Terungkap Nasi Kotak PSI Di Koja Mengandung Bakteri E-Coli, Dinkes: Tidak Higienis

Bangun Santoso, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 04 November 2021 | 12:21 WIB
Terungkap Nasi Kotak PSI Di Koja Mengandung Bakteri E-Coli, Dinkes: Tidak Higienis
Markus, pengurus RT 03 RW 06 Kelurahan Koja, Jakarta Utara, terkait kasus warganya yang keracunan nasi kotak berlogo PSI saat ditemui Suara.com, Selasa (26/10/2021). [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]

Suara.com - Penelitian terhadap nasi kotak pemberian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyebabkan keracunan puluhan orang mengungkap fakta baru. Hasil riset menyatakan makanan yang diberikan pada warga Koja, Jakarta Utara itu mengandung bakteri Escherichia Coli.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati di Jakarta mengatakan, berdasarkan pengujian Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta terhadap sampel nasi boks berlogo PSI itu, terbukti makanan yang disantap warga tidak higienis.

"Makanannya tidak kedaluwarsa, tapi tidak higienis," ujar Yudi saat dikonfirmasi, Kamis (4/11/2021).

Yudi menilai makanan tidak higienis ini karena kurangnya kebersihan dalam proses pembuatan makanan oleh pihak warung atau katering. Akibatnya, terjadi kontaminasi bakteri di dalam makanan.

"Karena kurang higienis, maka ada bakteri E coli, jadi bukan karena kedaluwarsa," katanya.

Yudi menyebut Sampel yang diteliti berupa nasi, telur, buncis, dan selada. Labkesda menemukan kontaminasi E coli yang melebihi ambang batas nilai normal.

"Normal misal 1x10', bila lebih dari 1x10' dapat berdampak pada organ pencernaan manusia seperti diare dan muntah-muntah," imbuh dia.

Ketua DPW PSI DKI Jakarta Michael Victor Sianipar mengatakan, nasi kotak yang dibagikan merupakan pemberian dari banyak pihak yang menyumbangkan kepada mereka. Mulai dari warga hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Kami membagikan dan menghimpun dukungan program rice box ini dari publik, bekerjasama dengan warung-warung dan UMKM," ujar Michael saat dikonfirmasi, Senin (25/10/2021).

baca juga

Michael menyebut pihaknya sudah sejak lama menjalankan program pembagian nasi kotak ini. Bahkan sudah 300 ribu makanan dibagikan di seluruh Indonesia.

"Rice boks PSI esensinya adalah mendukung UMKM yang terdampak pandemi dan kami membeli makanan dari UMKM agar ekonomi kerakyatan semakin menggeliat," katanya.

Mengenai kejadian keracunan itu Michael menyatakan mewakili PSI memohon maaf dan berharap makanan yang dibagikan itu bisa menjadi berkah bagi masyarakat.

Ia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit untuk memastikan seluruh warga Koja yang keracunan tertangani dengan baik.

"Kami juga telah memberikan bantuan bagi para korban keracunan makanan. Kami juga menindaklanjuti dan mendalami pemilik warung," tuturnya.

Para UMKM pemilik warung juga, sudah mengakui kelalaiannya dan meminta maaf kepada korban yang mengalami keracunan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mongol Stres Resmi Gabung Partai PSI

Mongol Stres Resmi Gabung Partai PSI

Sulsel | Kamis, 04 November 2021 | 08:15 WIB

Bikin Keracunan Massal, Nasi Kotak PSI Mengandung Bakteri E Coli

Bikin Keracunan Massal, Nasi Kotak PSI Mengandung Bakteri E Coli

Riau | Rabu, 03 November 2021 | 16:36 WIB

Warga Koja Keracunan Massal, Nasi Kotak PSI Terkontaminasi Bakteri E-coli

Warga Koja Keracunan Massal, Nasi Kotak PSI Terkontaminasi Bakteri E-coli

Jakarta | Rabu, 03 November 2021 | 15:52 WIB

Surat Pemberhentian Viani Limardi Sudah Dikirim ke KPUD DKI

Surat Pemberhentian Viani Limardi Sudah Dikirim ke KPUD DKI

Jakarta | Selasa, 02 November 2021 | 21:51 WIB

Viral Buka Lowongan Kerja Bergaji Rp 60 Ribu Per Bulan, PSI: Ada yang Iseng

Viral Buka Lowongan Kerja Bergaji Rp 60 Ribu Per Bulan, PSI: Ada yang Iseng

News | Selasa, 02 November 2021 | 18:11 WIB

Setelah Warga Keracunan, PSI Gelar Santunan dan Baksos di Koja

Setelah Warga Keracunan, PSI Gelar Santunan dan Baksos di Koja

Jakarta | Senin, 01 November 2021 | 21:10 WIB

Pede Bakal Menang Hadapi Gugatan Viani Limardi Rp 1 Triliun, PSI: Kami Punya Bukti Kuat

Pede Bakal Menang Hadapi Gugatan Viani Limardi Rp 1 Triliun, PSI: Kami Punya Bukti Kuat

News | Senin, 01 November 2021 | 13:40 WIB

Terkini

Hadiri Pelantikan Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Tekankan Pentingnya Peran Perempuan

Hadiri Pelantikan Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Tekankan Pentingnya Peran Perempuan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:43 WIB

Kenakan Rompi Oranye KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Bantah Sudah Tahu Ada OTT

Kenakan Rompi Oranye KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Bantah Sudah Tahu Ada OTT

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:20 WIB

KPK Ungkap Kronologi Penemuan Uang Rp100 Juta di Bawah Jok Mobil dalam OTT Bupati Langkat

KPK Ungkap Kronologi Penemuan Uang Rp100 Juta di Bawah Jok Mobil dalam OTT Bupati Langkat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:15 WIB

Bupati Langkat Diduga Terima Gratifikasi Rp3,5 Miliar, dari Jual Beli Jabatan hingga Seragam Sekolah

Bupati Langkat Diduga Terima Gratifikasi Rp3,5 Miliar, dari Jual Beli Jabatan hingga Seragam Sekolah

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:55 WIB

Bupati Langkat Diduga Terima Suap Rp 800 Juta untuk Proyek di Disdik dan Disperkim

Bupati Langkat Diduga Terima Suap Rp 800 Juta untuk Proyek di Disdik dan Disperkim

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:30 WIB

KPK Tetapkan Bupati Langkat dan Anggota Tim Suksesnya Jadi Tersangka Usai OTT

KPK Tetapkan Bupati Langkat dan Anggota Tim Suksesnya Jadi Tersangka Usai OTT

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:22 WIB

Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat

Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:27 WIB

Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat

Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:20 WIB

Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial

Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:10 WIB

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

×