facebook

Telantarkan Keluarga hingga Berbuat Asusila, 13 Polisi di NTT Dipecat

Agung Sandy Lesmana
Telantarkan Keluarga hingga Berbuat Asusila, 13 Polisi di NTT Dipecat
Telantarkan Keluarga hingga Berbuat Asusila, 13 Polisi di NTT Dipecat. Ilustrasi upacara pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) terhadap anggota Polri di Mapolrestabes Medan. [Foto: Istimewa]

"Saya melihat banyak kasus polisi yang belum tuntas diselidiki..."

Suara.com - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, Inspektur Jenderal Lotharia Latif, memecat alias memberhentikan tidak dengan hormat 13 polisi karena terlibat kasus asusila hingga menelantarkan keluarga.

"Saya melihat banyak kasus polisi yang belum tuntas diselidiki, sehingga saya panggil kepala Bidang Propam serta SDM untuk membicarakan hal itu untuk memberikan kepastian akan status mereka," katanya, kepada ANTARA di Kupang, Kamis (28/10/2021).

Ia menyatakan, ke-13 polisi yang dipecat itu beberapa di antaranya terlibat kasus lama yakni sejak 2005 namun keputusan pencopotan baru dilakukan pada saat ini.

"Selain itu juga ada yang kasusnya sudah sejak 2005 hingga sekarang," ujar dia.

Baca Juga: Istana Digeruduk Buruh dan Mahasiswa, Jalan Merdeka Barat Ditutup Polisi

Sejak awal, dia menegaskan tidak main-main dengan ucapannya soal akan mencopot anggotanya yang melakukan kasus hukum atau perilaku tidak terpuji.

Menurut dia, kepastian hukum kepada anggota yang melakukan pelanggaran harus diberikan sehingga tidak muncul pertanyaan dari masyarakat umum.

Ia juga mengatakan, keputusan untuk memecar mereka baru dilakukan saat ini karena ada beberapa kasus yang perlu dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Jenderal bintang dua itu menyebutkan 13 polisi yang dipecat itu berasal dari beberapa Polres, di antaranya dua polisi dari Polres Lembata, Polres Kupang Kota (dua polisi), Polres Belu (satu polisi), Polres Timor Tengah Utara (dua polisi). Polres Sikka (satu polisi), Polres Alor (satu polisi), Polda NTT (satu polisi), Polres Flores Timur (satu orang), dan Polres Timor Tengah Selatan (dua polisi). (Antara)

Baca Juga: Pos Polisi di Aceh Barat Diserbu Subuh Tadi, Proyektil Peluru Masih Menempel di Tembok

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar