Cina Desak AS Berhenti "Menyerang" Beijing soal Asal-usul Virus Covid-19

Arsito Hidayatullah, Deutsche Welle

Senin, 01 November 2021 | 19:53 WIB
Cina Desak AS Berhenti "Menyerang" Beijing soal Asal-usul Virus Covid-19
Ilustrasi Covid-19. [Xinhua via DW]

Suara.com - Cina mengatakan penggunaan agen mata-mata, bukan ilmuwan, adalah "bukti kuat" upaya AS mempolitisasi asal-usul COVID-19. Laporan terbaru Jumat (29/10) menjelaskan sedikit tentang bagaimana virus itu muncul.Cina pada Minggu (31/10) menyatakan, tinjauan intelijen Amerika Serikat (AS) tentang asal-usul COVID-19 sebagai hal yang "politis dan salah."

Kementerian Luar Negeri di Beijing mendesak Washington, untuk "berhenti menyerang" negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu. Permintaan ini dikeluarkan hanya beberapa hari setelah Kantor Direktur Intelijen Nasional AS merilis versi lengkap dari temuannya tentang asal-usul virus corona.

Pernyataan itu mengatakan Beijing terus "menghambat penyelidikan global," dan menambahkan tanpa informasi baru, agen mata-mata tidak akan dapat menilai apakah virus itu muncul melalui penularan dari hewan ke manusia atau kebocoran laboratorium.

Tanggapan Cina atas laporan terbaru AS

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Wang Wenbin mengatakan: "Tidak peduli berapa kali laporan itu diterbitkan atau berapa banyak versi yang muncul, tidak akan mengubah fakta bahwa laporan ini, pada dasarnya, adalah laporan politik dan palsu, tanpa dasar ilmiah atau kredibilitas."

Wang menambahkan: "Studi asal-usul virus corona baru adalah masalah ilmiah yang serius dan kompleks, yang harus dan hanya dapat dilakukan oleh para ilmuwan global dalam kerja sama. Penggunaan badan intelijen untuk melacak asal-usul itu sendiri merupakan bukti politisasi."

Dia mengklaim lebih dari 80 negara menentang politisasi penelusuran asal-usul. "Namun, AS tetap terobsesi dengan manipulasi politik dan penelusuran asal yang dipimpin intelijen dengan mengabaikan keadilan internasional."

Wang meminta Washington untuk "menghentikan semua pengkambinghitaman dan pengalihan kesalahan" dan sebagai gantinya "menciptakan kondisi yang memungkinkan bagi para ilmuwan di seluruh dunia untuk melakukan kerja sama penelusuran asal-usul virus corona."

Apa kesimpulan laporan terbaru AS?

baca juga

Laporan intelejen AS yang diterbitkan pada Jumat (29/10) mengatakan, kemungkinan virus berasal dari vektor alami dan dari kebocoran laboratorium, keduanya adalah hipotesis yang masuk akal. Tetapi dikatakan para analis tidak setuju mana yang lebih mungkin atau apakah penilaian definitif dapat dibuat.

Apa yang disebut teori kebocoran laboratorium mengklaim virus itu menyebar dari laboratorium penelitian di Wuhan, pusat kota tempat penularan pertama kali dilaporkan.

Laporan tersebut menolak anggapan virus corona berasal dari senjata biologis, dengan mengatakan para pendukung teori ini "tidak memiliki akses langsung ke Institut Virologi Wuhan" dan telah dituduh menyebarkan disinformasi.

Laporan itu mengatakan empat agen mata-mata AS dan badan multi-lembaga memiliki "keyakinan rendah" bahwa COVID-19 berasal dari hewan yang terinfeksi atau virus terkait.

Tetapi satu lembaga mengatakan memiliki "keyakinan sedang" bahwa infeksi manusia pertama kemungkinan besar adalah impak dari kecelakaan laboratorium, mungkin melibatkan eksperimen atau penanganan hewan oleh Institut Virologi Wuhan.

Laporan itu mengatakan badan-badan AS dan komunitas ilmiah global kekurangan "sampel klinis ... dari kasus COVID-19 paling awal" dan menyerukan Cina untuk menyediakan akses ke catatan dan sampel jaringan dari beberapa pasar di Wuhan.

Cina menolak penyelidikan baru

Cina telah menghadapi kritik internasional karena dinilai gagal bekerja sama lebih total dalam penyelidikan asal-usul COVID.

Cina berada di bawah tekanan kuat untuk mempertimbangkan penyelidikan baru tentang asal-usul pandemi, setelah kunjungan yang tertunda dan sangat dipolitisasi oleh tim pakar internasional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang gagal menyimpulkan bagaimana virus itu pertama kali muncul.

Tetapi para pejabat Cina telah menolaknya, menepis klaim oleh Presiden AS Joe Biden bahwa Cina menahan "informasi penting" karena dimotivasi oleh politik.

Penyelidikan tentang asal-usul virus sebelumnya, yakni virus corona pemicu Sindrom Pernafasan Akut Parah atau SARS, yang muncul pada Desember 2002, awalnya menyalahkan musang palem Himalaya yang ditemukan di pasar hewan hidup di Guangdong, Cina, sebagai sumbernya.

Tetapi 15 tahun kemudian, para peneliti bisa melacak kemungkinan sumber asli virusnya ke gua-gua kelelawar di provinsi Yunnan Cina. [pkp/as/AFP, AP, Reuters]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPOM Keluarkan Izin Vaksinasi untuk Anak Usia 6-11 Tahun, Ini Alasannya

BPOM Keluarkan Izin Vaksinasi untuk Anak Usia 6-11 Tahun, Ini Alasannya

Kaltim | Senin, 01 November 2021 | 19:26 WIB

Pengusaha Galangan Kapal Blak-blakan Soal Kondisi Usaha Selama Pandemi Covid-19

Pengusaha Galangan Kapal Blak-blakan Soal Kondisi Usaha Selama Pandemi Covid-19

Bisnis | Senin, 01 November 2021 | 18:34 WIB

IDAI Minta Orangtua Tak Ragu Bawa Anak Vaksinasi Covid-19

IDAI Minta Orangtua Tak Ragu Bawa Anak Vaksinasi Covid-19

Health | Senin, 01 November 2021 | 18:26 WIB

FDA Belum Berikan Izin Vaksin Moderna untuk Remaja, Ada Apa?

FDA Belum Berikan Izin Vaksin Moderna untuk Remaja, Ada Apa?

Health | Senin, 01 November 2021 | 17:44 WIB

Indonesia Kembali Kedatangan Empat Juta Dosis Vaksin Sinovac

Indonesia Kembali Kedatangan Empat Juta Dosis Vaksin Sinovac

News | Senin, 01 November 2021 | 17:42 WIB

CDC AS Akui Tingkat Penularan Covid-19 RI Rendah, Kemenkes Gelombang Ketiga Mengintai

CDC AS Akui Tingkat Penularan Covid-19 RI Rendah, Kemenkes Gelombang Ketiga Mengintai

Health | Senin, 01 November 2021 | 17:50 WIB

Terkini

NGORBIT: Wavi Zihan & Ihsan Tarore Ungkap Kisah Mistis di Balik Layar Film Rambut Sewu

NGORBIT: Wavi Zihan & Ihsan Tarore Ungkap Kisah Mistis di Balik Layar Film Rambut Sewu

Video | Minggu, 01 November 2026 | 15:08 WIB

Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ

Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 15:04 WIB

Soroti Rekam Jejak Terkait Israel, PKS Desak Pramono Tinjau Ulang Konser Andrea Bocelli di Jakarta

Soroti Rekam Jejak Terkait Israel, PKS Desak Pramono Tinjau Ulang Konser Andrea Bocelli di Jakarta

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:03 WIB

Negara Minta Inovasi, tetapi Pelaku Agribisnis Justru Dipersulit

Negara Minta Inovasi, tetapi Pelaku Agribisnis Justru Dipersulit

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 15:00 WIB

Perjalanan Raffi Ahmad: Dari Figuran, Digerebek Pesta Narkoba, hingga Masuk Istana

Perjalanan Raffi Ahmad: Dari Figuran, Digerebek Pesta Narkoba, hingga Masuk Istana

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 15:00 WIB

AKBP Netty Siagian Mundur dari Polri: Menyakitkan Bertahan dalam Tatanan Tak Lagi Sejalan

AKBP Netty Siagian Mundur dari Polri: Menyakitkan Bertahan dalam Tatanan Tak Lagi Sejalan

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 14:50 WIB

3 Sunscreen Moisturizer untuk Usia 50-an, Lindungi Kulit Sekaligus Bantu Melembapkan

3 Sunscreen Moisturizer untuk Usia 50-an, Lindungi Kulit Sekaligus Bantu Melembapkan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:50 WIB

Simulasi IHSG Tanpa Saham HSC, Apakah Bursa Bakal Menguat?

Simulasi IHSG Tanpa Saham HSC, Apakah Bursa Bakal Menguat?

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 14:49 WIB

Cara Mengusir Laron Tanpa Mematikan Lampu, Dijamin Ampuh

Cara Mengusir Laron Tanpa Mematikan Lampu, Dijamin Ampuh

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:36 WIB

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:30 WIB

×