Perang Rahasia Taliban-ISIS di Jalalabad, Bagaimana Mereka Saling Bertikai?

Siswanto, BBC

Sabtu, 06 November 2021 | 15:08 WIB
Perang Rahasia Taliban-ISIS di Jalalabad, Bagaimana Mereka Saling Bertikai?
BBC

Suara.com - Setiap beberapa hari, mayat-mayat dibuang di pinggiran kota Jalalabad di Afghanistan bagian timur.

Beberapa mayat merupakan korban penembakan. Banyak juga yang tewas karena digantung.

Kebanyakan mayat memiliki pesan yang ditulis dengan tangan di kantong bajunya. Pesan itu menyebut mereka sebagai Anggota ISIS cabang Afghanistan.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab terhadap pembunuhan yang dinilai sadis dan tanpa dasar hukum itu, tapi biasanya orang-orang mengasumsikan Taliban lah yang bertanggung jawab.

Baca juga:

ISIS, yang mengaku bertanggung jawab atas bom bunuh diri di luar bandara Kabul pada Agustus lalu, merupakan musuh bebuyutan Taliban. Dua kelompok itu kini sedang terlibat pertempuran berdarah di Jalalabad.

Saat ini kondisi di Afghanistan lebih tenang, setelah pemberontakan Taliban terhadap pemerintah berakhir. Namun, di Jalalabad, pasukan Taliban tengah menghadapi serangan, hampir setiap hari.

ISIS, yang di Afghanistan dikenal sebagai Daesh, menggunakan taktik yang sama dengan Taliban saat mereka menggulingkan pemerintahan sebelumnya. Mereka meledakkan bom di pinggir jalan dan melakukan pembunuhan diam-diam.

ISIS menuduh Taliban "murtad" karena tidak cukup garis keras, sementara Taliban menganggap ISIS sebagai ekstremis sesat.

baca juga

Dr Bashir adalah kepala intelijen Taliban di provinsi Nangarhar, wilayah di mana kota Jalalabad berada. Dia terkenal galak. Dr Bashir pernah membantu mengusir ISIS dari markas kecilnya di provinsi tetangga, Kunar.

Dr Bashir membantah memiliki kaitan dengan mayat-mayat di pinggir jalan itu. Namun, dia dengan bangga mengatakan anak buahnya telah berhasiol menangkap puluhan anggota ISIS. Banyak petempur ISIS yang kabur dari penjara saat Taliban mengambil alih kekuasaan dan kekacauan terjadi di mana-mana.

Di hadapan publik, Dr Bashir dan anggota Taliban lainnya meremehkan ancaman ISIS. Mereka mengatakan perang di Afghanistan telah usai dan mereka membawa kedamaian dan keamanan untuk Afghanistan. Mereka tidak suka ada hal-hal yang bertentangan dengan narasi itu. Dr Bashir bahkan mengklaim bahwa ISIS secara resmi tidak ada di Afghanistan, meskipun semua bukti mengatakan sebaliknya.

"Nama Daesh merujuk pada Suriah dan Irak," kata dia. "Tidak ada kelompok penjahat dengan nama Daesh di Afghanistan."

Dia malah menyebut kelompok militan itu sebagai "sekelompok pengkhianat yang telah memberontak terhadap pemerintah Islam kami".

Faktanya, IS tidak hanya secara resmi hadir di Afghanistan. ISIS telah membentuk cabang atau "provinsi" tertentu yang mencakup wilayah Afghanistan dan menamakan diri sebagai "IS-Khorasan" - menggunakan nama kuno untuk wilayah Asia Tengah.

Kelompok ini pertama kali muncul di Afghanistan pada 2015. Di tahun-tahun berikutnya, mereka mulai melakukan serangan mengerikan. Serangan ISIS mulai meluas sejak Taliban mengambil alih kekuasaan. Mereka meledakkan bom bunuh diri di daerah-daerah yang belum pernah mereka datangi sebelumnya.

Awal bulan ini, ISIS menyerang masjid-masjid umat Syiah di utara kota Kunduz dan juga di markas Taliban, Kandahar.

Namun, Dr Bashir menegaskan tidak ada alasan untuk khawatir. "Kami memberitahu dunia untuk tidak khawatir," katanya. "Jika sekelompok kecil pengkhianat bangkit dan melakukan serangan seperti itu, insya Allah, sama seperti kami mengalahkan koalisi 52 negara di medan perang, mereka juga akan dikalahkan."

Setelah berperang selama dua dekade, Dr Bashir menambahkan, "mudah bagi kami untuk mencegah perang gerilya".

Namun, kebangkitan ISIS membuat warga Afghanistan ketakutan. Para pejabat Amerika telah memperingatkan bahwa ISIS di Afghanistan dapat mengembangkan kemampuannya untuk meluncurkan serangan di luar negeri dalam waktu enam bulan hingga satu tahun ke depan.

Untuk saat ini, ISIS tidak menguasai wilayah manapun di Afghanistan. Kelompok itu pernah berhasil membangun markas di provinsi Nangarhar dan Kunar, sebelum diusir oleh Taliban dan tentara Afghanistan yang didukung serangan udara Amerika.

Kelompok itu hanya memiliki beberapa ribu petempur, sementara Taliban memiliki sekitar 70.000 anggota, yang sekarang dilengkapi dengan senjata Amerika.

Namun, ada kekhawatiran bahwa ISIS akhirnya bisa merekrut para petempur dari Pakistan dan wilayah Asia Tengah lainnya, serta anggota Taliban yang kecewa jika faksi-faksi saingan berkembang dalam kelompok itu di masa depan.

AS berharap bisa terus melakukan serangan "over the horizon" dari luar Afghanistan, untuk menyerang ISIS. Namun, Taliban optimis bisa menghadapi para pemberontak itu sendirian.

Banyak anggota ISIS yang merupakan bekas petempur Taliban dan Taliban Pakistan, sebuah kelompok yang terkait tetapi terpisah. "Kami mengenal mereka dengan sangat baik, dan mereka mengenal kami dengan sangat baik," kata seorang tokoh Taliban kepada saya sambil tersenyum muram.

Dalam beberapa hari terakhir, puluhan anggota ISIS menyerah kepada pasukan Dr Bashir di Nangarhar. One, mantan anggota Taliban, memberi tahu kami bahwa dia kecewa setelah membelot ke ISIS.

Tidak seperti Taliban, yang telah berulang kali menekankan bahwa satu-satunya tujuan mereka adalah mendirikan "Imarah Islam" di Afghanistan, ISIS memang memiliki ambisi global, katanya kepada kami.

ISIS "akan mengeluarkan ancaman kepada semua orang, ke seluruh dunia. Mereka ingin menguasai seluruh dunia," katanya. Tapi "kata-kata mereka tidak sesuai dengan tindakannya," tambahnya. "Mereka tidak cukup kuat untuk menguasai Afghanistan."

Banyak warga Afghanistan menyebut peningkatan serangan ISIS sebagai awal dari "permainan baru". Di Jalalabad, bukan hanya Taliban yang menjadi sasaran.

Aktivis masyarakat sipil Abdul Rahman Mawen sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah pernikahan awal bulan ini ketika orang-orang bersenjata menembaki kendaraannya. Dua putranya yang masih kecil, berusia 10 dan 12 tahun meringkuk di dalam mobil saat ayah mereka ditembak mati. ISIS, melalui pernyataan singkatnya, mengklaim bertanggung jawab.

Saudara Abdul Rahman Mawen, Shad Noor, tampak sedih. "Dari lubuk hati saya, ketika Taliban mengambil alih kekuasaan, kami sangat senang dan optimis: korupsi, pembunuhan, ledakan akan diberantas," katanya.

"Tapi sekarang kami menyadari sebuah fenomena baru sedang mengancam kami, dengan nama Daesh."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Teror Bom Molotov! Rumah Advokat di Ciracas Diserang Dua Pria Misterius

Teror Bom Molotov! Rumah Advokat di Ciracas Diserang Dua Pria Misterius

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:00 WIB

Bagaimana Satelit Membantu Ilmuwan Melindungi Sungai dari Pencemaran dan Perubahan Iklim?

Bagaimana Satelit Membantu Ilmuwan Melindungi Sungai dari Pencemaran dan Perubahan Iklim?

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 09:34 WIB

Iran Kesal dengan Aktivis HAM Dunia, Lihat Kelakuan Israel Cuma Diam

Iran Kesal dengan Aktivis HAM Dunia, Lihat Kelakuan Israel Cuma Diam

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 09:30 WIB

Per 5 Juli 2026, Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 2.954 Orang

Per 5 Juli 2026, Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 2.954 Orang

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 09:19 WIB

Sempat Hilang! Bripda Nopandri Ditemukan Tewas di Sungai Katingan Usai Gerebek Bandar Narkoba

Sempat Hilang! Bripda Nopandri Ditemukan Tewas di Sungai Katingan Usai Gerebek Bandar Narkoba

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 08:35 WIB

Dasco Ucapkan Ultah ke Nadiem Makarim, Netizen: Kode Keras Amnesti atau Abolisi?

Dasco Ucapkan Ultah ke Nadiem Makarim, Netizen: Kode Keras Amnesti atau Abolisi?

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 07:08 WIB

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49 WIB

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:00 WIB

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:39 WIB

×