Cerita Perempuan Menopause Dini yang Harus Kehilangan Rasa Percaya Diri

Arsito Hidayatullah | BBC | Suara.com

Senin, 01 November 2021 | 20:05 WIB
Cerita Perempuan Menopause Dini yang Harus Kehilangan Rasa Percaya Diri
Adelle Martin, perempuan Inggris yang harus mengalami menopause sejak usia 39 tahun dan harus mengalami gejala parah. [Dok. BBC]

Suara.com - Adelle Martin, perempuan berusia 51 tahun, sedang duduk di bar miliknya di Rochester, Kent. Dia memperlihatkan koyo esterogen yang harus ditempelkan di pinggulnya dua kali seminggu.

Pasca-menopause, dia melakukan penyuluhan untuk para perempuan tentang bagaimana melalui tahap kehidupan yang sangat menantang itu.

Gejala menopause Adelle dimulai sangat awal, ketika dia baru berusia 39 tahun. Kala itu dia masih bekerja di bidang keuangan.

Tiga tahun kemudian, dia baru benar-benar mengalami menopause. Adelle mengatakan pengalaman itu telah mengubah hidupnya.

"Saya merasa hilang. Saya bisa menangis tersedu-sedu atau menjadi sangat pemarah, dan kondisi itu membuat orang-orang di sekitar saya kesulitan. "

"Ketika saya sedang bekerja dan dengan tim saya, saya harus berusaha keras untuk tidak menangis dan tidak berteriak."

Adelle kehilangan kepercayaan dirinya. Dia mengalami perubahan suasana hati dan kabut otak (sulit focus dan berkonsentrasi). Dia juga memiliki gejala klasik yang berhubungan dengan menopause, hot flush (rasa panas yang datang tiba-tiba, biasanya di bagian tubuh atas).

"Saya baru pernah merasa terbakar seperti itu. Orang hanya melihat saya berkeringat, tapi bagi saya rasa panas itu membakar dan menyesakkan dada. Kadang-kadang saya merasa tercekik dan ada rasa ingin keluar."

Adelle mengatakan dia bahkan memiliki salah satu dari 34 gejala menopause, yaitu sensasi tersengat listrik.

Dia tertawa. "Itu cukup lucu."

Secara keseluruhan, apa yang terjadi padanya sama sekali tidak lucu.

"Hal tersulit adalah melihat ke cermin dan tidak mengenali diri sendiri dan itulah yang membawa saya keluar dari ruang rapat. "

"Kepercayaan diri saya hilang, saya merasa panas sepanjang waktu, kulit saya, rambut saya, saya tidak bisa merasakannya. Saya merasa seperti benar-benar kehilangan diri saya sendiri. Pada saat itu saya tidak tahu apa yang saya alami. Ternyata itu adalah menopause. "

Adelle mulai lega ketika dia minta menjalani terapi penggantian hormon (HRT), yang katanya bisa menghilangkan rasa panas di tubuhnya dan membantunya berpikir lebih jernih.

Sembilan tahun kemudian, dia masih menggunakan koyo hormon untuk menjaga kemungkinan tulangnya melemah.

Dia harus menebus setiap resep obat seharga Rp182.554 di unit layanan kesehatan Inggris, National Health Service (NHS).

Saat ini Adelle mendapat satu kotak koyo setiap tiga bulan, setelah dia meminta resep yang durasinya lebih panjang. Sebelumnya dia harus menebus resep setiap bulan.

Dia memiliki satu koyo yang mengandung dua hormon, estrogen dan progesteron. Beberapa perempuan harus membelinya secara terpisah, yang berarti mereka membayar dua kali.

Di Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara, resep obat gratis bisa didapatkan di NHS.

Anggota parlemen Partai Buruh Carolyn Harris telah mengajukan RUU ke Parlemen yang menyerukan agar kebijakan itu juga diperluas di seluruh Inggris.

Penderitaan Perempuan

Carolyn Harris mengatakan HRT "tidak untuk semua orang", dia bilang itu bisa jadi pilihan.

"Kita berbicara tentang 51% populasi yang menderita gejala ini dan membutuhkan pilihan untuk membuat keputusan jika mereka menginginkan HRT."

Dia mengajukan RUU itu sebagai bagian dari kampanye untuk meningkatkan kesadaran terhadap menopause.

"Ini bukan hanya tentang HRT, ini tentang pendidikan, ini tentang pekerjaan, ini tentang hubungan, ini tentang berbagi, ini tentang berbagai perbincangan mengenai itu."

RUU itu tentu saja membuat Westminster berbicara tentang menopause.

Menteri Kesehatan Maria Caulfield berjanji RUU itu akan menjadi prioritas pemerintah dalam Strategi Kesehatan Perempuan yang akan datang.

Dia menyampaikan komitmen itu dalam debat yang digelar untuk memperingati Bulan Menopause Sedunia.

Sebelumnya, beberapa anggota parlemen perempuan sudah membagikan pengalaman mereka, mengenai gejala dan hal-hal lainnya.

Ketika ada jutaan perempuan yang memenuhi syarat, biaya untuk menggratiskan HRT di Inggris akan menjadi signifikan.

Bukan hanya perempuan menopause yang harus membayar resep secara teratur, orang-orang dengan kondisi kesehatan jangka panjang juga telah berjuang untuk meminta obat-obatan mereka digratiskan di Inggris.

Koalisi Retribusi Resep merupakan gabungan dari 51 organisasi yang menyerukan pemerintah untuk menghapus biaya resep untuk orang-orang yang mengidap penyakit dalam waktu yang lama.

Ketua koalisi Laura Cockram mengatakan orang-orang kesulitan membeli banyak obat.

"Jika Anda menderita Parkinson, Anda dapat memiliki delapan atau sembilan obat setiap bulan sehingga biaya hidup menjadi sangat mahal dengan kondisi jangka panjang seperti itu," katanya.

"Anda bisa membeli sertifikat pra-pembayaran - selama tiga bulan, biayanya lebih dari Rp585.000. Selama 12 bulan, biayanya lebih dari Rp2,1 juta. Tetapi beberapa orang mengatakan kepada kami, terutama mereka yang sudah lama mengidap penyakit, bahwa sebenarnya cukup banyak uang untuk ditemukan untuk membayar biaya di muka itu."

Menurut Menopause Charity, hanya 12% perempuan menopause di Inggris yang menggunakan HRT.

Beberapa pihak menilai pengetahuan yang salah dan kurang bisa menjadi penghalang bagi perempuan, dibandingkan biaya itu sendiri.

Sebuah studi yang belum sempurna di AS, pada awal 2000-an, menyebabkan publisitas yang menyesatkan tentang kemungkinan risiko HRT. Beberapa orang masih menyalahkan studi itu yang menyebabkan perempuan tidak mau memakai HRT.

Pemerintah mengatakan menopause perlu dianggap serius dan perempuan "harus mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan".

Pemerintah juga menyatakan "punya komitmen kuat untuk memastikan para perempuan bisa mengakses pengobatan menopause berkualitas tinggi, termasuk HRT, yang dapat menjadi penyelamat bagi mereka yang mengalami gejala parah."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Perempuan di Makassar Mengaku Istri Sah Labrak Pegawai Bank BUMN Saat Jam Kerja

Viral Perempuan di Makassar Mengaku Istri Sah Labrak Pegawai Bank BUMN Saat Jam Kerja

Sulsel | Senin, 01 November 2021 | 11:02 WIB

Viral Sopir BST Bantu Turunkan Perempuan Tunanetra, Gibran: Apresiasi untuk Bapak Wahyu

Viral Sopir BST Bantu Turunkan Perempuan Tunanetra, Gibran: Apresiasi untuk Bapak Wahyu

Jogja | Minggu, 31 Oktober 2021 | 17:43 WIB

Perempuan Berambut Pirang Yang Diam-diam Geledah Lemari Tertangkap Warga di Denpasar

Perempuan Berambut Pirang Yang Diam-diam Geledah Lemari Tertangkap Warga di Denpasar

Bali | Jum'at, 29 Oktober 2021 | 17:59 WIB

Efektif Bagi Perempuan, Cara Mengecilkan Perut Buncit

Efektif Bagi Perempuan, Cara Mengecilkan Perut Buncit

Bekaci | Jum'at, 29 Oktober 2021 | 20:05 WIB

Kronologi Pembunuhan di Laguna Pantai Depok, Pelaku Sempat Berhubungan Badan dengan Korban

Kronologi Pembunuhan di Laguna Pantai Depok, Pelaku Sempat Berhubungan Badan dengan Korban

Jogja | Jum'at, 29 Oktober 2021 | 13:58 WIB

Viral, Diminta Masak Babi Guling Perempuan Ini Malah Bikin Warganet Terkecoh

Viral, Diminta Masak Babi Guling Perempuan Ini Malah Bikin Warganet Terkecoh

Bali | Jum'at, 29 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB