alexametrics

Diguyur Hujan Lebat, Ribuan Buruh dan Mahasiswa Demo Jokowi Tetap Bertahan

Erick Tanjung | Stephanus Aranditio
Diguyur Hujan Lebat, Ribuan Buruh dan Mahasiswa Demo Jokowi Tetap Bertahan
Demonstrasi para buruh dan mahasiswa terkait 2 tahun kegagalan kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (28/10/2021). (Suara.com/Stephanus Aranditio)

"Ayo pakai jas hujannya, semoga tidak lama, berdoa semoga hujannya tidak lama sampai 3-4 jam ke depan, doa orang tertindas didengar Tuhan," kata koordinator lapangan aksi.

Suara.com - Massa aksi Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak tetap bertahan melanjutkan demonstrasi evaluasi 2 tahun kepemimpinan Joko Widodo - Maruf Amin meski hujan lebat menguyur kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (28/10/2021).

Pantauan Suara.com di lokasi, hujan mulai mengguyur sekitar pukul 14.00 WIB, namun ribuan massa ini tetap berdiri menyuarakan 13 tuntutan rakyat yang mereka bawa kepada Jokowi-Maruf.

"Ayo pakai jas hujannya, semoga tidak lama, berdoa semoga hujannya tidak lama sampai 3-4 jam ke depan, doa orang tertindas didengar Tuhan," kata koordinator lapangan aksi lewat pengeras suara.

Para personel gabungan TNI-Polri dan Satpol PP pun tetap berdiri mengawal aksi massa agar terus berjalan tertib.

Baca Juga: 1.955 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Demo Buruh di Jakarta Pusat

Elemen buruh yang turut bergabung dalam aksi ini antara lain, Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi).

Selain buruh, aksi ini juga akan diikuti oleh mahasiswa dari BEM Universitas Indonesia, petani, miskin kota, pemuda, pelajar, jurnalis, perempuan, nelayan, pembela Hak Asasi Manusia (HAM), dan lembaga bantuan hukum.

Adapun 13 Tuntutan Rakyat yang mereka suarakan antara lain:

1. Cabut Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja dan seluruh aturan turunannya mulai dari Peraturan Pemerintah (PP) No 34,35,36, dan 37;
2. Tolak penghapusan upah sektoral dan berlakukan UMK 2022 sebesar 15 persen;
3. Berikan jaminan kepastian kerja dan kebebasan berserikat dengan setop PHK sepihak dan union busting;
4. Hentikan kriminalisasi dan penangkapan aktivis yang membela gerakan rakyat;
5. Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga;
6. Jamin dan lindungi kaum buruh di sektor industri; pariwisata, perhotelan, perkebunan, pertambangan, perikanan, kelautan, konstruksi, transportasi hingga driver dan ojek online;
7. Usut tuntas kasus korupsi BPJS Ketenagakerjaan dan Korupsi Bansos Covid-19;
8. Tolak pelemahan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembalikan 58 pegawai KPK yang dikeluarkan dengan skema jahat tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan;
9. Hentikan rencana liberalisasi agraria dan pembentukan Badan Bank Tanah, serta segera mengembalikan semangat reforma agraria berdasarkan UUD 1945, TAP MPR XI/2001 dan UU Pokok Agraria 1960;
10. Hentikan kekerasan seksual dengan mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual;
11. Laksanakan Reforma Agraria Sejati sebagai jalan penyelesaian konflik agraria dan pemenuhan hak rakyat atas tanah;
12. Gratiskan biaya pendidikan selama pandemi;
13. Stop liberalisasi dan komersialisasi pendidikan.

Baca Juga: Massa Buruh Masih Berkumpul Di Depan Balai Kota, Semangat Orasi Silih Berganti

Komentar