Mereka yang Ingin ke Australia Bingung karena Pernah Dapat 2 Vaksin Berbeda

Siswanto, ABC

Kamis, 28 Oktober 2021 | 17:05 WIB
Mereka yang Ingin ke Australia Bingung karena Pernah Dapat 2 Vaksin Berbeda
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pexels// Artem Podrez)

Suara.com - Mereka yang mendapat vaksin COVID-19yang berbeda untuk dosis pertama dan kedua masih bingung apakah akan bisa kembali ke Australia atau tidak.

Inilah yang dialami oleh Tim dan Sharyn Nilsen, warga Australia yangberada di Vietnam dan sudah membeli tiket untuk kembali ke Australia.

Pasangan yang sudah dua tahun tinggal diVietnaminimendapatkan AstraZeneca untuk vaksin dosis pertama dan Pfizer untuk dosis kedua.

Kepada ABC Radio Brisbane, Sharynmengatakan mereka mendapatkan dua jenis vaksin yang berbeda karena masalah pasokan vaksin di Vietnam.

Sharyn dan suaminya juga memutuskan untuk mendapat vaksin yang berbeda karena penularan COVID-19di Vietnam saat itu sedang tinggi, terutama di Ho Chi Min City, kota tempat mereka tinggal, denganribuan kasus setiap harinya.

Dosis berbeda, pesan berbeda

Ketika Pemerintah Australia mengumumkanperbatasan internasional akan dibuka kembali, Sharynmelakukan pengecekan di situs Services Australia dan kantor kedutaan Australia di Vietnam mengenai sertifikat vaksinasi.

Kedutaan mengatakan kepadanya jika mendapatkan dua merk vaksin yangberbeda diperbolehkan, sepanjang vaksin sudah diakui di Asutralia.

Karenanya Sharyn kemudian membeli tiket pesawat untuk kembali ke Australia untuk mengunjungikeluarganya, yang tinggal di pedalamanNew South Wales.

"Saya memesan dan sudah membayar tiket hari Rabu lalu," ujarnya.

baca juga

"Hari Kamis saya memberitahu ibu saya dantentu saja dia senang sekali," kata Sharyn yang sudah tidak bertemu dengan keluarganya selama dua tahun.

Namun hari Jumat dia mendapatkan informasi terbaru dari kantor kedutaan Australia bahwa aturan terus berubah.

Mereka yang mendapat vaksin berbeda untuk dosis pertama dan kedua akan dianggap sebagai "belum divaksinasi".

Sehari kemudian, maskapai penerbanganSingapore Airlines juga memberitahu Sharyn jika penerbangan mereka sekarang dikhususkan bagi "Penumpang Yang Memenuhi Syarat Saja", dan mereka yang mendapat vaksin campuran tidak diakui.

"Pemerintah Australia sudah dengan semangat mengatakan 'warga Australia akan bisa kembali lagi'," kata Sharyn.

Maskapai penerbangan Singapore Airlines, Scoot danVietnam Airlines sekarang sudah membuat pernyataan di situsnya bahwa merekayang mendapatkan vaksin berbeda untuk dosis pertama dan kedua, untuk saat ini belum diakui.

Beberapa negara, seperti Kanada, Spanyol, dan Korea Selatan sejauh ini sudah mengakui mereka yang mendapatkan vaksin campuran, sehingga bisa masuk ke negaranya.

Walau tidak mendorong vaksinasi campuran untuk dosis pertama dan kedua, Pusat Pencegahan dan Pengawasan Penyakit Amerika Serikat (CDC) baru-baru ini memperbarui petunjuk yang mengatakan mereka yang mendapatkan vaksin campuran yang sudah diakui oleh Amerika Serikat dan WHO, bisa diterima untuk masuk ke negaranya.

Perbedaan mengenai vaksin campuran

Katherine O'Brien, Direktur Departemen Imunisasi dan Vaksin WHO baru-baru ini mengatakan ada bukti yang menunjukkan campuran antara vaksin AstraZeneca dengan vaksin MRNA lainnya, seperti Pfizer atau Moderna, bisa menghasilkan tingkat kekebalan tubuh yang kuat.

Namun di Australia, Rod Pearce, kepala Koalisi Imunisasi mengatakan masih sangat sedikitpenelitian soal tingkat efikasi dan keamanan mencampurkan dua vaksin berbeda.

Direktur bidang penyakit menular di Rumah Sakit Mater di Brisbane, Paul Griffin, mengatakan pihak berwenang harus mempertimbangkan apakah masalah pencampuran vaksin ini bisa disetujui.

"Sudah ada beberapa percobaan klinis," katanya.

Badan di Australia yang merekomendasikan penggunaan obat-obatan, ATAGI, mengatakan halterbaik saat ini adalah menggunakan dua dosis vaksin dari merek yang sama.

"Data mengenai campuran vaksin mulai muncul, namun penelitian lebih banyak dan lebih lama masih diperlukan untuk mengetahui keamanan cara tersebut," kata seorang juru bicara ATAGI.

"Mereka yang tidak memenuhi persyaratan sebagaidivaksinasi penuhtetap bisa melakukan perjalanan, namun masuk dalam kategori belum divaksinasi.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dariABC News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Teknologi Nolimits Hadirkan Spektakel Langit di Opening Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026

Teknologi Nolimits Hadirkan Spektakel Langit di Opening Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:10 WIB

Demo di Kantor Danantara, SPKS Tolak Fee Ekspor DSI: Jangan Bebankan Biaya Baru ke Petani Sawit

Demo di Kantor Danantara, SPKS Tolak Fee Ekspor DSI: Jangan Bebankan Biaya Baru ke Petani Sawit

News | Sabtu, 26 September 2026 | 19:15 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 19:13 WIB

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 19:06 WIB

Jokowi: PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan

Jokowi: PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan

News | Sabtu, 26 September 2026 | 17:35 WIB

Terkini

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

×