Viral! Video Seekor Anjing Mau Ditombak Hingga Sang Pemilik Diancam Dibunuh

Iwan Supriyatna

Senin, 01 November 2021 | 08:42 WIB
Viral! Video Seekor Anjing Mau Ditombak Hingga Sang Pemilik Diancam Dibunuh
Ilustrasi anjing peliharaan. (Shutterstock)

Suara.com - Pasca kejadian dugaan penganiayaan anjing Canon yang berujung viral, kini masyarakat kembali dihebohkan dengan beredar video seorang pria yang berupaya menganiaya seekor anjing dengan cara berusaha menombaknya.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di di Bekasi, Jawa Barat pada Jumat 29 Oktober 2021. Tak hanya itu, pria tersebut juga sempat menodongkan tombaknya ke pemilik anjing dan mengancam akan membunuhnya juga.

Berdasarkan pengakuan pemilik anjing, yakni Agnes Monica, saat itu dirinya tengah mengajak anjing-anjingnya untuk berjalan-jalan. Namun salah satu anjingnya yang berwarna hitam tiba-tiba nyelonong keluar.

"Jadi kemarin sore (Jumat 29 Oktober 2021) sekitar jam setengah lima atau jam lima, saya kan punya dua anjing, anjing yang satu itu agak sedikit lemah kondisinya, dia itu agak sakit-sakitan dan yang satunya lagi dia cukup super aktif. Nah saya itu mau ngajak anjing saya itu jalan-jalan, nah dengan nggak sengaja si anjing hitam itu nyelonong keluar, dia nyamperin ke daerah rumah seorang bapak yang pelihara ayam," ujar Agnes ditulis Senin (1/11/2021).

Kemudian karena kaget melihat anjing, ayam itu pun kabur jauh dari rumah sang pemilik. Namun, kata Agnes, tak lama setelah itu, pemilik ayam keluar dan mencari peliharaannya, sambil bertanya dengan nada kasar dengan kalimat 'Mana ayam saya! ini nggak ada ayam saya! itu ayam baru saya beli loh!'.

"Dia marah-marah 'Biar saya bunuh itu anjingnya!' gitu dia bilang. Terus dia jalan pulang ke rumahnya. Jadi rumah saya tuh dia lewatin, jadi tiga rumah dari rumah saya itu rumah dia," ujarnya.

Menurut Agnes saat pria tersebut pulang ke rumahnya, anjing hitam itu juga sempat mengikutinya.

"Dengan panik saya bilang ke kakak saya 'kak dia ngambil senjata itu! anjingnya mau di bunuh!' saya saking paniknya sampai ngomong gitu ke kakak saya," lanjutnya.

Setelah itu, pria tersebut kemudian keluar rumah dengan membawa senjata berupa tombak panjang.

baca juga

"Bapak itu bawa tombak panjang banget dan anjing saya langsung lari, karena mungkin dia merasa terancam kan. Dia lari pergi ke gang satunya, dikejarlah sama si Opung. Pas itu saya udah panik banget, terus saya bilang 'Opung jangan! Opung jangan!' saya cuma teriak begitu 'Opung jangan! Opung jangan!' gitu, karena saya juga bingung mau ngomong apalagi," lanjutnya.

Namun tak hanya menodongkan tombak tersebut ke arah anjing, tetapi juga ke pemilik anjing dengan mengancam akan membunuhnya juga.

"Terus dia balik arah yang tadinya ngejar anjing saya. Dia balik arah ke arah saya, dengan menodong tombak itu ke arah mata saya. Jujur waktu itu saya udah lemes banget sih, tapi saya pikir 'Yaudah, gua beraniin diri' terus saya lawan 'Apa! Sini tusuk kalau berani!' saya bilang gitu 'Apa coba! Sini tusuk kalo berani, nggak berani kan!'," kata Agnes.

Setelah itu, pria tersebut kemudian kembali berbalik menuju ke arah anjing dan ingin menusuknya, namun anjing tersebut sempat terkena dan terluka di bagian pelipis matanya.

"Untung yang hitam ini kan emang aktif dan cepet banget larinya, jadi dia langsung lari dan kena di bagian pelipis matanya membuat tombak si kakek itu sampai patah. Bisa dibayangkan seberapa kencengnya dia ngayunin tombaknya buat ngebunuh anjing saya!” kata dia.

Bahkan, saat menodongkan tombak tersebut ke arah pemilik anjing, yaitu Agnes.

"Pas dia nodongin tombaknya itu dia bilang gini 'Kamu mau saya bunuh juga?!' dengan mata melotot dan muka marah yang amarah banget. Makanya saya jawab yang tadi 'Apa! berani! ayo cepet kalo berani!' saya bilang gitu," ujar Agnes.

Menurutnya, saat menodongkan tombak itu, pria tersebut juga mengancam akan membunuhnya juga.

"Pada dasarnya dia bilang ke saya 'Kamu mau saya tusuk juga!' setelah dia ngarahkan tombak ke depan mata saya. 'Kamu mau saya bunuh juga?' dia bilang," lanjutnya.

Terkait peristiwa tersebut, Agnes mengatakan bahwa pihaknya akan segera melaporkan permasalahan tersebut ke pihak kepolisian.

"Baru ada rencana sih, bakal dilakukan dua-duanya karena kalau mereka mengelak juga itu dia udah mengancam nyawa saya. Tetapi dua-duanya sih yang akan dilakukan, terkait dengan penyiksaan anjing dan ancaman pembunuhan," katanya.

Menanggapi kasus ini, Ketua Animal Defenders Indonesia (ADI), Doni Herdaru pun mengaku mendapatkan laporan terkait dugaan penganiayaan terhadap seekor anjing di Bekasi, Jawa Barat itu pada Jumat malam 29 Oktober 2021.

Setelah ada aduan tersebut, pihaknya segera menindaklanjuti pada Sabtu 30 Oktober 2021 pagi, dan menjumpai pengurus lingkungan untuk diajak berembug menyelesaikan masalah ini.

"Namun di lapangan ternyata tidak seperti yang diharapkan, ada sikap keras dari pelaku, dan pihak korban tampak emosional karena menurut mereka, mereka seperti diremehkan," ujar Doni.

Menurutnya, saat kejadian penombakan dan ancaman pembunuhan tersebut, tak ada seorang pun yang membantu.

"Yang kami sesalkan, saat kejadian tidak ada yang membantu mereka. Catat ya! Bahkan pak ketua RT juga tidak melerai dan memilih berdiam diri," kata dia.

Padahal, saat datang ke lokasi kejadian, Doni berharap agar permasalahan tersebut bisa diselesaikan secara baik-baik.

"Namun sepertinya mentok dan saya menyerahkan kepada ketua lingkungan untuk diselesaikan internal. Bahkan sepertinya, saat kami kembali, ada eskalasi situasi di lapangan yang akhirnya membuat pelapor ini terpaksa memutuskan untuk melanjutkan ke jalur hukum," ujarnya.

Doni pun mengatakan sempat berbincang dengan pelaku, namun ia dibuat terkejut dengan pengakuannya.

"Kami sangat terkejut melihat apa yang kami dapati, teguran halus kami dibalas dengan pernyataan,'Ya saya sudah bosan hidup, jadi ya kalo orang itu saya bunuh aja, biar saya mati juga' ini merupakan ancaman juga pada pelapor, yang notabene adalah sosok perempuan semua dalam satu rumah," kata Doni.

Pihaknya pun mendukung pelaporan yang akan dilakukan oleh korban, menurutnya hal itu dilakukan untuk menimbulkan efek jera.

"Kami mendukung keputusan pelapor untuk melibatkan pihak kepolisian agar bisa menimbulkan efek jera, agar dikemudian hari tidak terjadi hal-hal seperti ini. Inilah saatnya pihak Kepolisian hadir memberikan pengayoman bagi pelapor dan lingkungan tempat mereka tinggal karena apa yang dilakukan pelaku juga sangat membahayakan jiwa manusia lainnya," ujarnya.

Berita ini sebelumnya dimuat WartaEkonomi.co.id jaringan Suara.com dengan judul "Viral! Video Seekor Anjing Mau Ditombak Hingga Sang Pemilik Diancam Mau Dibunuh"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Warteg di Pasar Pramuka Merugi Setelah dikunjungi Anies Baswedan, Benarkah?

CEK FAKTA: Warteg di Pasar Pramuka Merugi Setelah dikunjungi Anies Baswedan, Benarkah?

News | Senin, 01 November 2021 | 08:29 WIB

Anak Rantau Pulang Kampung Diam-Diam, Ortu Terharu saat Buka Bagasi Mobil

Anak Rantau Pulang Kampung Diam-Diam, Ortu Terharu saat Buka Bagasi Mobil

News | Senin, 01 November 2021 | 08:31 WIB

Lagi Ulang Tahun, Pengendara Tempel Permintaan di Belakang Mobil

Lagi Ulang Tahun, Pengendara Tempel Permintaan di Belakang Mobil

News | Senin, 01 November 2021 | 08:36 WIB

Terkini

Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur

Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:23 WIB

Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan

Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:19 WIB

Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa

Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:07 WIB

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:53 WIB

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:54 WIB

Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe

Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:31 WIB

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:11 WIB

81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun

81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:02 WIB

DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association

DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 20:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur

Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:10 WIB

×