi Panutan Sukmawati Soekarnoputri

Rifan Aditya | Suara.com

Kamis, 28 Oktober 2021 | 13:19 WIB
Profil Ida Ayu Nyoman Rai: Ibu Soekarno yang Jadi Panutan Sukmawati Soekarnoputri
Profil Ida Ayu Nyoman Rai: Ibu Soekarno yang Jadi Panutan Sukmawati Soekarnoputri - Ida Ayu Nyoman Rai Srimben, ibu Soekarno (kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id)

Suara.com - Profil Ida Ayu Nyoman Rai Srimben berikut ini sangat menarik untuk disimak. Nama Ida Ayu Nyoman Rai belakangan ini memang menjadi perbincangan hangat.

Pasalnya, Sukmawati Soekarnoputri, putri presiden Soekarno, bakal pindah agama dari Islam ke Hindu. Di mana keputusan itu diambil lantaran Sukmawati ingin kembali ke agama leluhurnya, yaitu Ida Ayu Nyoman Rai Srimben. Makanya profil Ida Ayu Nyoman Rai Srimben perlu diketahui.

Sementara itu, prosesi Sudhi Wadani atau upacara perpindahan keyakinan dari Islam ke Hindu yang dilalui Sukmawati Soekarnoputri, dilaksanakan di Kawasan Sukarno Center Heritage di Bale Agung, Singaraja, Buleleng, Bali, pada Selasa 26 Oktober 2021. Yuk, cari tahu mengenai profil Ida Ayu Nyoman Rai selengkapnya. 

Latar Belakang Ida Ayu Nyoman Rai

Data di Dinas Sosial Buleleng dan situs Kepustakaan Presiden mencatat, bahwa Ida Ayu Nyoman Rai lahir tahun 1881, sebagai kewarganegaraan Indonesia. Ida Ayu Nyoman Rai lebih dikenal sebagai ibu dari Presiden pertama Indonesia, yaitu Ir. Soekarno.

Nama Ida Ayu diberikan oleh Bung Karno sebagai gelar kepada ibunya dengan alasan beliau sudah melahirkan dan membesarkannya. Sedangkan nama sehari-harinya adalah Rai Srimben. Berakar dari kata “sri” yang berarti kebahagiaan, dan “mben” yang memiliki makna rimbun. Srimben sendiri bisa berarti limpahan rezeki yang membawa kebahagiaan.

Ida Ayu Nyoman Rai Srimben memiliki saudara laki-laki bernama Made Pasek, dan juga adik tiri yang bernama Ni Made Payas. Dirinya tinggal dan tumbuh dewasa di suatu daerah yang lebih dikenal sebagai Banjar Bale Agung. Lokasinya cukup dekat dengan Pura Bale Agung, yang disebut juga Pura Desa Buleleng. Dirinya dilahirkan dengan nama asli Nyoman Rai dari pasangan Nyoman Pasek (ayah) dan Ni Made Liran (ibu). 

Perempuan yang memiliki hobi menenun itu mewarisi darah Pasek, yaitu salah satu marga yang cukup terkenal di Bali. Bukan karena kastanya, namun karena andil penting Ida Ayu Nyoman Rai dalam pembaharuan adat istiadat dan struktur pura yang ada di Bali.

Pura Bale Agung menjadi saksi akan penyerahan diri Srimben kepada Yang Maha Kuasa, dan inilah yang membentuk karakter religiusnya. Setiap langkah, tutur kata, dan perilaku Ida Ayu Nyoman Rai sepenuhnya dibaktikan untuk agama.

Kehidupan Pribadi Ida Ayu Nyoman Rai

Berdasarkan penuturan Made, masa kecil Srimben tidak pernah keluar dari Banjar Bale Agung, dan bisa dibilang Srimben adalah gadis pingitan Bale Agung. Ikatan spiritual dan emosional Ida Ayu Nyoman Rai semakin mendarah daging seiring tugasnya sebagai penari Rejang, salah satu tarian yang biasa diselenggarakan pada upacara keagamaan.

Aktivitas seni-religiusnya di Pura Bale Agung dilirik oleh seorang guru asal Jawa yang bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo. Raden Soekemi merupakan pegawai Kementerian Pendidikan Kolonial Belanda yang ditugaskan di Buleleng, di mana pondokannya terpaut 400 meter dari Bale Agung. Soekemi terus berjuang untuk menaklukkan hati Srimben.

Namun sayangnya, cinta mereka terhalang oleh “dinding” budaya yang dinamakan etnis. Srimben adalah orang Bali, sementara Soekemi adalah orang Jawa. Srimben beragama Hindu, sedangkan Soekemi beragama Islam.

Pada tanggal 15 Juni 1887, keduanya resmi menjadi suami-istri sekalipun tidak direstui keluarga mempelai putri. Putri pertama mereka, yaitu Raden Soekarmini (juga dikenal sebagai Bu Wardoyo), lahir pada 29 Maret 1898. Sedangkan Soekarno dilahirkan pada tahun 1901.

 Sekian profil Ida Ayu Nyoman Rai, ibu Soekarno dan nenek dari Sukmawati Soekarnoputri yang membuat menjadi inspirasi untuk pindah agama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Potret Kedekatan Paundrakarna dan Sukmawati Soekarnoputri yang Jadi Sorotan

6 Potret Kedekatan Paundrakarna dan Sukmawati Soekarnoputri yang Jadi Sorotan

Entertainment | Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:41 WIB

Peluk Agama Hindu, Sukmawati Soekarnoputri Jalani Ritual Potong Gigi

Peluk Agama Hindu, Sukmawati Soekarnoputri Jalani Ritual Potong Gigi

News | Rabu, 27 Oktober 2021 | 12:24 WIB

Pindah Agama Hindu, Sukmawati Soekarnoputri: Sembahyang Hindu Meresap di Jiwa

Pindah Agama Hindu, Sukmawati Soekarnoputri: Sembahyang Hindu Meresap di Jiwa

Banten | Rabu, 27 Oktober 2021 | 09:56 WIB

Sukmawati Soekarnoputri : Kesenian Bali Sudah Ada Dalam Sukma Saya Sejak Kecil

Sukmawati Soekarnoputri : Kesenian Bali Sudah Ada Dalam Sukma Saya Sejak Kecil

Bali | Rabu, 27 Oktober 2021 | 09:46 WIB

Terkini

Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?

Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:10 WIB

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:06 WIB

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:05 WIB

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:53 WIB

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:52 WIB

DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi

DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:46 WIB

Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti

Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:35 WIB

Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial

Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:29 WIB

Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati

Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:28 WIB

Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk

Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:05 WIB